
PoV Adita
Bugh
ku tutup pintu mobil dengan keras,ku tatap ke Luar jendela,mas Willy masih menatapku dalam diam,dia tak berusaha mengejar ku ataupun menyapa Mia anaknya..
"Kejam kamu mas" gumamku
"Meskipun aku sudah merubah penampilan ku,kamu masih sama tidak perduli lagi denganku "
Aku pun kembali ke rumah dengan perasaan hancur, sehancur hancurnya.
Di jalan pulang,aku tak sengaja melihat wanita paruh baya yang sangat aku kenali,Mama.
Mama sedang bertengkar saling tunjuk dengan seorang wanita yang tidak ku lihat wajahnya karena memunggungi ku.
Tin
tin
Mama menoleh,ada raut keterkejutan dari wajahnya melihatku berhenti di depannya,dan wanita itupun segera menoleh
Degh
"Ajeng,ngapain dia sama mama?" gumamku melihat Ajenglah Yeng bertengkar bersama mama di pinggir jalan.
"Ma,,ngapain mama di sini? " tanyaku
"Eeh___
"Kebetulan kamu di sini,Dengar ya Wanita ini sudah menipuku mentah mentah" jelasnya
"Maksud kamu apa?"
" Mama mertua kamu ini suda__"
"Dita,jangan kamu dengarkan apa yang dia ucapkan,Dia hanya sakit hati tidak bisa merebut Willy dari kamu" jelas mama
"Gak,itu bohong,dasar perempuan licik,pintar skali kamu bersandiwara di depan menantu mu ini" ucapnya
Aku semakin bingung di buat nya,bukankah mama selama ini sangat mendukung hubungan mas Willy dengan Ajeng,? bahkan dia juga sering meminta mas Willy untuk menemani Ajeng dulu saat aku hamil?
"Dita,ayok kita pulang saja,mama gak mau kamu terpengaruh oleh anak sialan ini,anak tidak tahu diri" mama berbicara dengan menarik tangaku meninggalkan Ajeng,namun Ajeng segera menghentikan kami
"Yang harusnya kamu hindari itu dia Adita,bukan saya,saya hanya korban dari wanita licik ini,andai kamu tahu siapa wanita ini sebenernya,pasti____
"Jaga bicara kamu,apa urusanmu dengan keluarga saya,kamu bukan siapa siapa,jadi saya sarankan jangan pernah ganggu saya maupun keluarga saya lagi,termasuk Menanti saya" ucap mama
"Apa,? menantu, .,mama memanggilku menantu?" gumamku senang,aku terkejut akhirnya mama mau mengakuiku sebagai menantunya.
"Appa? hahaha menantu, , menantu yang man____" lagi lagi ucapan Ajeng langsung di potong oleh mama
Tapi apa maksudnya Ajeng, menantu yang man__? aku tak mengerti
"Cukup,saya sudah muak sama kamu,Dasar sinting," mama masih meneriakinya sebelum menarikku masuk ke dalam mobil.
Bugh.
__ADS_1
mama menutup pintu mobil dengan keras,Di luar Ajeng masih saja meneriaki mama
"Hei wanita jahat,ingat ya saya akan balas semua penghianatan kamu,saya akan balas perbuatan mu ,kamu pasti akan menyesal__"
Mama menutup kupingnya" Dita,jalan , , mama gak mau dengar wanita gila itu lagi,sakit kuping mama " ucap mama.
Akupun patuh dan melajukan mobil dengan sedang,
Hening,dalam mobil itu hanya hening,mama maupun aku tak mau membuka suara,setelah beberapa saat
"Maa" akupun mulai berbicara
"Hmm" hanya itu jawaban mama..matanya mentap ke luar jendela.
"Mama gak kangen sama Mia?" tanyaku
mama terlihat terkejut dan menatapku " Mia? di mana dia? mama kangen " ucap mama berbinar-binar.
"Tuh di belakang,lagi tidur" ucapku mengarahkan pandangan dengan ujung mata.
Mama menoleh, "sayang, , Oma kangen,cucu oma sudah besar sekarang" ucapnya menoleh kebelakang.
"Maa" ucapku lagi
"Iya"
"Maaf kalau Dita lancang? mama ada masalah apa sama Ajeng?" tanyaku sedikit takut
Mama memalingkan pandangannya dari Mia ke aku," Dia penipu " ujar mama
"penipu.?" tanyaku mengulang
"apa yang dia inginkan dari mama?" tanyaku
"Willy, dia dari dulu sudah sangat mencintai Willy," ucapnya
Degh
Mendengar kenyataan mas Willy sangat di cintai seorang wanita sampai melakukan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan membuat ku ngeri,bahkan sakit hati,bagaiman tidak,suami kita sendiri di cintai orang yang jauh lebih cantik dan lebih segala galanya dariku ,membuatku merasa tidak pantas buat mas Willy.
"Dita,sudah kamu gak usah pikirkan lagi,dia sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dengan Willy!" terangnya
"Tapi ma,maksud dia tadi tentang istri mas Willy,maksudnya apa? istri mas Willy yang man___ itu maksunya apa ma?"
"eee , ,itu , ,annuu, , man--ja, , iya manja,dia sering bilang kalau kamu itu sangat manja" jelas mama membuatku merasa ragu dengan jawaban itu
memang dulu mama sring mengatakan ku manja,tapi kali ini aku rasa itu bukan jawaban yang sebenernya, entahlah hatiku merasa ragu,namun aku ingin memang itu jawaban nya.
setalah mengantar mama pulang aku pun langsung pulang, aku sempat mengajak mama pulang kerumah,tapi katanya "Eyang gak ada yang jaga"
jadinya aku hanya mengantar mama kerumah Eyang dan mampir sebentar melihat keadaan eyang,eyang memang Baik dia sangat sayang sama ku dan Mia.
Malam harinya.
Malam ini ku lalui dengan kesendirian lagi,ku tarik nafas dalam dalam untuk menghirup udara di luar,aku masih berdiri tegak di balkon kamarku,
Cklek
__ADS_1
Aku menoleh,aku tersenyum kecil
"Ingat pulang?" tanyaku tanpa menolehnya
"Dita,mas minta maaf" ucapnya lirih
"maaf buat apa ya?" tanyaku sengaja
"Mas tahu kamu marah sama mas" ucapnya terdengar semakin mendekat.
"tidak,aku tidak marah,Kamu bekerja buat aku dan Mia bukan bersenang senang di luaran sana "
"aku hanya mencoba memaklumi saja"
mas Willy tiba tiba memelukku dari belakang,entah rasa ini kembali ku rasakan sejak kapan terakhir kali,aku biarkan mas Willy memelukku dan mencium tengkuk ku.
"Maas, , aku capek mau istirahat," ujarku menolak
Segera ku masuk kamar,dan duduk di kursi riasku,mengambil laptop ku dan mulai menulis.
"Katanya capek? mau istirahat?,kok malah main laptop sayang " ucapnya seolah tak ada masalah apapun
"Aku capek kamu bohongi,aku mau istirahat untuk di sakiti!" ucapan itu mampu ku lontarkan dalam hati saja.
enggan menjawab,mas Willy kembali bertanya " Dita,apa kamu tahu seorang wanita tidak baik mendiamkan suaminya?"
Ku tutup laptop ku dan berbalik arah, melihat mas Willy dengan telanjang dada, memperlihatkan otot perutnya yang berbentuk roti sobek,dia mendekat dan meraih wajahku,
aku menengadah ke arahnya tanpa suara.
" Mas kangen " ucapnya kemudian menciumi keningku Turun Ke mata,lalu ke pipi dan terkahir ke b1b1r.
Aku diam,aku tak membalas,setelah sekian lama mas Willy tidak menyentuhku baru kali ini dia dengan perasaan menyentuh bahkan menciumiku layaknya bayi yang baru lahir.
"Mas lapar " bisiknya
aku hanya diam namun mas Willy memulai aksinya,
Ddrrt
Dddrrrtt
Mas Willy mengehentikan kegiatannya yang baru akan di mulai ,dia beranjak dari tempat tidur tanpa sehelai benangpun
"Hallo..."
"____"
"Apa? baiklah saya akan segera kesana" ucap mas Willy
Dia menoleh,dan
"Sayang,maafkan mas ya,besok mas janji akan pulang cepat untuk kamu,saat ini mas harus kembali ke ____"
"KANTOR, , ? ATAU RUMAH SELINGKUHAN KAMU ??"
***
__ADS_1
next
ketemu di bab selanjutnya