Apa Salahku

Apa Salahku
Abang Rindu


__ADS_3

Setelah mendengar pernyataan Jihan dan Zain Zula agak tenang karena  apa yang di katakan orang tuanya memang benar adanya semua karena miss komunikasi


" Dan untuk selanjutnya biar Umi aja yang merawat kamu, kamu bener ucup itu sahabatmu, tapi kan Ucup juga punmya keluarga, punya anak istri mereka juga butuh Ucup sebagai pemimpin rumah tangganya, sekarang udah ada umi sama abah, jadi biar Ucup pulang menemani anak dan istrinya " Ucap Jihan pada Zula


Zula berfikir sejenak, dan apa yang Uminya katakan memang benar, bahwa Ucup itu ada yang benar benar membutuhkan dan merindukannya walaupun baru 2 hari Ucup menemaninya di sini


" Iya Umi" jawab Zula singkat dan mengangguk


Kini di rumah El, Ryan datang ke sana, dengan muka lebamnya yang  masih terlihat jelas di mukanya, karena gak ada yang mengobati dan gak ada yang membersihkan lukanya


Ryan sendiri juga gak peduli dengan kondisinya, yang dia harapkan saat ini adalah bertemu dengan istrinya, dia ingin menjelaskan dan meminta maaf pada istrinya, dia gal mau kalau ada perpisahan antara dia dan juga Zula, dia menyesal sudah terlalu egois menanggapi masalahnya kemaren dan justru salah ambuil langkah, dan percaya kepada adeknya sendiri yang sangat salah kaprah


"Assalamualaikum...." Ucap Ryan pada satpapm yang sedag berjaga di depan rumah El


" Waalaikum salam" jawab Satpam tersebut menoleh ke arah Ryan


" Eh pak Ryan, silahkan masuk" Ucap pak Satpam lalu bergegeas membuka gerbang nya


"Ryan mengangguk dan tersenyum tipis


" Abah sama Umi ada kang" tanya Ryan pada satpam tersebut


" Oh ada pak silahkan masuk, baru saja masuk tadi mobilnya belum lama" jawab satpam dan Ryan mengangguk


"Lalu Ryan berjalan masuk dan untuk segera menemui El dan Henny yang mungkin tau di mana lokaso Zula saat ini


" Trimakasih pak" Ucap Ryan yang meninggalkan mobi;nya di parkiran pesantren khusus tamu


" Iya sama sama silahkan" jawab pak satpam sopan


Ya.... semua itu karena satpamnya gak tau kalau Ryan dan El sedang ada masalah,  jadi di persilahkan masuk, tapi kalau tau ada  masalah gak mungkin kalau sampai Ryan bisa masuk ke rumah El


Dengan ragu Ryan  masuk dan berjalan kearea rumah El denga oerasaanwas was dam juga rasa takut, masalahnya Dia aja belum begitu sembuh pukulan dari pada bodigat Zula,ini mau cari hantaman lagi, tapi itu resiko dia  kalau harus menerima hal itu, dan sudah resiko Ryan kalau  harus sakit untuk pukulan selanjutnya demi tau di mana istrinya

__ADS_1


ting tong..... ting tong.... Assalamualaikum....


Bunyi bell rumah El yang memang berbunyi salam


" Waalaikumsalam" saut dari dalam rumah dan tentunya bukan El maupun Henny, melainkan mbak yang membantu di rumah mereka


Ceklek...... Terdengar suara pintu di buka


" Assalamualaikum...... " Ucap Ryan pada mbak yang m3mbukakan pintu saat menampakkan wajahnya


" Astagfirulllah hal adzim.... Waalaikumsalam...." jawab mbak tersebut kaget melihat wajah Ryan yang tampan menjadi babak belur


Karena mbak yang membantu di rumah El dan Henny termasuk mbak mbak yang mengidolakan Ryan,karena Ryan wajahnya yang tampan baik sopan pada siapapun dan juga bersinar mulus awet muda lagi membuat mbak yang mana saat Ryan main dia suka heboh sendiri dan salah tingkah karena melihat Ryan apa lagi bisa mekihat dari dekat


" Gus.... Kenapa gus? " tanya mbaknya kaget melihat Wajah Ryan yang babak belur


" Gak apa apa mbak" jawab Ryan sopan


" Ada ada silahkan masuk" ada " jawab si  embaknya dia malah gak tega melihat keadaan Ryan " Ayo masuk gus silahkan duduk, saya panggilkan bapak dan ibu" ucap si embak dan Ryan mengangguk lalu dudu d i sofa ruang tamu


Si embak langsung masuk kedalam untuk memanggil  Henny dan El


Tok tok tok .....


embak mengetuk pintu kamar El dan Henny, karena setshunya tradi El juga baru masuk kamar setelah pulanhg kerja bareng dengan Henny


" Bapak... Ibuk...." Panggil Embak pada mereka


Sedangkan El dan Henny tentu gak dengar karena mereka sedang mandi bersama di dalam kamar mandi yang tentunya kedap suara jadi tidak mendengar  ketukan pintu maupun siapa yang memanggil


Mereka sedang beromantis romantisan di dalam bat up besar di kamar mandi mereka, secara pulang kerja penat ngadepin banyak pasien membuat mereka capek dan lelah, lalu ingin yang adem adem dan yang nikmat nikmat yaitu main air sambil berpelukan


Sampai berkali kali si embak memanggil tapi tidak ada jawaban sama sekali dan embak kembali ke Ryan lagi

__ADS_1


" Bapak sama ibuk kayaknya sedang mandi deh gus, saya ketuk saya panggil gak ada jawaban" Ucap Embak pada Ryan


Mendengar jawaban itu Ryan kembali teringat dengan rutinitas dia di setiap sore pulang kerja bersama dengan Zula, selalu mandi bareng dan berendam bareng, dan selama 3 bulan ini aktifitas tersebut terlewatkan, dan kehilangan moment itu lagi


Ryan tidak menjawab dan justru termenung menginget waktu bersama Zula yang sangat indah di mana mereka bersama


Tapi hal itu hilang selama 3 bulan ini dan justru membuat semua berbanding balik, dengan keadaan sekarang


" Abang kangen sayang" Ucap Ryan dalam hati


" Gus..... Gus... Ryan" Ucap si embak lagi


" Eh.... iya maaf mbak" jawab Ryan sopan dan si embak mengangguk


" Gus mau minum apa? sambil nunggu bapak ibuk, soalnya bapak sama ibuk juga baru saja sampai" Ucap si embak menawarkan


" Apa aja mbak" jawab Ryan lalu mbak mengangguk


" " Ya sudah saya ke belakang dulu ya gus, " Ucap si embak dan Ryan mengangguk


Seperginya si Embak... Ryan kembali merenungi dirinya dan keadaan rumah tangganya, dia sangat merasa bersalah sekali karena karena dia istrinya jadi seperti itu, karena dia semua jadi berbanding balik dan bakna semua makin tidak baik baik saja


Ryan gak pernah terbayang sebelumnya dengan rumah tangganya yang bisa berantakan seperti ini, sampai hubungan baik dengan kakak ipar dan juga abah umi mertuanya justru makin keruh, padahal Ryan sendiri yang sempat mendapat wejangan dari mertuanya sebelum dia kecelakaan itu sudah membuat dia merasa bersalah, dan sekarang makin merasa sangat bersalah dan makin membesarkan masalah gara gara dia salah ambil langkah


Zula yang menemaninya dari 0, dimana di saat dia harus ganti rugi aset dan semua hilang harta bendanya, Zula setia menjadi bestie di sebelahnya, sampai harta itu semua di kembalikan dan di kembangkan bersama Zula masiih setia berada di sampingnya


Dan perlahan kini air matanya kembali menetes di saat dia ingat dimana dia meminta izin nikah lagi pada Zula, yang sudah berubah 100% baik dari fisik maupun sikap


Dengan sopan dan lembut Zula menanggapi, dengan menahan air mata dan juga kerunduan yang telihat dari sorotan matanya


Ryan menyesal kembali karena dia seolah gak peduli pada Zula kala itu, seolah dia gak perlu Zula lagi yang mana sudah berubah untuknya


Tapi nasi sudah menjadi bubur yang sudah basi dan berair kembali, dan gak mungkin akan kembali menjadi beras lagi yang utuh putih dan cantik lagi

__ADS_1


__ADS_2