
PoV author
"Dari mana saja kamu mas " tegur Sisil sambil bedecak di depan pintu kontrakan nya.
Willy hanya menoleh sebentar lalu masuk tanpa kata.
"Mas aku tanya sama kamu,budek kamu ya. ?" teriaknya
BRAK
Willy membuka pintu dengan keras sampai membuat Sisil terkejut,dia berjalan mengikuti Willy yang kini duduk di sofa ruang tamu .
"Kamu habis dari mantan kamu itu kan ,ngaku kamu mas " teriaknya lagi
"Bisa diam gak kamu?" jawab Willy
"Jawab dulu mas,kamu habis dari rumah pelakor itu kan?"
"DIAM Sisil , jaga bicara kamu ,mulut kamu gak pantas menyebut nya seperti itu " bentak Willy,dia merasa geram dengan sikap Sisil.
"Oh ,jadi kamu bela dia sekarang hah,tidak tau terimakasih " decak nya
"Apa kamu bilang,? yang tidak tahu terimakasih itu AKU atau KAMU nona SISILIA FERONIKA?"
"Oh ,sekarang kamu bisa bicara seperti itu setelah aku sudah tidak punya apa apa lagi ,"
"Yah,karena sekarang lah aku sadar,siapa kamu sebenarnya "
Adu mulut terjadi di kontrakan itu,Sisil masih tidak terima dengan keadaannya,dia juga tidak mau willy kembali dengan Adita.
DUR...!
DUR..!
DUR..!
__ADS_1
seseorang menggedor pintu mereka,"ADA APA !" teriak dua duanya .
"Cih,dasar Kekanakan,kalian warga baru sudah membuat keributan" tegur seorang nenek yang sudah bungkuk datang memarahi Willy dan Sisil yang di anggap sudah mengganggu ketenangan sekitar.
"Kalau kalian mau ribut,jangan di sini,lihat di sana mereka semua sedang menonton kalian ,tidak malu apa " nenek yang biasa di sebut nek bongkok itu masih saja memarahi Willy dan Sisil.
Willy dan Sisil menoleh,dan benar saja banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka ,karena pintu mereka tidak tertutup dan suara mereka sangat jelas sampai ke luar.
"maaf nek,saya tidak tahu " ucap Willy sopan
"Cih,dasar nenek tua " kesal Sisil kemudian masuk ke kamarnya dengan menghentakkan kakinya.
"Sisil yang sopan kamu " teriak Willy
"Bodoh amat " balas Sisil
"maaf ya nek,kami sudah membuat keributan" ucap Willy
"Ya sudah,lain kali kalian harus jaga bicara kalian ,di sini banyak orang " jelas nek bongkok kemudian pergi dengan tongkatnya.
Willy kembali ke luar,dan mengendarai sepeda motor pinjamannya untuk mencari pekerjaan.
**
Di rumah Adita .
"huh, akhirnya selesai juga " Sandy duduk dengan santai saat pekerjaannya telah selesai.
"minum dulu sand" ucap Adita menyodorkan segelas air dan sandy langsung meminumnya.
"oh ya gimana besok ? kalian akan shooting pertama di mana ?" tanya Sandy
"Ciyeee,, yang mau jadi artis " goda Didin ikut nimbrung.
"Didin, jangan ganggu nak Dita kaya gitu " sahut bik Marni
__ADS_1
"hehe ..maaf bik " jawab Didin cengengesan.
"Di mana Yo?" tanya Adita yang memang tidak tahu
"Bentar yoga cek email dulu " ucap yoga mengambil ponselnya dan mengecek email masuk.
"nih udah dapet tempatnya " ucap yoga memberi tahu titik maps yang di kirim crew.
"besok kalian pergi jam berapa? " tanya ayah
"pagi kayaknya yah,soalnya tempatnya juga gak terlalu jauh cuma 40 menitan dari sini " jawab yoga.
"ooh, , baiklah kalian hati hati nanti,jaga Dita buat ayah Yo " ucap ayah
"iya ayah, ayah gak minta pun yoga akan berusaha buat jaga Adita , semampu yoga "
"ciyeee, , cuit cuit, , lampu hijau kayaknya " ledek Didin
"Didin " tegur bik Marni
Mereka melewatkan malam dengan canda tawa,jika di rumah Adita lagi sedang bahagia ,berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di rumah Willy.
"assalamualaikum" sahut Willy yang baru pulang
"Kemana dia?" gumam Willy karena Sisil tidak menjawab salam dan tidak membukakannya pintu.
namun tak lama Sisil keluar dengan memegang perutnya
"Mas ,, ,aku laper "
^^^bersambung....^^^
^^^jangan lupa tinggalkan pesan kalian ya di kolom komentar,juga kasi jempolnya^^^
^^^terimakasih...^^^
__ADS_1