
Pov author
"Dokter bagaimana keadaan kakek dok , , " tanya Sandy dengan nada gemetar pada dokter khusus yang di pekerjaan oleh Sandy.
" kondisi kakek kamu sempat menurun,tapi sekarang telah kembali stabil, usahakan jangan membuatnya stres ,karena akhir akhir ini kondisinya menurun" jelas dokter itu.
"Aah syukurlah,, terimakasih dokter " ucap sandi
"sama sama,saya permisi dulu " dokter itu berjalan pergi namun sesaat langkahnya terhenti
"oh ya,tadi kakek kamu menyebut nama Wii, ,eeh ,,,Willy , , aah ya Willy, , siapa yang bernama Willy?" tanya dokter
Willy yang di sebut namanya pun terkejut,Willy sejak tadi tak berani untuk mendekat,takut jika ayahnya sadar ayahnya akan marah padanya,tapi nyatanya ayahnya begitu merindukan dirinya.
"paman, ," panggil Sandy sambil menatap Willy.
"oh kamu, sebaiknya kamu selalu berada di sisi papa kamu,karena jika di lihat dari kondisi papa kamu,papa kamu sangat merindukan mu ," jelas dokter lagi
Tik
setetes air mata Willy kembali terjatuh,dia begitu sakit,bagai di sayat sayat melihat keadaan sang papa terbaring Lemah di tempat tidur dengan selang infus dan peralatan medis sebagai alat bantu dirinya agar bertahan hidup.
Willy mendekat ke arah sang papa,dia berlutut si samping ranjang dan menangis .
"pa, , Willy pulang pa , , Willy di sini , , hik, , hik , ," Willy tak kuasa menahan tangisnya sambil memegang tangan papanya.
" Paa, , Willy tidak akan meninggalkan papa lagi,papa bangun paaa , , papa bangun " tangis Willy semakin kencang sampai menggoyangkan tubuh papanya .
melihat itu,Adita pun tak kuasa menahan tangisnya,dia juga mendekat dan mencium tangan mantan mertuanya itu.
"Paa, , ini Dita pa,,Dita datang buat jenguk papa,oh ya Mia juga datang loh pa ,Mia sudah bisa bicara " ucap Adita.
"papa , , , papa, , mama , ,mama " ucap Mia membuat semua tersenyum,terutama Willy, dia bangkit dan hendak mengambil Mia dari gendongan Adita.
"waah, , anak papa sudah bisa bicara ya ,,sini sama papa sayang " ucap nya sambil menyodorkan tangannya hendak menggendong Mia ,namun siapa sangka Mia malah menangis saat melihat Willy.
"huaaaaa , , huaaaaa , ,. ,uuuaaaaa "
"hus, , sayang itu papa nak,kenapa Mia menangis " Adita memberitahu Mia kalau yang di depannya itu adalah papanya .
"papa , , papa " Tangisnya lagi.
"sayang ini papa nak,sama papa yuk" bujuk Willy lagi namu tetap mia menolak malah tangisnya semakin kencang.
"sudah mas jangan di paksakan ya,pelan pelan aja,mungkin Mia jarang lihat kamu makanya dia takut " ucap Adita sambil menggoyangkan tubuh Mia agar berhenti menangis.
"papa , , huuuaaaaaaaaaa"
Sandy,yoga ,Didin dan Sisil hanya menjadi penonton,tapi mendengar tangisan Mia yang tak kunjung reda ,yoga mendekat dan berusaha menghibur Mia.
__ADS_1
"Mia sayang, sini sama papa aja yuk " ucap yoga sambil mendekat ke arah Mia ,dan menyodorkan tangannya seperti yang di lakukan oleh Willy.
Melihat yoga Mia seketika terdiam,dan langsung menyambut tangan yoga dengan Tubuh mungilnya itu,melihat itu Willy sempat terkejut,tapi tidak dengan Adita,dia tersenyum sambil bercanda dengan Mia.
",waaah anak mama mau sama papa yoga yaaa ." canda Adita
deg
"apa kalian sudah sedekat itu?" tanya Willy dalam hati sambil menatap yoga yang menggendong Mia
"papa, ,papa " ucap Mia sambil memainkan wajah milik yoga ,Mia akhir akhir ini sering sekali memainkan janggut tipis milik yoga, ( mungkin Mia Kira itu mainan Mia kali yaa...hihi ).
yoga membawa Mia ke tempat Sandy dan yang lain tadi.
"Maas maafin Mia ya,pelan pelan aja caranya agar Mia mengenali kamu " ucap Adita .
Willy hanya mengangguk.
Adita kini kembali ke tempat tidur mantan mertuanya itu. "Ayah Adita pamit ya,ayah sehat sehat,dan insyaallah Adita dan Mia nanti akan jenguk papa lagi,papa harus segera bangun ya,agar Mia bisa bermain sama kakeknya " ucap Adita kembali mencium tangannya.
"mas aku pulang ya, kalau ada apa apa jangan lupa kabai kamu " ucap Adita berpamitan.
Willy hanya mengangguk untuk kesekian kalinya.
"Yo , Din ayok kita pulang" ajak Adita
"Sandy,jaga papa ya,kalau ada apa papa kabari kami" ucapnya lagi pada Sandy.
setalah berpamitan,Adita dan yoga juga Didin pun pulang ,sementara itu willy hanya terdiam.
"mas kamu kenapa? " tanya Sisil
"gak apa apa sil,hanya saja aku bagai tidak punya anak melihat kedekatan Mia dan juga yoga " lirihnya pelan sambil menyandarkan punggungnya ke badan sofa.
Sisil terdiam mendengar ucapan Willy,tiba tiba dia menangis dan tanpa pamit langsung keluar dari ruangan itu.
"sil mau kemana?" hanya Willy
Sandy melihat itu menggelengkan kepalanya, " makanya kalau ngomong itu di jaga bibirnya,jangan main cerocos aja " ucap Sandy sambil terbangun dan meninggal Willy.
"lah aku salah apa? kenapa mereka berdua ninggalin aku" tanya Willy
"aaahh nasip nasip"
sementara di luar
"hik, , ,hik, , ," Sisil menangis di sudut rumah.
Die meratapi dirinya yang mungkin tidak akan bisa hamil lagi sejak keguguran yang di alaminya juga penyakit yang di deritanya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak berguna lagi jadi wanita , , hik , ,hik, , "
"mbak jangan nangis di situ,nanti setan yang di sana muncul lagi " celetuk Seseorang yang mirip dengan Sandy.
Sisil menoleh dan tak mendapati Siapa siapa di sumber suara,tiba tiba tubuhnya merinding ,dia menatap sekita,hanya hembusan angin yang menggoyang goyangkan pepohonan di dekatnya.
Sisil menghapus air matanya " iih , ,siapa yang bicara ya tadi " monolog sisil sambil celingukan.
"iiiih kok jadi serem sih " ucapnya lalu bergegas masuk.
Di kamar
Sisil hanya diam sambil bersandar pada ranjang .
"sil kita tidur di sini ya malam ini" tanya Willy sambil merapikan dirinya yang hendak tidur.
Willy memejamkan mata sambil menunggu jawaban Sisil,namun Sisil tak kunjung menjawab nya , membuatnya membuka matanya dan bangun lalu bertaya kembali.
"sil,kamu kenapa?" tanya Willy
Sisil buang muka,dia menangis tapi tak ingin Willy melihatnya,dia segera tidur dan memunggungi Willy.
"Aku ngantuk " ucapnya
Dari nada nya willy bisa tebak kalau dia lagi menangis" kamu nangis? " tanya Willy mendekat
Sisil hanya menggeleng ," sil,kamu ada apa? kalau ada masalah cerita sama aku,jangan kamu pendam sendiri ' jelas Willy
"cepat kasi tau aku ada apa?" tanya Willy lagi sambil memegang pundak Sisil.
Sisil kembali terisak ,dia menangis tersedu,melihat itu Willy sedikit kesal dan marah " sil, jangan diam gini,bicara makanya,jangan buat aku kaya orang bodoh yang bertanya tapi tak di jawab " kesalnya dengan sedikit membentak.
Sisil duduk dan memeluk Willy " maafin aku, , maafin aku" Tangisnya
"kamu kenapa sih? " tanya Willy melepas pelukannya.
"maafkan aku mas,aku bukan wanita seperti mantan istri kamu yang bisa memberi kamu keturunan dan aku juga wanita yang sakit sakitan yang tidak bisa melayani kamu layaknya seorang istri melayani suaminya" tangisnya
"Allahuakbar , aku pikir kamu kenapa? kenapa kamu berfikir seperti itu hah? "
" jangan pernah berpikir seperti itu sil,aku tidak suka," ucap Willy kemudian bangkit dan pergi.
"huuuu, ,. ," sisil menangis sejadi jadinya di kamar.
sedangkan di luar,Willy terlihat kesal dia memang masih tidak bisa melupakan apa yang di lakukan oleh Sisil,selama ini dia hanya kasihan pada Sisil ,karena hanya dia yang Sisil punya,dia terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkannya
dia begit galau dengan situasi saat ini,namun mau tak mau dia harus menjamin hidup sebagai suami Sisil dan bertanggung atas sisil.
***
__ADS_1
akhirnya author Bisa up malam ini, meski kepala masih nyut-nyutan sejak kemarin,doakan autor ya ,biar bisa up lebih banyak lagi... terimakasih
jangan lupa like ,komen ,n vote karya author ya...