Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 22 Kemarahan Willy


__ADS_3

(PoV author)


PLAK


PLAK


"jadi ini yang kamu lakukan di belakang mas Dita?" teriak Willy menampar wajah mulus Adita


Adita menangis sesenggukan melihat banyak foto berserakan di bawah lantai,itu adalah foto dirinya dengan seseorang di sebuah kamar ,Adita terlihat sedang tertidur dengan memeluk lelaki itu.


"Mas,aku gak seperti yang kamu bilang mas," teriak Adita mencoba menjelaskan


"Alah,Mana ada maling ngaku,kamu tu ye sekali nakal tetap saja tidak bisa berubah," bukan Willy yang teriak melainkan buk Mala ibu dari Willy.


"Ma,percaya sama Adita ma,Adita gak tahu kenapa ada Adita di foto itu" teriak Adita lagi masih menangis di bawah lantai


"Sok suci kamu,jelas jelas kamu yang memeluk laki laki bajingan itu,sekarang kamu mengelak?" sergah Willy lagi


"Hik, ,hik, , aku bersumpah mas ,aku gak tahu! " Adita masih membela dirinya dengan mengatakan dia tidak tahu,


"Aaark, , " Willy mengusap kasar wajahnya sambil menunduk dan berteriak.


dia mendekat dan langsung mencengkram kuat rahang Adita ,hingga Adita hanya bisa mendongak dan menatap wajah marah suaminya,adita menutup matanya seakan takut melihat tatapan membunuh dari Willy.


"Cepat katakan,sejak kapan kamu menjadi wanita Rendahan" ucap Willy di depan muka Adita.


DUAR


Rasa kecewa dan juga marah pada Willy jadi satu,ia seakan tak memberi Adita kesempatan untuk menjelaskan , Adita di hujani dengan berbagai pertanyaan yang sangat menyudutkan dirinya.


"Atau jangan jangan anak ini bukan anakku,"ucap Willy


Buumm


ucapan Willy seakan seperti bom meledak di hati Adita,ia tak menyangka hanya karena sebuah foto yang belum tentu kebenarannya,ia tega berbicara seperti itu dengan Adita.


"Cukup mas,!!! aku sudah bilang bukan ,kalau aku tidak tahu apa apa tentang foto itu,aku di jebak masa" banyak Adita pada Willy.


"Aaaarkkk , , " teriak Willy kembali mendorong tubuh Adita yang masih duduk di lantai itu


"Makanya jadi orang harus bersyukur, apapun yang suami kamu lakukan jangan ikut campur, tidur saja di rumah,makan minum gratis!!! ucapan pedas Mertuanya juga sangat menyakiti hatinya.


mereka semua meninggalkan Adita sendiri.


"Huuuuuu, , huuu, ,. ,apa salahku sama kalian!" jeritnya


Setelah beberapa saat Adita bangkit dan langsung menuju kamarnya,namun kamar di tutup dari dalam


"Mas, buka " pintanya


namun tak mendapatkan jawaban


"mas,jangan kunci pintunya,Dita tidur di Mana kalau di kunci" teriak Adita namun masih tak mendapati respon dari Wily.


Adita akhirnya menyerah, sedikit rasa keram di perutnya,ia berusaha berjalan ke kamar tamu untuk ia tempati malam ini.

__ADS_1


"Ssshhh " jerit Adita masih merasa kan sakit di Perutnya


"Sayang kamu kuat ya" ucap Dita menyemangati dirinya .


ia terus berjalan sampai akhirnya dia Sampai di kamar tamu.


"Mending aku istirahat saja, " ujar Dita.


sebelum dia benar benar tidur ia menelpon Rama,untuk menanyakan kejadian sebenarnya.


"Iya Dit?" sapa Rama dari seberang sana


"Lo bisa jelaskan kenapa gue bisa di culik?" tanya Adita


"Gue gak tahu dit, yang pasti aku sudah tidak menemukan kamu di sana dan aku melihat arah CCTV di caffe itu mknya aku cari tahu lewat sana kemana kamu di bawa" jelas Rama.


"baiklah jika begitu" ucap Dita mematikan ponselnya.


",Kok gue merasaa ada yang tidak beres ! "gumam Adita


Sejak saat itu,Willy mulai berubah dingin pada Adita dan dia sering bersenang senang di luar sana dengan wanita lain


( PoV Adita )


hingga beberapa bulan kemudian ,tepat saat anak aku baru 40 hari,aku mendapati ponsel suamiku sedang berdering,


"Mas ada telepon " teriakku


dia masih di kamar mandi,namun Willy tidak menjawab.


"Angkat aja kali ya,siapa tahu penting" ucapnya


"Sesaat aku ingin mengucapkan Hallo, Seseorang dari ponsel itu menjerit seakan mendesah


"Mas, aku hamil" ucapnya langsung sebelum aku mengucap kan sepatah kata pun"


JDAAARRR


Bagai tersambar petir di siang bolong,hatiku hancur sehancur hancurnya mendengar suara manja itu tepat di telingaku,hingga tak sadar aku menjatuhkan ponsel itu,ke atas ranjang,untung saja di atas ranjang,tidak di lantai,bisa bisaa ponsel itu hancur kalau aku jatuhkan seperti itu .


seketika ponsel itu mati,dan aku masih tak bergeming dari sana dengan tatapan terkejut dan menitikan air mata


"Dit,kamu kenapa? lho kok ada ponsel mas di sini, perasaan tadi di meja" ujar mas Willy mendekati ku.


"Siapa wanita itu mas?" ucapku sambil mengusap air mataku di pipiku.


"Maksud kamu apa? mau nuduh aku seperti yang kamu lakukan dulu sama orang di hotel itu?" teriak mas Willy dengan penuh penekanan.


"Cukup mas aku sudah bilang ,aku ga tahu apa apa Soal itu" ucapku


"Lancang kamu ya membuka ponselku,bisa bisa aku muak sama kamu walau kamu istriku,ini privasi ku jangan pernah buka apapun di sini" bentak mas Willy .


dia menyambar ponselnya dan langsung melajukan mobilnya.


"mas kamu mau kemana?" teriakku

__ADS_1


namun tak mendapatkan sahutan dari mas Willy,


"Aaaarkh, , jahat kalian,anakmu baru lahir kamu masih tidak berubah mas" lirihku menatap bayi mungil tidur di ranjang bayi.


"Nak kita sabar ya,mama janji akan bahagia kan kamu sampai kapanpun" ujarku masih menatap keluar kamar


tak di sangka mama mendengar semua percakapan ku dengan suamiku,namun dia tidak mau tahu,dia malah berbalik ke kamarnya dan langsung menyambar tas belanjaannya.


beberapa jam kemudian,mereka pulang,aku tak menyambut mereka karena masih kesal dan marah dengan kelakuan mas Willy yang tak bisa adil.


"Gini cara kamu menyambut suami kamu?" hardik mama melihatku tak bergeming dari tempatku berdiri ..


hingga suara mama kembali terdengar menyakitkan di telingaku,


"Hei Dita, Sudahlah biarkan saja suamimu pacaran,toh juga tidak akan bisa sampai menikah" teriak mertuaku di depan mata kepalaku.


( lanjut di part 1 ya,biar gak merasa mengulang cerita yang sama di bab pertama )


memang sejak saat foto itu,Aku sering melihat mas Willy pulang larut ,tapi aku tidak mau menegur bahkan bertanya Habis dari mana,karena bagiku itu semua percuma dan mas Willy gak bakalan membela aku.


Beberapa hari berlalu,sejak kepergian ku saat pertengkaran dengan mas Willy dan mama.


Di kamar ini masih sama seperti saat aku meninggal nya sebelum menikah ,bunda memang tidak pernah berniat untuk merubah apapun,


"Bunda Dita kangen" tangisku sambil menatap wajah anakku yang malang ini.


"Kamu kangen bunda ya?" tanya ayah yang terlihat baru masuk ke kamar.


aku mengangguk dan ayah duduk di samping ku " bunda pasti lagi ikut sedih jika anaknya juga bersedih seperti ini" ucap ayah


yah,bunda memang sudah meninggalkan kami sejak beberapa bulan yang lalu,akibat penyakitnya yang tak kunjung membaik,


sampai saat kami sedang mengobrol sedikit, terdengar suara seseorang yang mengucapkan salam


"Waalaikumsalam" balas kamu bersama..


"Biar ayah yang lihat siapa yang datang!" ucap ayah


aku mengangguk


tak lama ayah datang dengan seorang pria yang sangat aku tidak ingin aku lihat saat ini


"Dita..!!" panggil mas Willy menatap ku dengan tatapan yang sulit di artikan


mas Willy mendekat dan ingin memelukku.


"STOP !!! "


next


ketemu di bab selanjutnya ya readers.


kalau ada kata yang salah,mohon di mengerti ya.


Novel ini hanya untuk menghibur saja ya,jika ada yang tidak sesuai dengan kenyataan,anggap ini halusinasi kita,hehe

__ADS_1


Happy reading.


__ADS_2