Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 100


__ADS_3

Arif merasa begitu lega setelah menyelesaikan dan


memeriksakan semua dokumen yang di berikan andi tadi pagi, sekilas arif melirik


jam di pergelangan tangan nya, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 11:43


malam, sebelum beranjak dari duduk nya arif terlebih dulu merapikan semua


dokumen yang di periksakan nya tadi karena besok pagi-pagi akan langsung di


ambil kembali oleh andi.


Ya selama arif di rawat di rumah sakit semua pekerjaan nya,


untuk sementara waktu di alihkan ke radit dan juga andi, sebenar nya arif


merasa tidak enak dengan radit dan andi, tapi mau bagaimana lagi istri nya itu


melarang diri nya untuk bekerja sampai kondisi nya benar-benar sudah stabil,


bahkan tadi rara sempat protes beberapa kali karena suami nya itu, masih tetap


bekerja padahal ia belum benar-benar pulih dari sakit nya


Tapi sekarang arif merasa kondisi nya sudah berangsur


membaik, jadi kemungkinan 2 hari ke depan ia bisa bekerja kembali di perusahaan


nya, tapi sebelum itu ia harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, karena


2 luka tembak yang di dapatinya belum sepenuh nya mengering.


“huffff, akhir selesai juga” ucap nya setelah merapikan


semua dokumen-dokumen nya, arif terlihat merenggangkan otot-otot nya dengan


pelan karena merasakan sakit dan keram di area punggung dan juga bahu nya.


Cepat-cepat ia melangkahkan kaki nya menuju kamar yang di tempati istri nya saat ini


Arif tersenyum bahagia tatkala mendapati istri nya itu yang terlihat tertidur begitu pulas di atas sofa dengan posisi sedikit meringkuk


“kenapa tidur di sini” ucap nya lembut sembari mengelus-ngelus lembut pipi istri nya yang sedikit membulat


Cukup lama arif memperhatikan wajah teduh milik istri nya itu,

__ADS_1


dengan gerakan perlahan-lahan ia meletakkan ke dua tangan nya ke tubuh mungil


nan berisi milik istri nya itu, tapi baru saja ia mengangkat dan berniat


ingin  memindahkan istri nya itu ke atas ranjang, rara sudah bangun terlebih dahulu.


“arif kau sudah selesai” ucap nya sedikit serak, kemudian mengusap-ngusap wajah nya


“hmm” jawab arif, lalu secepat mungkin ia menggendong istri nya itu menuju arah tempat tidur


“apa yang kau lakukan, turunkan aku” ucap rara dan berusaha ingin turun, namun arif tak mengindahkan perkataan dan penolakan istri nya itu


“sutt, tenanglah” ucap arif


“tapi lukamu, aku takut, bagaimana jika jahitan nya kembali terbuka” ucap rara


“tidak apa-apa, lagi pula kenapa kau bisa tertidur di atas sofa?” tanya arif setelah meletakkan tubuh mungil istri nya itu di atas tempat tidur, lalu mengambil tempat dan duduk berhadapan dengan istri nya itu


“aku merasa jauh lebih nyaman di atas sofa, karena itu aku memutuskan untuk tidur di atas sofa itu, maafkan aku” ucapnya lalu cepat-cepat ia menundukkan pandangan nya


Sedangkan arif, lidah nya merasa begitu kaku dan kelu, ini bukan pertama kali nya ia mendapati istri nya yg sering tertidur di atas sofa, tapi sudah beberapa kali, ia tahu istri nya bersikap seperti ini, tak lepas dari peran nya juga, arif sendiri merasa istri nya itu terlihat seperti tertekan, dan belum terlalu nyaman bahkan terlihat masih begitu sungkan terhadap nya


Arif menghela nafas nya dalam bersamaan dengan itu mata nya ikut terpejam


“aku tidak tahu” ucap rara menggeleng


“tatap aku, apa yang harus aku lakukan agar kau bisa memaafkan aku, memaafkan semua kesalahan ku padamu, aku tahu kesalahanku memang benar-benar sudah sangat fatal, tapi tolong, tolong beri aku kesempatan kedua,


aku berjanji akan menebus semua kesalahan ku pada mu dengan membahagiakan mu, aku mohon, aku mohon” arif terus memohon dengan suara yang sedikit bergetar, rara yang menyadari nya memberanikan diri untuk mengangkat dan menatap netra mata milik suami nya itu.


Rara dapat melihat raut wajah penuh penyesalan di wajah suami nya itu,


“aku mohon, aku tidak ingin kau pergi, aku ingin kau berada di sisi ku selama nya, aku tidak mau jauh-jauh dari mu” ucapnya parau, bahkan air mata nyapun kini sudah terlihat di ujung pelupuk mata nya


“maki aku, tampar dan pukuli aku semaumu, jika perlu bunuh aku, jika memang itu bisa menghapus semua penderitaan yang sudah kutorehkan untuk mu” ucap arif, ia bahkan mengambil ke dua tangan rara dan memukulkan tepat di wajah nya dengan sedikit paksaan


“tampar aku, tampar aku” ucap nya putus asa, karena melihat rara yang sedari tadi hanya diam membisu


“apa yang kau lakukan” ucap rara menarik paksa tangan nya dari genggaman suaminya itu


“kenapa akhir-akhir ini kau sering sekali bertingkah bodoh seperti ini, bukankah aku sudah pernah mengatakan pada mu, aku tidak akan bisa membunuhmu karena ada anak mu yang aku kandung di rahim ku” ucap rara


“lalu apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkan ku, aku tidak tahan jika kau seperti itu, terlihat begitu segan jika bersama ku, katakan apa selama ini sikap ku membuat mu merasa tidak nyaman” ucap arif


“tidak, bukan seperti itu, hanya aku tidak biasa jika kau bersikap terlalu berlebihan” jawab rara

__ADS_1


“berlebihan, berlebihan seperti apa?” tanya arif terheran-heran


“akhir-akhir ini keu terlalu mesum, aku jadi grogi jika berdekatan dengan diri mu” jawab rara terlihat kesal


“astaga, jadi kau bersikap seperti itu karena kau berfikiraku bersikap mesum padamu?” tanya arif, seketika mengusap wajah nya dengankasar, setelah istri nya itu mengangguk dengan polos nya


“kau kenapa? apa kau ingin sesuatu?” tanya rara ketika melihat raut wajah suami nya yg terlihat frustasi


“aku tidak ingin apa-apa, aku hanya ingin…….menggelitiki mu” ucapnya lalu segera menggelitiki tubuh istri nya itu hinggah membuat rara


tertawa terpingkal-pingkal di buat nya


“haha arif hentikan, ini geli, hahaha, aku mohon hentikan” ucap rara sambil tertawa


“Tidak akan, siapa suruh tadi membuat ku hampir mati mendadak karena ulah mu, rasakan ini, rasakan ini” ucapnya masih menggelitiki perutr istri nya dengan pelan penuh kehati-hatian.


“ampun, aku mohon ampun, hahahaha” ucap rara berusaha melawan dan juga balik meyerang menggelitiki tubuh suami nya itu, hingga kedua nya saling beradu menggelitiki tubuh satu sama lain


Tanpa sadar kini posisi mereka berdua terlihat ssangat intim bahkan kini rara sudah berada di bawah kungkungan suami nya


“haha arif sudah, perut ku rasa nya sedikit keram karena tertawa” ucap rara yang seketika membuat arif menghentikan ulah nya


“astaga maafkan aku” ucap nya, lalu beralih mengusap lembut perut istri nya


Rara hanya tersenyum melihat suami nya yg terlihat sangat mengkhawatirkan nya


“apa perlu kita kerumah sakit”? tanya arif


“tidak perlu, aku baik-baik saja” ucap nya sambil menyematkan seulas senyum


“syukurlah, tapi, kau harus segera memberi tahuku jika perut mu masih keram, karena aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan istri dan juga calon anakku” ucap arif yang kini sudah mengubah posisi nya menjadi tertidur di samping istri nya itu.


Arif bahkan tak segan-segan memeluk bahkan mencium kening istri nya dengan sayang, hal itu membuat jantung rara kembali berdebar hebat


 


.


.


.


jangan lupa tekan tombol LIKE dan VOTE nya ya teman-teman


 

__ADS_1


__ADS_2