Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 66


__ADS_3

rara menghela nafas nya berat, dengan berat hati ia harus bersandiwara dengan berpura-pura bahagia saat ini, ia tidak mau keluarganya mengetahui permasalahan yg saat ini tengah ia hadapi, apalagi dengan kondisi ayahnya yang mempunyai riwayat sakit jantung, yang bahkan baru beberapa minggu lalu, baru keluar dari rumah sakit, ia tidak mau kondisi ayah nya kembali memburuk dan semakin down jika mengetahui apa yang sebenarnya tengah terjadi.


dan di sinilah mereka berada di dalam kamar yang sama sesuai harapan arif, arif sangat bersyukur, setidaknya rara tidak menunjukkan kesedihan nya di depan keluarganya,  kali ini arif benar-benar ingin memanfaatkan kesempatan untuk berbicara berdua dengan istri nya, arif ingin meminta maaf dan memohon agar rara mau memaafkan nya dan mau lagi kembali bersama nya, dan inilah moment yg tepat untuk meminta maaf kepada istri nya. namun, suasana di dalam kamar tersebut sangat canggung di rasakan oleh arif, karena tiba-tiba sikap rara berubah menjadi sangat dingin dan ketus terhadap nya, dan dengan sedikit kasar rara melepas  bingkai-bingkai foto yang melekat pada dinding kamar nya.


"tunggu, kenapa kau mau melepas foto-foto itu" ucap arif, mencengkram kedua pergelangan tangan rara untuk menghentikan tindakan nya


"lepaskan saya" ucap rara menepis ke dua tangan suami nya,


arif paham betul apa yang tengah dirasakan istri nya saat ini, jadi ia membiarkan rara melepas semua bingkai foto dalam kamar tersebut yang juga terdapat gambar diri nya. ia hanya bisa berdiri menyaksikan apa yang tengah dilakukan istri nya karna istri nya itu menolak keras untuk di bantu


setelah mengumpulkan semua barang-barang yang berkaitan dengan suami nya, rara segera memasukkan nya ke dalam kardus yang memang sudah tersedia di dalam kamar nya dan segera mungkin membawa nya pergi entah ke mana, arif ingin membantu istri nya itu, namun lagi-lagi istrinya itu menolak niat baik nya


yang bisa arif lakukan adalah hanya bisa memandang nanar langkah istri nya yang semakin jauh dari pandangan nya.


sedangkan rara ia benar-benar tak menyangka dan sama sekali tidak mengharapkan akan kedatangan suami nya, ia mengutuk diri nya, ia benar-benar bodoh, karna belum membuang benda yang berkaitan dengan suami nya, pikir nya.


sudah 1 jam lebih rara berada di gudang, meninggalkan arif suami nya, rara benar-benar bingung harus bersikap bagaimana dengan arif, karena setiap kali melihat arif, itu akan kembali membuat dadanya terasa sesak karena mengingatkan semua perlakuan jahat yang telah di lakukan arif.


sebenarnya rara tidak ingin kembali ke kamar dan melihat pria jahat itu lagi, tapi tidak mungkin juga kan jika ia harus terus menerus berada di gudang, bagaimana jika salah seorang dari keluarga nya melihat diri nya, orang tua atau adik nya itu pasti akan bertanya-tanya, hal itu pasti akan menyulitkan diri nya nanti dan rara tidak mau hal itu terjadi. dan jadilah ia memutuskan untuk kembali ke kamar meskipun dengan perasaan yang berat.


"kau dari mana saja, kenapa lama sekali" ucap arif setelah rara menutup pintu kamar nya, ia menghampiri istri nya yang masih terlihat berdiri di depan pintu


"sebenarnya apa mau anda, kenapa tiba-tiba anda berada  di rumah orang tua saya" tanya rara,


bibir arif terasa kelu, tidak tahu harus berkata apa, ia terus menerus mandang ke dua mata istri nya dalam yang terlihat mulai berkaca-kaca, ia yakin bahwa istri nya itu berusaha menahan sekuat tenaga air mata nya agar tidak terjatuh.

__ADS_1


"aku datang kemari mau mencari mu" ucap arif pelan, ia masih terus melihat kedua bola mata istri nya yang terlihat berkaca-kaca itu.


rara tersenyum getir  dengan air mata yang sudah keluar dari pelupuk mata nya


"untuk apa? untuk menyakiti saya lagi, untuk membuat saya kembali tersiksa dan menderita lagi, saya sudah mewujudkan keinginan anda untuk lenyap dari hidup anda, tapi kenapa tiba-tiba anda yang muncul di hidup saya, atau anda belum puas sebelum  melihat  saya lenyap dari muka bumi ini, seperti nya memang begitu ya?" ucap rara dengan air mata yang sudah berjatuhan, sekuat tenaga rara menahan isak tangis dan memelankan suara nya agar tak terdengar oleh keluarga nya


"jangan berkata seperti itu" ucap arif yang tanpa sadar juga ikut meneteskan air mata, mendengar semua ucapan yang di lontarkan oleh istri nya, ia menggeleng-gelengkan kepala nya.


"jangan berkata seperti itu, aku mohon, kedatangan ku kemari karena ingin meminta maaf, aku menyesal, benar-benar menyesal atas apa yang sudah ku lakukan terhadap mu, aku mohon maafkan aku, tolong beri aku kesempatan" arif memohon-mohon, ia bahkan berlutut di hadapan istri nya.


"aku mohon, maafkan aku, maafkan aku" arif menangis dalam diam nya,


melihat itu rara semakin tak kuasa menahan air mata nya, ia tidak bisa memaafkan sikap arif begitu saja, ia masih sakit hati, sangat, sangat, sangat sakit hati.


"entahlah, saya tidak tahu apa saya bisa memaafkan anda, sejujur nya saya benar-benar sakit hati jika mengingat semua perlakuan anda, mengingat ketika anda menghina saya bahkan dengan tega nya di depan teman-teman anda" ucap rara pelan, ia memalingkan pandangan nya tak mau melihat ke arah suami nya.


arif berdiri dengan segera ia memeluk erat tubuh istri nya, meskipun istrinya itu terus meronta-ronta ingin di lepaskan


"lepaskan saya, jangan seperti ini" rara terus menerus memberontak di dalam pelukan suaminya yang semakin mempererat pelikan nya.


"tidak akan, aku tidak akan melepaskan pelukanku, sebelum kau mau memaafkanku" ucap arif, ia tidak bisa membayangkan jika harus kehilangan istri nya


rara benar-benar tidak tahu harus berbuat apa agar arif mau melepaskan pelukan nya itu,


dan tiba-tiba pintu terbuka dari luar

__ADS_1


.


.


.


sebelum nya author mau berterima kasih yang sebesar-besar nya, kepada semua para pembaca setia novel author ini, author udah baca semua comment kalian satu persatu, mohon maaf ya jika ada kesalahan dalam penulisan EYD di dalam novel author ini, author juga mau berterima kasih kepada para readers yang udah mau memberikan saran dan masukan-masukan positive lewat komentar kepada author, author usahain bakal perbaikin


jangan lupa terus dukun novel author ya teman-teman dengan cara klik tombol LIKE dan VOTE nya, maafkan author juga ya yang jarang update ini


sekali lagi terimakasih


BIG LOVE FROM AUTHOR


.


.


.


oh ia yang pada nanya-nanya visualnya si arif nih author kasi



__ADS_1


oh ia visual untuk rara author masih cari-cari yang pas jadi sabar aja ya


__ADS_2