
Tiba di dalam kamar arif langsung menarik paksa selimut yang terbalut di tubuh istrinya
“bangun, aku tahu kau tidak tidur, jadi jangan berpura-pura” ucap arif berdecak pinggang setelah berhasil menyingkirkan selimut yang terbalut di tubuh rara “masih belum mau membuka matamu, baiklah kau akan rasa sendiri akibatnya jika kau belum juga mau membuka mata” tangan nya kini ikut mengguncang pelan tubuh istrinya dengan pelan.
Rara berpura-pura menggeliat kecil, “sayang kau ini kenapa, aku benar-benar mengantuk” ucap rara perlaham-lahan 1 matanya ia buka sedikit untuk melihat wajah suaminya.
“ayo bangun, jangan berpura-pura lagi” bisik arif di telinga istrinya
“ia, ia aku bangun, ada apa?” ucapnya setengah kesal
Tanpa aba-aba arif langsung menagangkat tubuh istrinya masuk ke kamar mandi
“ahhhh, aku tidak mau mandi lagi” teriaknya, namun teriakannya tak dihiraukan oleh suaminya
“kau harus menerima hukumannya” ucapnya setelah menurunkan istrinya itu di dalam bath up
……
Rara begitu kesal dengan arif, namun tak berniat lepas dari dekapan hangat yang di berikan oleh
suaminya itu, ya setelah menyelesaikan ritual mandi yang memakan waktu sekitar
1 jam lebi, arif kembali menggendong tubuh istrinya ke atas tempat tidur dengan
wajah yang berseri-seri, tentu saja berbeda halnya dengan rara, ia bahkan sudah
sejak tadi mendiami suaminya itu.
“kenapa mukamu masih cemberut begitu, mau lagi” ucapnya sedikit menggoda istrinya “kalau kau mau
lagi, dengan senang hati aku akan melakukannya” sambungnya lagi, tapi istrinya
itu masih belum bergeming, ia hanya mengarahkan tatapan penuh kekesalan terhadap
suaminya itu
“sayang, kenapa wajahmu seperti itu, kau tahu kau terlihat semakin seksi dengan mimik seperti
itu” tangann arif tak tinggal diam, ia kini terlihat membelai lembut wajah istrinya
__ADS_1
yang terlihat sangat menggemaskan “apa kau benar-benar marah terhadapku? Aku
minta maaf ya kalau aku sudah keterlaluan terhadapmu……., tapi aku merasa tidak
ada perlakuanku hari ini yang keterlaluan terhadapmu, aku benar kan? Jadi
berhenti memasang wajah cemberutmu itu” ucapnya lalu kembali mendaratkan
bibirnya di atas bibir istrinya.
“sayang, bicaralah,
jangan diam terus seperti itu, kau membuatku takut saja” ucapnya mengelus
lembut bibir rara dengan ibu jarinya.
“kau keterlaluan, lihat sekarang sudah jam berapa” ucapnya setelah cukup lama bungkam
“sekarang, kurang lebih pukul 2 dini hari, tapi kenapa kau bertanya seperti itu, memangnya ada
yang salah dengan jamnya” arif membuka dan memperhatikan jam di ponselnya.
suaminya dan langsung menutupi penuh tubuhnya menggunakan selimut
“ehhh, apa-apaan kamu, aku masih butuh penjelasanmu, aku tidak akan membiarkanmu tidur dengan tenang,
urusan kita belum selesai ya” ucapnya setelah berhasil membuka dan mengangkat
tubuh rara menghadapnya.
“apa benar kau yang merecanakan semua ini” kembali arif bertanya, tangannya kini terlihat menangkup
wajah istrinya dan mengelusnya lembut, membuat wajah rara tiba-tiba menjadi
pucat pasih “kenapa dengan wajahmu, tiba-tiba terlihat panik” sambungnya “ayo katakan,
kau tahu padahal aku berharapnya akan mendapat kejutan yang romantis dari
istriku ini, huuu… tapi realitanya bukan itu yang terjadi, aku benar-benar di
__ADS_1
buat malu di depan keluarga, teman-teman bahkan keluargaku” arif tak
henti-hentinya mencerca istri nya.
“maaf, maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuatmu malu tadi, aku bahkan tidak tahu bahwa kau akan
segila itu karena mencariku, bahkan sampai tanganmu terluka seperti ini” rara mengelus lembut tangan suaminya, pun dengan air matanya yang ikut terlihat di pelupuk matanya.
“sayang, kenapa menangis? aku tidak apa-apa, jadi tidak perlu lagi memikirkan kejadian tadi" ucap arif
“aku terharu, terimakasih untuk semuanya, aku benar-benar merasa beruntung bisa memiliki suami
seperti dirimu” ucapnya yang kini membalas erat pelukan suami nya
“stttt, justru aku yang sangat beruntung bisa memiliki istri secantik dan sebaik hati sepertimu,
terimakasih sayang, terimakasih karena sudah memberiku kesempatan” ucapnya
sambil mencium puncak kepala istrinya. “ I Love You sayangku” bisiknya lembut
di telinga istrinya.
“I Love You Too” balas rara.
"sekarang tidurlah, kau pasti sangat lelah" memberikan usapan lembut di punggung polos istrinya
"salah siapa memangnya" ucapnya sedikit ketus membuat arif tersenyum gemas melihat wajah cute istrinya yang terlihat begitu manis dan cantik
.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejakmu kawan, please tekan tombol Like, Vote, kalau mau kasi hadiah juga boleh,
__ADS_1
kalau masih mau extra part untuk Arif dan Rara silahkan koment di bawah ya.....