
"Bu, please... dia masih bocah kenapa harus dijodohkan dengan aku? Ibu tahu sendiri aku sudah punya kekasih," bujuk Arlan.
"Bagaimana aku tolak permintaan Pak Suherman, dia sudah sangat baik pada keluarga kita bahkan tanpa meminta imbal balik atas semua kebaikan yang mereka berikan. Baru kali ini dia meminta sesuatu sama keluarga kita, yaitu menjaga anaknya yang susah diatur itu untuk dijodohkan dengan kamu, barangkali dia tidak bandel lagi kalau nantinya menikah," terang Jannah, ibu Arlan.
"Dia masih bocah Bu, belum pantas untuk menikah," sahut Arlan.
"Dia sudah kelas 12. Bahkan kemarin sudah melakukan wisuda sekolah."
"Seharusnya dia melanjutkan studinya bukan malah disuruh menikah denganku."
"Suherman hanya ingin anaknya berubah," jawab Jannah.
"Caranya bukan seperti ini!" kekeh Arlan.
"Kekasihmu seperti apa sampai kamu menolak permintaan Ibu!" ketus Jannah.
"Dia orangnya baik Bu, 3 bulan yang lalu kita resmi jadian. Aku sudah janji pada dia untuk segera menikahinya."
"Buat keputusan tanpa pertimbangan!" gerutu Jannah.
"Bukankah Ibu memintaku untuk segera menikah. Kata Ibu, pengen segera gendong cucu," ujar Arlan merendahkan nada bicaranya atau tepatnya masih mode bujukan.
"Tapi bukan dengan dia!"
"Ibu, hati tidak dapat dipaksa," sahut Arlan dengan halus.
__ADS_1
"Intinya Ibu tidak dapat menolak permintaan dari pak Suherman."
"Berarti kalau pak Suherman membatalkan permintaannya, apakah Ibu akan segera merestui hubunganku dengan Tika?" tanya Arlan dengan antusias.
"Tergantung!" jawab Jannah lalu melangkah masuk ke kamarnya.
Arlan tersenyum sumringah, kalau ibunya bersikap seperti itu artinya dia memasrahkan semua padanya.
...****************...
"Ibu kamu tidak mengatakan itu padaku. Malah dia menyetujui permintaanku," ujar lelaki yang sedang menikmati makan siang bersama dengan Arlan.
"Ibu merasa tidak enak menolak permintaan dari Bapak karena Bapak terlalu baik pada keluarga kami. Aku bisa sekolah hingga perguruan tinggi juga berkat bantuan Bapak. Ekonomi keluarga kami bangkit juga karena Bapak," terang Arlan.
"Jadi, bagaimana Pak, apa akan lanjut tentang perjodohan ini?"
Suherman tetap diam menatap Arlan.
"Aku merasa sudah klik dengan kamu. walaupun aku baru bertemu langsung dengan kamu," puji Suherman.
Arlan dan Suherman memang baru bisa bertatap muka secara langsung karena Suherman selama satu bulan ini ada di Singapura untuk menyelesaikan pekerjaannya. Permintaan perjodohan juga hanya melalui via telepon.
Arlan tersenyum mendengar pujian Suherman, "pujian Bapak sepertinya buah simalakama buat aku," sahut Arlan membuat Suherman melebarkan senyum.
"Pertama kali aku tawarkan perjodohan pada Gea, dia menolak tapi setelah bertemu dengan kamu beberapa kali dia malah ingin mempercepat pernikahannya. Namun, sayang sekali aku harus mendengar penolakan dari kamu karena ternyata kamu sudah punya kekasih," ujar Suherman menjeda kalimatnya.
__ADS_1
"Nanti aku bicarakan kembali dengan istriku mengenai kelanjutan perjodohan kalian," lanjutnya.
Arlan mengangguk pelan, walaupun hatinya sebenarnya belum lega menunggu kepastian dari Suherman.
"Gea memiliki masa depan yang panjang Pak, apa tidak sayang kalau dia tidak meneruskan study-nya?"
"Aku lebih menyayangkan kalau dia sekolah hingga perguruan tinggi tapi akhlaknya malah tidak lebih baik dari sebelumnya. Kami hampir putus asa. Berbagai cara agar Gea menjadi anak yang baik. Bahkan Gea dimasukkan pondok pesantren tapi tetap saja seperti itu, dia malah dikeluarkan dari pondok karena dianggap memberi pengaruh negatif pada teman-temannya. Langkah terakhir kami, ya ini, menikahkan dia saja," terang Suherman.
Arlan terdiam.
"Kamu jangan khawatir, nanti aku bicarakan kembali dengan istri," ulang Suherman.
"Maaf, aku pergi dahulu. Terima kasih undangan makan siangnya. Lain kali aku yang gantian undang kamu, pamit Suherman.
Arlan kembali mengangguk.
"Hati-hati di jalan Pak," ucap Arlan kemudian.
'Sudah bujuk Gea untuk membatalkan perjodohan tapi gagal. Semoga kali ini, bicara langsung dengan pak Suherman rencana perjodohan bisa digagalkan,' batin Arlan.
...****************...
siang menyapa 🤗 like komen vote rate ya ...nanti aku lanjut lagi🙏maaf aku jarang up karena kesibukan RL 🙏
.
__ADS_1