Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 75


__ADS_3

saat ini rara sedang berada di atas pesawat menuju jakarta, ya semalam rara sudah memberi tahukan pada keluarga nya bahwa ia akan ke jakarta besok dengan alasan sedang ada seminar mengenai bisnis dan di undang menjadi salah satu pembawa materi, karna keberhasilan nya dalam merintis bisnis baru milik nya, yang memang banyak dikunjungi terutama oleh para kaum muda, rara sangat senang sekaligus terharu karena tak menyangka bisa di undang menjadi salah satu pembawa materi oleh salah seorang teman kampusnya, rara pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini mungkin inilah salah satu langkah awal keberhasilan nya.


sebelum terbang ke jakarta tak lupa rara mengirimkan pesan kepada arif bahwa ia akan pergi untuk menghadiri acara seminar, ini juga atas perintah orang tua rara. ya meskipun sampai saat ini arif blm membaca pesan dari nya sama sekali, membuat hati rara sedikit gelisah, karena sejak kemarin suami nya itu tidak mengirimkan pesan atau menghubungi nya sama sekali.


"mungkin dia sedang sibuk, sekarang yang  harus aku lakukan adalah fokus untuk membawa materi untuk seminar nanti" batin rara meyakinkan


***


semua peserta seminar terllihat sangat tertarik dan sangat antusias terhadap materi yang di bawakan oleh rara


ya rara menceritakan sebagian kisah hidup nya mulai dari rara duduk di bangku SD hingga saat ini, dan tak lupa memberikan motivasi untuk semua peserta seminar


"jadi yang harus kita lakukan adalah berusaha, jangan hanya menatap masa depan dan hanya menciptakan angan-angan semu di dalam otak kita, tapi kita harus mencoba memulai nya dari langkah yang peling kecil, ingat karna usaha tidak akan pernah menghianati hasil"  itulah kalimat penutup yang di lontarkan oleh rara.


setelah berkenalan dan bertegur sapa dengan teman-teman baru nya dan juga  orang-orang yang menjadi panitia di acara terebut, rara langsung berpamitan untuk kembali ke tempat penginapan nya, namun langkah nya seketika terhenti karena melihat seseorang yang sudah rara kenal berjalan ke arah nya.


"rara, bisa kita bicara, tolong ada  hal penting yang harus kusampaikan kepadamu" mohon wanita tersebut yang tak lain adalah celsea, yang memang kebetulan mengatur acara seminar tersebut, celsea sendiri tak menyangka akan bertemu rara di tempat ini

__ADS_1


rara menghela napas nya kasar, sebelum menganggukkan kepala nya mengiyakan, karena sedari tadi celsea tak henti-henti nya memohon untuk berbicara berdua dengan nya


"apa yang ingin anda katakan" ucap rara to the point setelah mendudukkan diri nya di salah satu kursi taman di tempat tersebut.


"rara sebelumnya aku mau meminta maaf, atas apa yang sudah kulakukan padamu dan juga teman-temanku, aku benar-benar menyesal" celsea terisak, mengingat bagaimana jahat nya dulu diri nya terhadap rara,


rara hanya tersenyum getir dan menatap nanar celsea


aku benar-benar minta maaf, aku mohon mafkan aku, maafkan kami dan tolong maafkan arif, arif benar-benar menyesal melakukan itu semua terhadapmu, dia bahkan sekarang ber...." ucapan celsea terpotong


"rara, ini tentang arif, kondisi nya sekarang sedang tidak baik-baik saja, kemarin arif di larikan ke rumah sakit" ucap celsea, tiba-tiba membuat langkah rara terhenti.


terpaksa ia harus memberitahukan keadaan arif kepada rara, karna celsea yakin arif akan sembuh dengan kehadiran rara istri nya, celsea tak perduli arif akan marah atau tidak, yang celsea pikirkan saat ini adalah kesembuhan sahabat nya. dan celsea sangat bersyukur bisa bertemu rara di tempat ini.


***


sedangkan arif masih terbaring lemah di atas kasur brangkar rumah sakit, rasanya tubuhnya benar-benar lemah tak bertenaga, bahkan untuk membuka handpon nya saja tak bisa, padahal ingin sekali rasanya arif menghubungi istri nya menanyakan apa yang di lakukan istrinya hari ini.

__ADS_1


arif menghela napas nya kasar, saat ini arif tak bisa berbuat apa-apa, dan yang bisa arif lakukan adalah hanya memandang nanar ke arah luar jendela, berharap diri nya akan segera sembuh.


cukup lama arif memandang ke arah luar jendela, namun tiba-tiba pandangan nya seketika ia alihkan ke arah pintu tatkala mendengar suara decitan pintu yang terbuka.


mata arif membulat tak percaya dengan apa yang di lihat nya.


.


.


.


.


.


jangan lupa terus dukun novel ini ya teman-teman

__ADS_1


__ADS_2