Apa Salahku

Apa Salahku
Penyesalan Arif


__ADS_3

“bibi Mina, kenapa belum tidur bi'? tanya nya pada wanita paruh baya yang terlihat sedang memberaskana makanan di meja makan


Bibi Mina seketika menghentikan aktivitas nya lalu menghadap ke arah Arif


“saya sedang membereskan makanan-makanan ini tuan” ucap nya sopan


“kenapa membereskan makanan semalam ini bi’ tidak biasa nya seperti ini” ucap nya dengan alis yang


berkerut dalam


“saya sebenar nya sedang menunggu Nak Rara untuk makan malam, tapi seperti nya nak Rara belum menyentuh makanan sama sekali, maaf  kalau bibi ikut campur nak, tapi yang bibi lihat, nak rara jadi jarang sekali memperhatikan pola makanan nya, bahkan sering sekali nak Rara melewati makan malam nya karena kewalahan mengurusi den Alfa” bibir Arif terkatup rapat mendengar penuturan Bibi Mina, sekilas Arif memejamkan singkat mata nya, rasa bersalah kini mulai melanda hati nya, mengingat beberapa hari yang lalu ia marah bahkan membentak istri nya hanya karena masalah sepeleh, di tambah dengan beberapa hari ini ia juga mendiami istri nya,


harus nya Arif bisa bersikap lebih dewasa lagi, dan bisa memahami kondisi istri nya, demi tuhan ia benar-benar menyesal, harus nya ia harus bisa lebih mengutamakan perasaan istri nya, tapi ia malah egois sendiri, bahkan mengacuhkan istri nya itu. “ya tuhan apa yang sudah ku lakukan pada istri ku” ucap nya dalam hati


“mmm bibi bisa tolong panaskan kembali makanan nya, karena Arif mau membawakan Rara makanan ke atas”


ucap nya yang di angguki Bibi Mina


15 menit kemudian…..

__ADS_1


Arif terlihat ragu, ingin membangunkan istri nya tapi kasihan, tapi mau bagaimana lagi istri nya itu belum menyentuh makanan sama sekali, pria itu menyimpan makanan yang di bawa nya di atas nakas, menghembuskan nafas nya kasar sebelum membangunkan istri nya


“Rara, hei sayang bangun dulu” menepuk-nepuk pelan pipi istri nya “sayang bangun” memberikan sedikit guncangan pada tubuh istri nya, membuat tubuh Rara tersentak kaget lalu mengambil posisi duduk


“maafkan aku, karena sudah mengganggu tidur mu, tapi kata Bibi Mina kau belum makan, jadi aku


terpaksa membangunkan mu” ucap nya terdengar sangat lembut, beda sekali dengan nada bicara nya beberapa hari ini yang terdengar begitu ketus


“tetap letakkan di sana, lagi pula aku belum lapar” ucap nya menunduk


 “sayang jangan seperti ini, kau harus makan, aku tidak mau jika kau sampai sakit, bagaimana pun kau juga harus memperhatikan kesehatan mu" Mohon Arif, sampai-sampai Rara di buat kaget dengan perubahan sikap drastis suami nya itu.


"aku benar-benar tidak lapar, jadi tolong jangan memaksa ku" ucap nya terdengar sendu


"sudah lah tidak perlu membahas nya lagi, kau benar jika aku ini Ibu yang ceroboh, dan kalau masalah perkataan mu beberapa hari yang lalu, kau tenang saja aku sudah melupakan nya, lagi pula memang aku yang salah" ucap nya dengan mata yaang berkaca-kaca


Arif menggeleng keras "tidak... kau tidak salah, di sini aku lah yang salah, aku yang egois, aku tidak pernah memikirkan perasaan mu, padahal kau sendiri sedang mengurus anak kita" mata Arif juga ikut berkaca-kaca


tak lama Rara terisak pelan, ia benar-benar sakit hati jika mengingat perkataan suami nya

__ADS_1


"sayang" Arif tiba-tiba membenamkan tubuh istri nya di pelukannya itu, air mata nya pun juga ikut keluar "maafkan aku, aku benar-benar minta maaf" lontaran kata maaf tak henti-henti nya terucap dari bibir Arif


"kau jahat, aku membencimu, aku tidak mau lagi dengan mu" Rara memberontak, memukul-mukul dada suami nya, melampiaskan rasa amarah nya yang beberapa hari ini tertahan


"ia aku jahat, tapi tolong jangan berkata seperti itu, aku benar-benar tidak sanggup jika kau tinggalkan" menahan rasa sakit yang kini mulai terasa di dada nya, tapi arif tak berniat menghentikan pukulan istri nya itu, ia membiarkan saja hingga tangisan istri nya mulai mereda.barulah Arif melepaskan dekapan nya, di hapus nya air mata istri nya itu "Maafkan Aku" ucap nya sekali lagi sebelum memberikan ciuman yang cukup lama di kening istri nya itu.


"sekarang kau makan dulu ya, aku akan menyuapi mu" bujuk nya tak gentar, membuat Rara akhir nya menyerah dan mengangguk malas


 


.


.


.


Yang belum baca karya Author “Maafkan Aku” silahkan di baca juga ya di sana ada kisah antara Arif dan Rara dan juga ada Chat story Author judulnya Because you, jika berkenang silahkan berkunjung dan jangan lupa terus support karya-karya Author, tekan tombol Like dan Vote sebanyak-banyaknya he he he he.


Selamat membaca teman-teman

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar nya di bawah


Oh ia Author juga mau menyampaikan Informasi terkait perubahan judul novel Author yang awaal nya judul nya itu I Am Sorry Boo, sekarang sudah berubah judul menjadi Maafkan Aku


__ADS_2