Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 89 Sisil pingsan.


__ADS_3

POV Adita


"nak Dita? ada masalah?" tanya bik Marni menghampiriku.


dia duduk di kursi sebelahku dan menatapku dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Tidak bik,aku hanya merasa tidak enak badan saja " ucapku


Rasanya menunggu yoga yang tidak sampai setengah hari itu seperti menunggu berbulan bulan lamanya.


"kamu sepertinya gelisah nak" ucap bik Marni lagi


"ah masa iya bik, ,Dita gak apa apa kok,hanya kurang enak badan saja " ucapku


"nak ,bibik sudah lama tinggal sama kamu,bibik tahu kamu "


Aku menatap bik Marni sebentar. " apa aku cerita sama hik Marni apa yang membuatku kepikiran?" tanya ku dalam hati.


"ya sudah kalau kamu gak mau cerita tidak apa apa,tapi jika ada apa apa jangan sungkan ya sayang " ucapnya


beranjak.


"eh bik tunggu, , "


bik Marni tersenyum dan kembali duduk ." ada apa? " tanya bik Marni


"Bik,tadi Dita ketemu sama mas Willy, dan benar mas Willy bangkrut dan kini bekerja sebagai pengantar catering " ucapku


"Aku sempat bicara sama mas Willy,dan dia menceritakan apa yang bik Marni katakan ,dan semuanya benar bik,dia mengakui semuanya dan mengiyakannya."


"terus apa yang membuatmu kepikiran seperti ini,apa kamu masih mengharapkan Willy?" tanya bik Marni membuatku terkejut,kenapa bik Marni bisa mengatakan hal seperti itu.


"bukan bik,aku memang sudah memaafkan mas willy dan semua kesalahannya, aku bahkan tidak pernah kepikiran untuk kembali sama mas Willy,yang membuat aku jadi kepikiran saat mas Willy curiga kalau yoga adalah seorang mafia" jelasku.


aku bingung dengan sikap bik Marni yang tidak terkejut sama sekali." bik Marni tidak terkejut?" tanya ku sambil menatapnya


"kamu percaya?" bukannya menjawab bik Marni malah bertanya balik


"entahlah bik,aku bingung ,akhir akhir ini banyak yang membuatku merasa yoga menyembunyikan sesuatu dari ku "


"kamu suka sama nak yoga?" tanya bik Marni


pertanyaan bik marni membuatku mengingat kecupan singkat siang tadi,aku tidak menolak ,apakah aku mulai menyukainya?


"Entahlah bik,saat aku mulai nyaman berada didekatnya ada banyak yang membuatku ragu dengan perasan ini,"


"ragu? " tanya bik Marni mengerutkan keningnya.


"iya bik,aku takut jatuh cinta lagi,takut jika aku suka sama yoga dia malah bermain main,juga aku belum siap jika begitu banyak hal yang belum aku Ketahui darinya " jelasku lagi yang memang bingung dengan perasaanku.

__ADS_1


"ikuti kata hatimu nak,jika kamu merasa nyaman di dekat yoga , dengarkan penjelasannya dan bicarakan baik baik kemana arah hubungan kalian " ucapnya lagi


" bibik mau tanya? apa yang akan kamu lakukan jika sekiranya yoga benar seorang mafia?" pertanyaan bik Marni membuatku galau.


akupun tidak tahu apa yang harus aku lakukan.


"aku belum siap kayaknya bik, aku takut " ucapku


"apa yang kamu takutkan?"


"bukankah kehidupan sebagai mafia itu sangat mengerikan? aku takut kehilangan untuk kedua kalinya " ucap ku mulai menitikkan air mata.


Yah aku takut jika akan jatuh cinta dan kehilangan cintaku untuk kedua kalinya.


aku memang tidak tahu banyak tentang mafia ,yang aku tahu hanyalah kekejaman dan juga Rasa siap kehilangan kapan saja.


" kamu takut kehilangan yoga?" tanya bik Marni


aku sadar secara tidak langsung aku mengakui jika aku memang suka sama yoga.


"bik, apa aku salah , ,huuuuu " akhirnya tangisku pecah


kenapa di saat aku merasa sudah bahagia mendapatkan pekerjaan yang bagus dan mulai membuka hati untuk orang lain,malah masalah menurutku semakin besar,apa aku sanggup hidup dalam kekhawatiran setiap saat? entahlah .


bik Marni memeluk ku mengusap punggungku dengan pelan," sayang ,tidak semua yang kamu khawatir itu merupakan sebuah kenyataan dan kamu tidak salah sama sekali kalau kamu memang suka sama yoga "


"Dengar dulu penjelasan yoga ,baru kamu simpulkan,dan apapun keputusan kamu ,bibik akan selalu mendukungmu" jelasnya membuatku sedikit lega.


Akupun memutuskan untuk menunggu yoga datang dan memberiku penjelasan dengan sabar ,sementara itu aku mengajak Mia untuk bermain main di depan rumah.


***


PoV author


Di tempat lain , Sisil tiba-tiba merasakan sakit di perutnya setelah beberapa beberapa waktu lalu mengalami gatal gatal pada intimnya.


"Aduh, , aduh, , perutku sakiiiitt, , " ringisnya kesakitan


Dia mencoba berjalan dengan berpegang pada tembok,mencari ponselnya untuk menelpon Willy.


Ddrrtt


Tidak ada jawaban.


"aaawww , , sssh Willy kamu di mana sih, aduuh sakit bangeeeettt " Sisil menangis sambil memegang perutnya di lantai.


pandangannya berkunang kunang,semakin lama semakin samar dan akhirnya semua gelap gulita.


PoV Sisil

__ADS_1


Sisil


Sisil


Pelan pelan ku dengar suara seseorang memanggilku,namun aku tak dapat memastikan suara siapa itu.


pelan tapi pasti suara itu semakin dekat dengan telingaku,ingin rasanya aku meraih suara itu tapi apalah daya ku semua terasa berat,berusaha membuka mata yang terpejam tapi tetap tidak bisa,yang ku dengar hanya suara kekhwatiran seseorang yang masih setia memanggil namaku.


"Bagaimana keadaan istri kamu Willy" tanya seseorang yang tidak ku Ketahui siapa itu


"belum sadar mang Udin ,kata dokter penyakitnya semakin parah,apa yang harus aku lakukan ?" tanya Willy pada seseorang itu.


Degh


aku terkejut mendengarnya ,ingin ku tanyakan penyakit apa itu ? tapi Mulut ini tak mampu untuk berkata apapun,sebisanya aku berteriak tapi tidak bisa,hingga aku pasrah apapun yang terjadi padaku,aku hanya bisa mendengar apa yang di katakan orang di sekeliling ku.


"kamu yang sabar ya,semua pasti ada jalan keluarnya " ucapnya lagi


"iya mang , ,oh ya mang makasi ya sudah membantuku untuk membawa Sisil kerumah sakit,kalau mang Udin mau pulang silahkan saja ," ucap Willy lagi


"ya sudah kalau begitu,aku pamit ya,kallau ada apa apa kamu telpon saja " ucap seseorang yang di sebut Willy mang Udin.


Hening,semua gelap dan terasa dingin,


"Ya tuhan, apa yang terjadi padaku ,aku takut,aku takut" aku menangis sambil berteriak tapi tidak ada satu orang pun yang datang menghampiri ku,


cukup lama aku diam dalam sepi ,hingga tiba tiba aku mendengar suara seseorang yang membuka pintu.


"Sisil, bangun ada tamu "


suara Willy membuatku tenang,aku tidak sendiri lagi ,tapi apa yang dia katakan tadi,ada tamu? siapa di?


"Sil, ini aku Adita,kamu yang sabar ya,aku tau kamu kuat ,kamu bisa melewati ini semua dengan sabar dan ikhlas "


Degh.


Sial, kenapa wanita pelakor ini ada di sini? berani beraninya willy membawanya kemari.


"pergi kamu pelakor,pergi," aku berusaha teriak tapi tetap tidak bisa.


aku tidak terima wanita pelakor itu ada di sini,sebisa mungkin aku menggerakkan tangan dan kakiku juga mulutku tapi tetap tidak bisa.


"aku tidak tahu dit,apa yang harus aku lakukan ," ucap Willy


"kamu yang sabar ya" ucap Adita


"Sebaiknya kamu mengaji di sampingnya mas,semoga dengan mengaji dia bisa sadar kembali " ucapnya sok suci


"ciuh aku tidak butuh saranmu ,aku hanya ingin kamu pergi wanita ******,pergi "

__ADS_1


aaarkh sial sekali ,kenapa tubuhku terasa berat dan tidak bisa berfungsi,ada apa denganku.


***


__ADS_2