
Setelah mendengar pernyataan Jihan dan Zain Zula agak tenang karena apa yang di katakan orang tuanya memang benar adanya semua karena miss komunikasi
" Dan untuk selanjutnya biar Umi aja yang merawat kamu, kamu bener ucup itu sahabatmu, tapi kan Ucup juga punmya keluarga, punya anak istri mereka juga butuh Ucup sebagai pemimpin rumah tangganya, sekarang udah ada umi sama abah, jadi biar Ucup pulang menemani anak dan istrinya " Ucap Jihan pada Zula
Zula berfikir sejenak, dan apa yang Uminya katakan memang benar, bahwa Ucup itu ada yang benar benar membutuhkan dan merindukannya walaupun baru 2 hari Ucup menemaninya di sini
" Iya Umi" jawab Zula singkat dan mengangguk
Kini di rumah El, Ryan datang ke sana, dengan muka lebamnya yang masih terlihat jelas di mukanya, karena gak ada yang mengobati dan gak ada yang membersihkan lukanya
Ryan sendiri juga gak peduli dengan kondisinya, yang dia harapkan saat ini adalah bertemu dengan istrinya, dia ingin menjelaskan dan meminta maaf pada istrinya, dia gal mau kalau ada perpisahan antara dia dan juga Zula, dia menyesal sudah terlalu egois menanggapi masalahnya kemaren dan justru salah ambuil langkah, dan percaya kepada adeknya sendiri yang sangat salah kaprah
"Assalamualaikum...." Ucap Ryan pada satpapm yang sedag berjaga di depan rumah El
" Waalaikum salam" jawab Satpam tersebut menoleh ke arah Ryan
" Eh pak Ryan, silahkan masuk" Ucap pak Satpam lalu bergegeas membuka gerbang nya
"Ryan mengangguk dan tersenyum tipis
" Abah sama Umi ada kang" tanya Ryan pada satpam tersebut
" Oh ada pak silahkan masuk, baru saja masuk tadi mobilnya belum lama" jawab satpam dan Ryan mengangguk
"Lalu Ryan berjalan masuk dan untuk segera menemui El dan Henny yang mungkin tau di mana lokaso Zula saat ini
" Trimakasih pak" Ucap Ryan yang meninggalkan mobi;nya di parkiran pesantren khusus tamu
" Iya sama sama silahkan" jawab pak satpam sopan
Ya.... semua itu karena satpamnya gak tau kalau Ryan dan El sedang ada masalah, jadi di persilahkan masuk, tapi kalau tau ada masalah gak mungkin kalau sampai Ryan bisa masuk ke rumah El
Dengan ragu Ryan masuk dan berjalan kearea rumah El denga oerasaanwas was dam juga rasa takut, masalahnya Dia aja belum begitu sembuh pukulan dari pada bodigat Zula,ini mau cari hantaman lagi, tapi itu resiko dia kalau harus menerima hal itu, dan sudah resiko Ryan kalau harus sakit untuk pukulan selanjutnya demi tau di mana istrinya
__ADS_1
ting tong..... ting tong.... Assalamualaikum....
Bunyi bell rumah El yang memang berbunyi salam
" Waalaikumsalam" saut dari dalam rumah dan tentunya bukan El maupun Henny, melainkan mbak yang membantu di rumah mereka
Ceklek...... Terdengar suara pintu di buka
" Assalamualaikum...... " Ucap Ryan pada mbak yang m3mbukakan pintu saat menampakkan wajahnya
" Astagfirulllah hal adzim.... Waalaikumsalam...." jawab mbak tersebut kaget melihat wajah Ryan yang tampan menjadi babak belur
Karena mbak yang membantu di rumah El dan Henny termasuk mbak mbak yang mengidolakan Ryan,karena Ryan wajahnya yang tampan baik sopan pada siapapun dan juga bersinar mulus awet muda lagi membuat mbak yang mana saat Ryan main dia suka heboh sendiri dan salah tingkah karena melihat Ryan apa lagi bisa mekihat dari dekat
" Gus.... Kenapa gus? " tanya mbaknya kaget melihat Wajah Ryan yang babak belur
" Gak apa apa mbak" jawab Ryan sopan
" Ada ada silahkan masuk" ada " jawab si embaknya dia malah gak tega melihat keadaan Ryan " Ayo masuk gus silahkan duduk, saya panggilkan bapak dan ibu" ucap si embak dan Ryan mengangguk lalu dudu d i sofa ruang tamu
Si embak langsung masuk kedalam untuk memanggil Henny dan El
Tok tok tok .....
embak mengetuk pintu kamar El dan Henny, karena setshunya tradi El juga baru masuk kamar setelah pulanhg kerja bareng dengan Henny
" Bapak... Ibuk...." Panggil Embak pada mereka
Sedangkan El dan Henny tentu gak dengar karena mereka sedang mandi bersama di dalam kamar mandi yang tentunya kedap suara jadi tidak mendengar ketukan pintu maupun siapa yang memanggil
Mereka sedang beromantis romantisan di dalam bat up besar di kamar mandi mereka, secara pulang kerja penat ngadepin banyak pasien membuat mereka capek dan lelah, lalu ingin yang adem adem dan yang nikmat nikmat yaitu main air sambil berpelukan
Sampai berkali kali si embak memanggil tapi tidak ada jawaban sama sekali dan embak kembali ke Ryan lagi
__ADS_1
" Bapak sama ibuk kayaknya sedang mandi deh gus, saya ketuk saya panggil gak ada jawaban" Ucap Embak pada Ryan
Mendengar jawaban itu Ryan kembali teringat dengan rutinitas dia di setiap sore pulang kerja bersama dengan Zula, selalu mandi bareng dan berendam bareng, dan selama 3 bulan ini aktifitas tersebut terlewatkan, dan kehilangan moment itu lagi
Ryan tidak menjawab dan justru termenung menginget waktu bersama Zula yang sangat indah di mana mereka bersama
Tapi hal itu hilang selama 3 bulan ini dan justru membuat semua berbanding balik, dengan keadaan sekarang
" Abang kangen sayang" Ucap Ryan dalam hati
" Gus..... Gus... Ryan" Ucap si embak lagi
" Eh.... iya maaf mbak" jawab Ryan sopan dan si embak mengangguk
" Gus mau minum apa? sambil nunggu bapak ibuk, soalnya bapak sama ibuk juga baru saja sampai" Ucap si embak menawarkan
" Apa aja mbak" jawab Ryan lalu mbak mengangguk
" " Ya sudah saya ke belakang dulu ya gus, " Ucap si embak dan Ryan mengangguk
Seperginya si Embak... Ryan kembali merenungi dirinya dan keadaan rumah tangganya, dia sangat merasa bersalah sekali karena karena dia istrinya jadi seperti itu, karena dia semua jadi berbanding balik dan bakna semua makin tidak baik baik saja
Ryan gak pernah terbayang sebelumnya dengan rumah tangganya yang bisa berantakan seperti ini, sampai hubungan baik dengan kakak ipar dan juga abah umi mertuanya justru makin keruh, padahal Ryan sendiri yang sempat mendapat wejangan dari mertuanya sebelum dia kecelakaan itu sudah membuat dia merasa bersalah, dan sekarang makin merasa sangat bersalah dan makin membesarkan masalah gara gara dia salah ambil langkah
Zula yang menemaninya dari 0, dimana di saat dia harus ganti rugi aset dan semua hilang harta bendanya, Zula setia menjadi bestie di sebelahnya, sampai harta itu semua di kembalikan dan di kembangkan bersama Zula masiih setia berada di sampingnya
Dan perlahan kini air matanya kembali menetes di saat dia ingat dimana dia meminta izin nikah lagi pada Zula, yang sudah berubah 100% baik dari fisik maupun sikap
Dengan sopan dan lembut Zula menanggapi, dengan menahan air mata dan juga kerunduan yang telihat dari sorotan matanya
Ryan menyesal kembali karena dia seolah gak peduli pada Zula kala itu, seolah dia gak perlu Zula lagi yang mana sudah berubah untuknya
Tapi nasi sudah menjadi bubur yang sudah basi dan berair kembali, dan gak mungkin akan kembali menjadi beras lagi yang utuh putih dan cantik lagi
__ADS_1