
PoV author
Bagai di sambar petir,Willy begitu terkejut dengan apa yang di dengar nya dari keponakan nya,orang yang di anggap akan mengeluarkan mama nya ternyata adalah orang yang saat ini sedang memproses hukuman mamanya.
"Sandy,jangan bercanda kamu? "
" Maaf pak Willy,saya hanya menjalankan tugas" jelas Sandy
"brengsek loe ,kurang ajar" teriak Willy ingin menghajar Sandy,namun di urungkan karena dia ingat bahwa dia di kantor polisi.
"Komandan,tugas saya sudah selesai,saya permisi" lapor Sandy
Sandy pun meninggalkan Willy dan juga Mak lampir dengan rasa berat hati.
di luar,Sandy melaporkan tugasnya telah selesai pada atasannya.
"boy Erland,tugas saya sudah selesai," lapornya
"Bagus,kamu bisa liburan setelah ini,bonus kerja kamu sudah saya transfer" jawab Erland di seberang sana
"Terimakasih boy" ucap Sandy langsung mematikan ponselnya,kemudian membuka pakaian nya dan segera mengganti nya dengan pakaian rumahan seperti orang biasa,mobil pun kini sudah berganti warna dari hitam ke warna kuning,juga flat nya sudah berganti secara otomatis.
"Akhirnya liburan juga guee, , ,yeeeeeee" teriak sandy kegirangan.
selama bertahun tahun dia menjadi detektif handal,sekarang tiba saatnya dia menjadi dirinya sendiri tanpa harus menyamar menjadi orang lain.
sebelum itu dia sempat mengabarkan aki nya atas Tertangkap nya Mak lampir,
"aki,Sandy sudah berhasil,dan nek lampir sudah di proses"
"Kamu hebat sand,aki bangga sama kamu "
"tapi, , apa tidak mengapa ki?"
__ADS_1
"Jangan merasa tidak enak Sandy,itu tugas mu."
"Baiklah aki,sandy besok akan berkunjung "
"datanglah,aki tunggu" .
*****
Di Pusat perbelanjaan,Adita juga bik Marni sedang berbelanja dengan membawa kereta bayi.
"Bik ini sangat lucu buat Mia" ucap Dita
"Iya,lucu banget,pasti Cocok di pakai Mia"
"Ya sudah kita ambil ya " ucap Adita menaruh stelan anak yang sangat lucu untuk mia,
Setelah membayar,mereka kembali berjalan namun secara tak sengaja Adita menyenggol seseorang.
Bugh
"Aduh,maaf maaf, , " ucap Adita
"Tidak apa,permisi" ucap wanita yang di tabrak itu.
wanita itu pun langsung pergi menjauh,Adita dan bik Marni saling pandang dan mengangkat bahu.
"Ya sudah ayok kita belanja sayur dulu" ajak bik Marni
"iya bik" jawab adita
namun saat Adita hendak melewati mesin otomatis,tiba tiba mesin itu berbunyi,menandakan bahwa ada barang yang belum di bayar yang ikut di bawa keluar,sontak membuat Adita dan bik Marni terkejut.
"Astagfirullah" ucap keduanya
__ADS_1
tak lama pak satpam datang, "Serahkan tas kalian,biar kami periksa" ucap salah satu satpam itu
sementara banyak orang yang melihat kejadian itu, menyangka bahwa Adita hendak maling.
Adita dengan pasrah memberi tas juga ponsel mereka untuk di periksa.
"Periksa cepat" ucap salah satu security itu.
"Pak tapi saya tidak membawa apa apa dari sana" bela Adita
"Mohon ibu untuk diam ya,biarkan kami memeriksa tas kalian"
bik Marni hanya diam dan memperhatikan sekitar,merasa ada yang tidak beres,sudut matanya menangkap Seorang yang di duga telah membuat kekacauan dengannya.
"Anak ingusan '" gumam bik Marni
di saat itu pula,pak security mendapatkan sebuah pakaian di dalam tas Adita.
"Apa ini buk?" ucap security itu dengan mengeluarkan barang bukti.
"Pak tapi bukan saya yng punya itu" kekeh Adita
"Jelaskan di kantor" ucap pak polisi itu.
"Gak,saya gak mau,orang saya gak salah juga" teriak Adita melawan.
"Diam buk,silahkan ikut kami" ucap nya lagi
Adita bingung dan langsung mengikuti arah security itu,hingga akhirnya langkah kaki mereka terhenti saat seseorang dengan lantang mengatakan mereka tidak salah
"Lepaskan dia," teriak seseorang
next
__ADS_1
Terimakasih readers ku.
semangat ngehalu