Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 46


__ADS_3

Sekitar satu setengah jam mereka menempuh perjalanan dan akhirnya sampai di tempat tujuan,


Ingatan rara masih tertuju pada kejadian tadi, dimana ia dengan jelas bersandar pada kaca jendela mobil hingga akhirnya dirinya tanpa


sengaja tertidur karena mengingat sama sekali tak ada percakapan dalam mobil, hanya


keheningan yang ada, namun ketika setelah terbangun dari tidurnya dirinya benar-benar


terkejut karna ia menemukan posisi dirinya bersandar pada bahu kekar arif dengan


jarak yang cukup dekat, untungnya saat ia terbangun tadi, arif terlihat


tertidur pulas, sehingga cepat-cepat dirinya mengangkat kepalanya yang tersandar pada bahu suaminya dan memperbaiki posisi duduknya agar terhindar dari amukan arif.


Ya memang sepulangnya dari kantor, arif tadi langsung ke rumah kontrakan nya untuk menjemputnya tanpa mengabari rara terlebih dahulu


rara yang tak mengetahui akan kedatangan suaminya itu terlihat panik, bagaimana


tidak dirinya bahkan belum sampai setengah jam berada di rumahnya di kagetkan


dengan suara ketukan pintu dari luar rumah kontrakannya.


“cepatlah, kita harus berangkat sekarang” ucap arif, setelah


rara membuka pintu rumahnya


“bukannya tadi bapak bilang akan berangkat 2 jam lagi, lagi pula saya juga belum bersiap-siap” ucap rara pelan, tanpa memandang arif, ya semenjak

__ADS_1


kejadian kemarin rara tak berani memandang arif dan semakin menjaga jaraknya,


ia takut dirinya akan semakin terluka, ya harus rara akui setiap memandang wajah suaminya dirinya merasa sakit hati atas perlakuan dan sikap suaminya sekaligus atasannya itu.


“tidak perlu banyak bertanya, cepat ambil barang yang ingin kau bawa, jangan lama” ucap arif, yang masih berdiri di hadapan rara, sambil terus memperhatikan istrinya itu dengan tatapan dingin nya.


“baiklah, kalau begitu silahkan bapak duduklah terlebih dahulu, saya akan bersiap-siap terlebih dahulu” ucap rara, ia masih terus


menundukkan pandangannya tak berani memandang suaminya itu”


“tidak perlu  bersiap-siap, segeralah ambil tasmu, aku tidak ingin penampilanmu nantinya


mempermalukanku” lagi-lagi ucapan arif menyakiti hati rara,


“baiklah, pak” ucap rara seraya membungkkukan sedikit badannya sebagai tanda penghormatan kepada atasannya,  setelah berkata, rara segera bergegas ke kamarnya.


Arif mengernyitkan alisnya heran karena beberapa hari ini, tepatnya setelah kejadian kemarin, sikap dan cara bicara rara berubah sangat


Sementara gino sudah sampai di kota tujuan, tadi ia


mengabari arif terlebih dahulu bahwa dirinya harus pergi terlebih dahulu karena


ada urusan mendadak, sedangkan radit, ia tidak bisa pergi karena harus menghendle urusan perusahaan, selama arif pergi, sehingga akhirnya ia mengutus andi salah satu orang kepercayaan untuk ikut bersama arif.


.


.

__ADS_1


.


Setelah sampai di tempat tujuan, arif langsung menyuruh seseorang untuk menata penampilan rara


kini jam sudah menunjukkan tepat jam 7 malam, dan setengah jam lagi pestanya akan di mulai


setelah selesai di rias, rara terlihat menunggu arif di


salah satu ruangan yang cukup luas setelah tadi arif mengabari dirinya melalui orang yang merias dirinya agar menunggunya di ruangan tersebut.


Tak lama pintu ruangan tersebut terbuka, mendengar pintu ruangan tersebut terbuka rara menolehkan dirinya untuk melihat siapa yang datang.


Lama mereka saling memandang dengan tatapan yang dalam, hingga akhirnya rara terlebih dahulu memutuskan pandangannya dan segera mungkin


menundukkan pandangannya, arif terus berjalan ke arah rara sambil terus memperhatikan wajah istrinya tersebut yang terlihat begitu berbeda malam ini.


Tampak wanitanya itu terlihat mengenakan gaun berwarna biru gelap selutut, dengan panjang


lengan seperempat, memperlihatkan sedikit bahu mulusnya, rambut panjangnya terlihat di gerai ke belakang, tampak bagian depan  samping rambutnya di kepang dan di jepit ke belakang dan meninggalkan sedikit rambut halus di wajahnya, penampilan rara saat itu benar-benar menghipnotis arif.


arif kini terlihat sudah sampai di hadapan rara dengan jarak yang sangat dekat, entah sadar


atau tidak sadar, arif kini mengulurkan tangannya secara perlahan ke wajah istrinya itu dan mengelusnya dengan lembut, rara seketika menengadahkan wajahnya menatap dalam wajah suaminya itu, lama mereka saling memandang hingga arif semakin mempertipis jarak wajahnya dengan wajah istrinya itu, rara yang


menyadari hal itu ingin memundurkan wajahnya ke belakang namun tertahan karena


tangan  arif yang masih berada di

__ADS_1


wajahnya.


Jangan lupa terus dukun novel ini ya teman-teman 😇


__ADS_2