Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 36


__ADS_3

kilauan sinar matahari menembus tirai jendela, membangunkan rara yang sedang asyik terlelap tidur nya, iyya ingin bangun dari posisinya namun sebuah tangan melingkar memeluk erat tubuhnya bahkan tak menyisahkan jarak, ya saat ini arif sedang memeluk rara dari belakang.


rara yang kaget akan kejadian itu tak segang-segang mengempaskan tangan yang tengah memeluk erat dirinya saat ini, cepat-cepat iyya memeriksa dirinya dan bangun dari posinya, arif yang terganggu akan kejadian tersebutpun terbangun,


"kau sudah bangun" arif berkata dengan suara serak khas orang yang baru bangun.


"a.apa yang terjadi kenapa bisa aku disini bersamamu" rara berkata dengan terbata-bata.


"apa kah kau lupa dengan kejadian semalam" ucap arif


seketika rara mengingat kejadian semalam, dimana tanpa sengaja bibirnya dan bibir arif bersentuhan. rara yang mengingat akan hal itu sangat malu dan merasa cemas


"ma, maaf atas kejadian semalam, kalau begitu aku pamit, terimakasih atas tumpanganmu" rara berkata seraya membungkukkan badannya, kemudian bergegas pergi.

__ADS_1


arif yang melihat itu, langsung menyusul rara dan mencekal tangannya.


"kau mau kemana? tanya arif


" aku mau pulang, lagi pula saya harus ke kantor pak" rara berkata kembali ke mode antara atasan dan bawahan.


"ini hari libur, lagi pula apa yang ingin kau lakukan di kantor di hari libur seperti ini?


" maksud saya, hari ini saya ada janji dengan pak gio, mengenai masalah kerjasama perusahaan" ucap rara.


"makanlah terlebih dahulu, setelah itu aku akan mengantarmu pulang untuk mengambil barang-barangmu" lanjut arif lagi.


"apa maksudmu" tanya rara

__ADS_1


"aku tahu kau membutuhkan banyak uang untuk biaya operasi ayahmu, karena itu aku menawarkan untukmu agar menjadi asistenku, kau tenang saja gajinya akan 3 kali lipat dari gajimu sebagai karyawan biasa" terang arif.


rara terdiam mendengar ucapan arif


"semalam aku sudah membayar biaya operasi ayahmu sehingga ayahmu bisa di operasi secepat mungkin, jadi sebagai gantinya kau sudah harus bekerja denganku dan bersedia untuk tinggal di rumahku hari ini" terpaksa arif memberitahukan hal ini kepada rara agar rara setuju suka tidak suka.


rara ingin marah namun di sisi lain iyya merasa legah karna ayahnya sudah bisa di operasi,


rara menghela napasnya berat


"terserah kau saja, aku tahu kau melakukan ini semua karena ingin menyiksaku, ingin melihatku menderita" ucap rara lirih namun masih bisa di dengar oleh arif


tiba-tiba pintu terbuka dari luar kamar arif, tampak wajah kaget dari ke 3 orang tersebut. yah ke tiga orang tersebut adalah ke dua orang tua arif beserta kakaknya fahri.

__ADS_1


arif dan rara pun tak kalah kagetnya akan kedatangan mereka, entah apa yang harus di jawab, pikirnya


"apa yang kalian lakukan berdua disini, arif jawab pertanyaan ayah, apa yang kau lakukan pada rara" tanya ayah arif dengan tegasnya, namun arif yang di tanya, merasa lidahnya keluh, tak bisa berkata apa-apa, arif bingung, lebih-lebih yang di rasakan oleh rara.


__ADS_2