Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 75 Rahasia Sisil dan pak jaya di Ketahun willly.


__ADS_3

POV author.


"Apakah aku harus menembak kaki kiri dulu?" tanya revin menyeringai.


satu


dua


tiga


"Aaark , , " teriak pak jaya


"DADYYYYYYY " teriak Sisil menjerit sambil menutup matanya.


Klek


klek


Tidak apapun yang keluar dari pistol itu


" Ckckck....ternyata aku salah ,bukan di sana " Revin sengaja bermain main dengan pak jaya .


huh


huh


huh


"Aku mohon,maafkan aku tu-an " ucapnya lagi memohon sambil mengatupkan tangannya


"Terlambat jaya " Revin berkata seperti itu sambil menarik pelatuk pistolnya.


DOR !!


"Aaaarh, sa-kiit " pak jaya menjerit kesakitan,lengan nya tergores pistol


"Daadyyy " teriak Sisil mendekati Dady nya.


"Si-iil , , maafkan Dady " ucapnya sambil memegang tangan Sisil.


"No dad, , jangan tinggalin Sisil dad " tangis Sisil sambil menggeleng.

__ADS_1


Revin menatap Sisil dari atas kemudian turun ke perut buncitnya.


Revin segera melempar pistolnya ke sembarang arah dan berbalik badan.


"Urus perempuan itu dan lapor kan laki laki bajingan ini ke polisi,jangan lupa bukti yang kalian punya " Titah revin pada yoga ,kemudian langsung melenggang pergi meninggalkan ruangan itu.


Yoga langsung menjalankan tugasnya,dia melapor pada polisi dan menyuruh anak buahnya menyeret Sisil.


"Kalian mau bawa gue kemana?" teriak Sisil saat dua bodyguard itu menarik tangannya


"Diam dan ikuti kami" ucap salah satu dari mereka


"Gak, gue gak mau" keukeh Sisil


"Yo, jangan bawa gue Yo" teriak Sisil menatap yoga


Yoga tidak merespon Sisil . " kalian urus tua Bangka ini " ucap yoga pada beberapa bodyguard nya yang tersisa.


Yoga berjalan keluar mengikuti anak buahnya yang menyeret Sisil,Sisil masih saja berusaha melepaskan diri tapi sayang tangannya tak sanggup karena dia terlalu lemah.


namun saat menuruni anak tangga,dia meronta kuat dan dengan sengaja menendang kaki salah satu bodyguard itu,hingga satu tangannya terlepas,kemudian mendorong yang satu lagi sekuat tenaga nya,tapi sayang saat dirinya hendak melarikan diri,kakinya terpeleset hingga membuatnya berguling ke bawah.


"Astaga" kaget yoga melihat sisil berguling ke lantai bawah.


yoga dengan cepat berlari dan membantu Sisil.


Sisil pingsan dan terlihat darah mengalir di bawahnya


"SIAL, ,bawa dia kerumah sakit " teriak yoga mengangkat tubuh Sisil dan membawanya ke mobil.


**


Di tempat lain, Diwa mendapat kabar jika ada perubahan rencana,dia di perintahkan untuk mengabarkan Willy tentang kejadian yang menimpa Sisil.


"Maaf pak,ada kabar buruk,mertua Anda di tangkap polisi dan istri anda di larikan ke rumah sakit " lapor Diwa yang kini lagi bersama Willy


"APA !!! " Willy segera menyambar jas,ponsel dan juga kunci mobilnya dan segera ke rumah sakit.


Mendengar kabar tentang mertua dan juga istrinya harusnya Willy senang,tapi entah kenapa dia merasa kasihan padanya,dia takut sesuatu terjadi pada anak yang di kandung Sisil,yah meski dia sudah tahu kalau itu bukan anaknya.


Willy teringat beberapa jam yang lalu, seseorang mengirim amplop coklat untuknya ,namun tidak ada nama pengirimnya,dan saat dia buka alangkah terkejutnya dia saat mengetahui isi dari amplop coklat itu.

__ADS_1


isinya foto foto Sisil bersama mertuanya,juga beberapa rekaman percakapan antara Sisil dan juga mertuanya.


Degh


Rasa sakit,benci,terkhianati,tertipu, kecewa,di bodohi bercampur jadi satu seperti nano nano yang rame rasanya.


Willy geram ,dia mengepal kan tangannya di atas meja sambil melihat dan juga mendengarkan satu persatu isi dari rekaman itu.


"Brengsek,jadi selama ini aku cuma di jadikan alat mainan mereka, Kurang ajar " geram Willy


"Aaark bajingan kalian," teriaknya sambil melempar benda apa saja yang di dekatnya


"Dit, ,maafin mas Dita " tangis Willy mengingat mantan istrinya.


Dia mungkin merasakan apa yang dita rasakan,di khianati dan di sakiti .


Diwa duduk dengan santai di kursi nya sambil memainkan kakinya dan menggoyang goyangkan kursinya sambil tersenyum mendengar kemarahan Willy melalui alat penyadap yang di pasang nya itu.


tak lama ponsel diwa berdering dan dia mengangkatnya,setelah itu dia memberi tahu Willy tentu informasi yang di berikan padanya.


**


Di rumah sakit Willy langsung ke ruangan di mana Sisil di rawat.


Lorong demi lorong di lewatinya namun belum menemukan ruangan yang di tempati istrinya,


"Mana sih " ucap Willy sambil celingukan mencari


"nah ini dia " ucapnya saat sudah di dapan kamar rawat Sisil.


saat dirinya hendak masuk,pintu itu terbuka dahulu di susul yoga dari dalam


"Yoga " kaget Willy


^^^Bersambung^^^


^^^next^^^


^^^penasaran?^^^


^^^kita beralih ke bab selanjutnya yuk^^^

__ADS_1


__ADS_2