
PoV Yoga
Malam ini aku berkunjung kerumah sakit,saat aku berjalan di koridor rumah sakit mataku seperti menangkap sosok wanita idolaku.
"Lha, tu bukanya mbak author kesayangan akoh?" gumamku sambil mengucek mata seperti tak percaya
"Apa aku terlalu memikirkan wajah cantik itu? "
"Aah seperti nya iya aku lagi halu,sama kaya mbak itu yang selalu berhalu dalam setiap kata per kata dalam novelnya "
Namun sepertinya aku tidak bermimpi ataupun berkhayal,dia memang autor kesayangan ku,tapi kenapa dia di rumah sakit ini? siapa yang Sakit? entahlah,yang pasti saat ini aku masih memperhatikan dirinya yang berjalan semakin dekat denganku namun tak menyadari keberadaan ku,
Tepat jarak 5 meter aku melihat gelagat yang tak biasa,dia memegang kepalanya sepeti pusing,aku segera berlari,
"Mbak" panggil lalu memegang tangan dan bahunya akhirnya dia pingsan di pangkuan ku
"Astagfirullah, , mbak bangun..! " guncangku pada tubuhnya.
segera ku bopong tubuh ideal itu ke UGD dan memanggil dokter untuk memeriksa nya,dan perasaan ku sangat lega saat dokter berkata dia baik baik saja hanya kecapekan.
ku pandangi tubuh yang terbaring di brangkar rumah sakit itu ,ada rasa yang berbeda setiap memandanginya.
"Haish kenapa dia begitu menggoda "
"Rasanya ingin aku kunyah mentah mentah"
aku bergumam sepanjang menit berganti jam menunggu bidadari ku membuka mata.
"Apa aku coba saja cara pangeran membangunkan putri tidur yaa?" entah ide dari mana aku memikirkan hal seperti itu
aku beranjak dan mendekatinya,berdiri di sampingnya tertidur membuat jantungku berdetak cepat,seperti sedang bermain drum.
"Mbak..!"
"Mbak..!"
ku panggil namanya berkali kali,namun tak mendapatkan respon,
ku dekatkan wajahku kewajahnya, sangat cantik di tatap dari dekat,memonyongkan bibirku agar bersentuhan dengan bibirnya,kini jarak kami hanya beberapa sentimeter saja,bahkan nafas teraturnya bisa ku rasakan panas menjalar keseluruhan organku,
"Baiklah mbak,aku bantu agar cepat sembuh ya" ucapku dalam hati sebelum mencoba trik baru
namun saat bibir ini berjarak hingga satu sentimeter mbak Ditami membuka matanya dan sangat terkejut hingga mau berteriak
namun segera aku tutup bibirnya menggunakan tangan.
UPS
"Sttt, , ,mbak jangan ribut di sini ya, ,aku jelaskan nanti ,tapi janji jangan teriak oke" ucap mu menenangkan nya,
Dia mengangguk dan aku mencoba melalepaskannya.
"Kamu mau ngapain saya hah?" tanya nya saat ini sudah duduk.
aku gelagapan tak bisa menjawab meski aku tahu jawabannya,menatap kemarahan dari wajahnya membuatku bergidik ngeri.
__ADS_1
"Eeh ..anu mbak..tadi saya___"
"Kamu cari kesempatan dalam kesempitan ya" tebaknya
"Astagfirullah mbak,jangan sembarang gitu, "
"Terus apa,? orang bibir loe monyong gitu tadi mau cium gue"
ucapnya lagi
"Hehe, , mbak maaf ya tadi aku kira dengan mencium mbak mbak Bisa bangun dari tidur panjang mbak" ucapku
dia terlihat terkejut
"Apa kamu bilang, tidur panjang? " ucapnya mengulang dan aku mengangguk
"Loe kira gue putri tidur apa,di bangunin pake cara ritual ciuman aja segala,"
"Mia, ,mana Mia? " tanya nya
"Mia siapa mbak " tanyaku
"Mia anakku mana? ini jam berapa ?" ucapnya panik dan langsung menarik tangan kiriku untuk melihat jam.
"
"Astagfirullah, , ini sudah jam 2 malam,berati aku di sini hampir 3 jam ?" ucapnya dan aku kembali mengangguk.
"Aku harus pergi" ucapnya lagi sambil turun dari ranjang.
Dia terhuyung dan aku langsung menangkapnya.
"kapan kamu bilang begitu?" Jawabnya singkat
"eh iya ya aku belum kasi tahu " gumamku "kan tadi aku kasi tahu,mbak harus istirahat dulu" ucapku.
"bodoh amat lah, , sana minggir" ucapnya menerobos tubuhku
aku terdiam menatap punggung itu hilang di Balik pintu,namun aku sadar aku harus mengikutinya sampai ia benar benar masuk ke dalam ruangan tujuannya,
"Eeh mbak tunggu,," panggilku
dia menoleh namun tak menjawab malah langsung berlari,
aku mengikuti nya sampai di ruangan yang dia tuju,aku lega dan memutuskan untuk pulang,namun suara tangisan bayi membuatku menghentikan langkahku.
Howek
howek
howek
dia terus menangis,dan aku memberanikan diri untuk mendekat dan masuk ke dalam ruangan itu
"Sssh, , sayang ini mama sayang,,tenang ya..!" ucap mbak Tami
__ADS_1
ku panggil dia Tami ,itu hanya aku yang boleh memanggil nya sepeti itu,jika orang orang memanggilnya seperi itu maka aku akan mencari nama lain untuk memanggil nya sebagai panggilan sayang ..hehe
"Bik,kenapa Mia nangis terus " tanya nya pada seorang wanita yang usianya kisaran 50 tahunan
"mungkin dia lapar,tapi gak mau minum susu ini" jawab wanita paruh baya itu
"ya sudah bik,Dita aja yang susui,tapi maaf ya Dita gak jadi beli makanan tadi ditaa___" dia berjalan hendak ke kursi untuk menyusui anaknya,dia terus bersuara sambil membuka setangah baju atasnya dan membuka pabrik susu nya,namun ia menghentikan ucapannya saat menatap aku dengan wajah terkejut.
"Hei,ngapain kamu di situ,?" tanya nya dan langsung menutup dadanya yang lagi di susui oleh buku yang terdapat di meja sofa.
Aku pun sama terkejutnya melihat benda bulat yang berperan sebagai alat produksi susu alami itu,begitu indah di mataku meski sedang di emuti bayi kecil itu,
"Arkh ingin aku yang menggantikan posisi bayi itu " gumamku masih tak berkedip
"Hei mata lu di jaga, , jangan sembarangan liat" ucap wanita paruh baya itu dan langsung menjewer telingaku
"Aaw. .aww..ssh..sakit Mak sakit" ringisku saat tangan wanita itu menarik sedikit keras telingaku
"Gue bukan emak elo tong'" jawabnya
Mbak Tami akhirnya tertawa melihat ku seakan anak kecil yang lagi di marahi emaknya karena maling buah tetangga.
"Hehe,gitu dong bidadariku yang cantik, tersenyum kan kakang senang lihatnya " ucapku mengedipkan mata dan ibu ibu paruh baya itu pun menatap kemana tatapanku
dia melepaskan tangannya dari telingaku,ku usap telinga ku yang terasa panas akibat jewerannya itu,
"siapa loe?" tanya nya
"Akuu____"
"Dia yang bantu Dita tadi bik,tadi Dita pingsan di luar dan dia yang bawa Dita ke ruang UGD,dia juga yang temani Dita di sana sampai sadar" jawab mbak Tami
Uurhkk akhirnya aku ada kesempatan berada di ruangan ini lebih lama dan mencari tahu apakah mbak Tami ku ini masih bersuami atau sudah bercerai,karena sejak pertama bertmu aku tak pernah melihat suaminya,bahkan di saat tengah malam begini.
"Benar begitu,,?" tanya wanita paruh baya itu.
"Benar mak,apa yang di katakan bidadari ku ini sangat benar" jelasku
"Bidadariku,? " ucap wanita itu mengulang
"Hehe,nanti aku jelaskan ya Mak"
"Panggil bibik,sama seperti nyonya Adita panggil bibik" ucapnya
"oh iya,, baik bik"
"berbalik loe" ucap Tami
aku pun sangat patuh dan berbalik,
"Sudah" ucapnya dan aku langsung membalik badan mencari keberadaan nya ternyata dia menyuruhku berbalik untuk melepas anaknya dari pabrik itu,kini ia sedang menidurkan Mia anaknya ke ranjang pasien nya.
"bapaknya mana?" tanyaku membuat keduanya bungkam
***
__ADS_1
next
ketemu di bab selanjutnya.