
PoV Adita
Cklek
"Sayang, , kamu sakit apa ? kok bisa pingsan?" ternyata mas Willy menghampiri ku dan terdengar dari nada bicaranya dia sangat khawatir.
Aku buang muka saat mas Willy duduk di samping pembaringan ku.
"Sayang hei, kenapa?" dia bertanya lagi
Terlihat bik marni meninggalkan kami,dia mungkin paham kalau aku dan mas Willy butuh waktu berdua.
"Dita!!" panggilnya lagi sambil memegang tanganku namun ku tepis karena merasa masih sangat kecewa.
Melihat mas Willy,membuat bayangan wanita itu bersama nya membuatku perih,ingin ku caci dirinya tapi ku tahan ,aku ingin melabrak mereka langsung agar mas willy tidak bersilat lidah lagi.
",Aku sakit" hanya itu yang mampu keluar dari mulut ini
"Iya kamu sakit ,sakit apa sayang,apa kata dokter?" tanya mas Willy
"Aku sakit hati mas,kamu selingkuh bahkan kamu sudah punya istri lain selain aku,jahat kamu mas, b14dap kamu," cercaan itu aku pendam dalam hati,ingin ku teriakkan agar mas Willy tahu isi hati aku.
bukanya menjawab pertanyaan mas Willy,aku malah bertanya balik " Apa ada yang kamu sembunyikan dari ku mas? " huh akhirnya kata itu keluar juga dari mulut ini
Mas Willy terlihat gugup dan memperbaiki duduknya agar tidak terlihat gerogi.
"Ma-maksud kamu apa?"
Aku berusaha tetap tenang menanggapi mas Willy saat ini,tanpa emosi,aku menempatkan diriku seolah tidak tahu apa yang di lakukan mas Willy belakangan ini.
"Aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu dariku"
"Menyembunyikan apa sih?"
"Kamu gak selingkuh kan?"
"Se-selingkuh gimana? ya gak-gak mungkin lah sayang,kamu Ini ada ada saja" ucapnya sedikit terbata
"Aku merasa aja,dua bulan ini perasaan ku tidak tenang,aku selalu gelisah dan merasa kamu berbeda dan sedikit berubah " ucapku masih menahan emosi.
Jika aku turuti egoku mungkin saat ini tamparan keras sudah mendarat di pipinya,namun aku tahan aku belum cukup bukti,jikapun aku katakan dia selingkuh pasti dia akan mengelak.
mas Willy terlihat salah tingkah ,ia seperti kelabakan "Dita,jangan mikir yang gak gak deh,mas gak suka tau gak!" ucapnya ketus
"Huh,mas tahu mas sering pulang larut,tapi kan kamu tahu sendiri itu karena mas kerja buat kalian ,buat Mia ,supaya hidup kalian tidak kekurangan apapun,kamu minta aku serahkan kamu untuk mengatur keuangan sudah mas lakukan,mas harus apa Dit?" ucap mas Willy tersengal saat menjelaskan semuanya
Aku menatap matanya namun dia tidak mau membalas tatapanku,ia memalingkan tatapannya ke arah lain,itu semakin membuatku merasa apa yang di katakan satpam itu benar adanya.
aku hanya diam,mencerna setiap apa yang di katakan mas Willy,dan juga apa yang di katakan satpam kompleks itu.
__ADS_1
"Sayang sudah ya,mas gak mungkin khianatin kamu,kamu percaya sama mas ya" ucapnya lagi
aku hanya mendengar sambil mengatur nafas agar tetap terlihat baik baik saja .
"Sini mas peluk,mas kangen sama kamu" ucapnya menarik ke dalam pelukannya.
"Mas,"
"Iya"
"Jangan pernah selingkuh,aku dan Mia gak akan maafin kamu kalau sampai itu terjadi " ucapku
Ku lihat jakun mas Willy naik turus seperti sedang menelan sesuatu ,karena aku aku bicara seperti itu sambil mengangkat wajahku yang berada di dadanya.
"Iya sayang,sudah ya jangan di pikirin" ucapnya.
tok
tok
tok
"Masuk" ucap mas Willy.
"Nih nyonya,saya buatkan bubur biar tenaganya pulih " ucap bik Marni memberikan semangkuk bubur sumsum kesukaan aku.
"Makasi bik " ucap mas Willy mengambil mangkuk bubur itu.
"Dasar bik marni" umpatku dalam hati.
"Sayang,mas suapi ya?" ucapnya
aku mengangguk,setelah beberapa suap terdengar suara ponselnya mas Willy berdering
mas Willy merogoh ponselnya,seketika wajahnya berubah tegang,ia menaruh kembali ponselnya.
"Kenapa gak di angkat mas? " tanyaku.
"Gak apa apa,nanti aja mas angkat?" ucapnya.
Aku mengangguk dan kembali menyuap bubur itu dari tangannya,namun lagi lagi ponselnya berdering.
"Angkat aja mas,siapa tahu penting" ucapku
ia mengangguk dan mengangkat teleponnya Namun bukan di depan ku tapi ia sedikit menjauh dengan suara yanh sedikit tertahan,aku tahu pasti istri mudanya yang menelpon, mungkin sebentar lagi dia akan pergi meninggalkan aku.
tik
setetes Air mataku kembali menetes,namun segera ku usap saat ku lihat ia telah kembali
__ADS_1
"Sayang" panggilnya
"hmm"
"eee mas,,mm, , mas harus ke kantor,ada pekerjaan yang harus mas selesai kan , penting ?"
Degh
Benar dugaan ku ,aku gak yakin telepon itu dari kantornya,jika ia tidak mungkin ia menerima panggilan itu harus berjauhan dariku.
"Oh..ya sudah kamu pergilah"
"Maafin mas ya..mas janji akan pulang cepat " ucapnya
Aku hanya mengangguk,dan setelah ia mencium keningku ia segera pergi meninggalkan ku.
Tumpah sudah air mata yang sejak tadi ku bendung.
"Hhiik, , hik, , jahat kamu mas" lirihku sambil menyeka air mataku yang tak hentinya menangis
cklek
aku menatap pintu terbuka,bik Marni mendekat dan langsung memelukku .
"Biiik, , hiks , , hiks, , ,hik, , ," tangisku pecah di pelukan wanita paruh baya itu.
" Menangis lah,bibik tahu semuanya" ucap bik marni membuat tangisku semakin keras
"Dia jahat bik, , apa salah ku, , huuu"
wanita itu hanya mengusap punggungku ,ia menguatkan aku Agar aku tetap tegar dan sabar.
"Sabar ya,bibik doakan semoga nyonya dan non Mia selalu bahagia" ucapnya.
lama di posisi itu,aku merasa sedikit lega,ada orang yang tahu masalah ini selain aku,aku tidak lagi merasa tertekan hanya membendung sendirian masalah ini,meski bik Marni tidak memiliki jalan keluar,setidaknya aku merasa lega sudah bercerita semuanya tentang mas Willy padanya.
"Bik,bibik tahu dari mana? " tanyaku saat aku sudah berhenti menangis dan kini sedang memandang Mia yang tertidur pulas di ranjang bayinya.
"saat tuan Willy menelpon tadi,bibik lagi di kamar Mia,tapi tuan tidak mengetahui bibik di sana" ucapnya.
"Emang bibik tahu dia lagi teleponan sama siapa? "
"Sepertinya nyonya sudah lebih tahu,naluri seorang istri jarang meleset hampir 90% benar" ucapnya membuat ku menghela nafas berat.
Kata satpam kompleks nya dia sudah dua bulan menikah ,dengan pengusaha kaya raya,mungkin bosnya,tapi nama bosnya Fero bukan sisil" ucapku
Mata ku masih menatap lekat wajah mungil Mia,mungkin jika Mia tidak ada aku sudah akan hilang dari kota ini,tidak ingin lagi berurusan dengan Willy,tapi apalah dayaku aku belum sanggup berpisah dari Mia,anakku yang baru beberapa bulan usianya.
next
__ADS_1
ketemu di bab selanjutnya