
“Lantas apa rencana kalian semua?” Tanya gino, membuat mereka semua diam dengan
pikiran mereka masing-masing
“ahhh, sial aku juga tidak tahu” Arif mendecakkan lidah nya kesal, sementara egi dan indra hanya
mengedikkan bahu nya tidak tahu.
“gunakan aku untuk menjebak thalia? Ucap celsea mantap
“berpikirlah secara logis sebelum bertindak, kau bisa membahayakan nyawa mu sendiri jika kau nekad dan bertindak gegabah” suara arif terdengar tak ramah
“bapak rasa, apa yang dikatakan celsea ada benarnya juga, seperti yang kalian obrolkan tadi, bukankah thalia akhir-akhir ini sangat dekat dengan celsea” kali ini pak Guntur yang berbicara
****
Di sinilah celsea berada, sesuai rencana hari ini celsea akan mengajak thalia untuk pergi ke suatu tempat
“sebenarnya kau mau mengajakku kemana? Tanya thalia penasaran
“kalau aku memberitahumu itu bukan lagi kejutan, kau juga akan tahu nantinya, jadi diamlah” ucap celsea tak lupa menyematkan seulas senyum
“kau ini, baiklah, baiklah aku diam” jawab celsea
Saat ini mereka sudah tiba di tempat tujuan dan dengan
segera celsea mengajak thalia untuk masuk ke sebuah villa milik arif, tentu
saja thalia tahu ini vila milik arif, dan dengan penuh semangat thalia
mengikuti langkah celsea untuk masuk ke dalam villa tersebut, berharap arif
juga berada di sana.
Dan ternyata dugaan nya memang benar, disana sudah ada arif,
thalia benar-benar bahagia, ia tersenyum bahagia melihat pria pujaan hati nya
juga berada di sana sedang duduk di ruang tamu, namun tak lama senyum nyapun menghilang
karena ternyata arif juga mengajak istri nya rara
“sial, mengapa ada wanita itu di sini, bukankah……….” Batin thalia
“hei, ayo, kenapa kau malah melamun” diam-diam celsea tersenyum senang melihat kekecewaan di raut wajah thalia “haha, kau pasti kau kecewa kan” batin celsea
“ kalian sudah datang, ayo duduklah” ajak arif ramah, sedangkan rara hanya diam membisu, ia bingung, kenapa tiba-tiba ada mereka disini, pikir nya
“kemana yang lain nya, apa mereka belum datang?” tanya celsea, membuat thalia dan rara bertanya-tanya dalam hati nya
“mereka masih dalam perjalanan, jadi tunggulah” ucap arif
“arif, bagaimana kabar mu? Tiba-tiba thalia berpindah posisi duduk di samping arif, saat barusan rara berpamitan untuk pergi ke kamar mandi
“seperti yang kau lihat aku baik-baik saja, ya meskipun beberapa hari ini ada sedikit masala”
ucap arif, membuat raut wajah thalia tiba-tiba berubah pucat
“masalah apa” tanya thalia sedikit terbata, membuat arif menghela nafas nya kasar
“beberapa hari ini ada orang yang meneror rara dan berusaha mencelakai nya, aku benar-benar tidak habis pikir untuk apa mereka melakukan itu semua” tiba-tiba thalia tersenyum licik mendengar penuturan arif
“tidak mungkin juga kan istri mu di ganggu, kalau memang ia tak punya masalah dengan seseorang, atau jangan-jangan istri mu itu pernah melakukan kejahatan di masa lalu, apa kau tidak curiga kepada istri mu?” ucap thalia
__ADS_1
“apa maksud mu?” tanya arif mengernyitkan alisnya heran, sebenarnya ia kesal mendengar penuturan thalia, tapi arif harus sabar mengikuti alur permainan thalia
“bukan kah perusahaan mu sedang bermasalah, dan bersamaan dengan itu istri mu juga mendapatkan beberapa terror dan bahkan nyaris celaka, mungkin saja istri mu adalah penyebab kekacauan perusahaan mu, karena peneror itu tau kalau kau adalah suami nya, maka dari itu peneror itu mengganggu perusahaan mu dengan membalaskan dendam nya lewat perusahaan mu” thalia tak henti-henti nya menjelek-jelekkan rara, ia sengaja melakukan itu semua karena ingin membuat arif kembali membenci rara.
Arif hanya terdiam membisu mendengar penuturan thalia
barusan, bahkan saat ini ia terlihat termakan oleh hasutan thalia, ya dan rara
menyaksikan dan mendengar itu semua, rara begitu terluka melihat suami nya yang
seperti nya sedikit percaya dengan apa yang di katakan thalia tadi,
“apa arif memang benar-benar sudah berubah” lirihnya, air mata rara terjatuh dan mengalir
begitu saja, saat tak melihat respon dan pembelaan dari suami nya , padahal
tadi nya ia berharap, suami nya itu akan membelanya. Bahkan saat ini suami nya
itu terlihat sedang tertawa bahagia bersama 2 orang teman wanitanya, Cepat-cepat rara menghapus air
matanya, rasa nya ia ingin cepat-cepat pergi dari tempat tersebut karena tak
tahan melihat pemandangan di depan nya.
Sedangkan arif saat ini terlihat kebingungan mencari di mana
keberadaan istri nya, karena sudah cukup lama istri nya itu pamit untuk pergi
ke toilet, namun istri nya itu tak kunjung memperlihatkan batang hidung nya.
“kemana rara? kenapa dia belum juga kembali” tanyanya
“arif kau mau kemana? Tanya celsea saat melihat teman nya itu beranjak berdiri
arif terlihat mengedarkan semua pandangan nya ke segala
arah, ia benar-benar cemas bercampur panik karena hampir semua tempat ia sudah
telusuri namun tak kunjung menemukan keberadaan istri nya di villa tersebut.
Kepanikan dan kecemasan arif semakin bertambah tatkala ia
mendengar suara keributan yang terjadi di halaman belakang villa nya,
samar-samar ia mendengar suara istri nya berteriak, cepat-cepat ia segera
melangkahkan kaki nya untuk menuju ke halaman belakang villa nya.
Mata arif membola penuh, tenggorokan nya terasa tercekat
tatkala melihat istri nya saat ini tengah berusaha menghentikan langkah
seseorang yang mencurigakan yang terlihat sedang menggunakan topi
“hei berhenti, siapa kau?” ucap rara saat berhasil menarik kerah baju orang
tersebut, mata rara membola penuh saat berhasil menyingkirkan topi orang
tersebut, begitu pun dengan arif, rara begitu terkesiap saat menyadari orang
tersebut adalah ayah thalia.
“a.anndaa” ucap nya terbata-bata, tenggorokan rara terasa
__ADS_1
tercekat, tanpa sadar ia melepaskan kera baju ayah thalia dan memundurkan
langkah nya dengan sedikit gemetaran. Sumpah demi apa pun rara benar-benar
takut saat ini, rara takut kalau ayah thalia akan berbuat nekat dan menyakiti
nya
“ya ini aku, bagaimana kabar mu nak? apa kau sudah cukup
bersenang-senang nya setelah berhasil membuatku masuk penjara” ucap nya
tersenyum jahat
“hei nak, kenapa kau malah melangkah mundur, bukankah selama
ini kau dan rekan-rekan mu yang lain sedang mencariku, tapi apa ini, seperti
nya kau terlihat takut ya setelah aku berada di sini di hadapan mu, bukankah
kau ingin menangkapku dan memenjarakan ku kembali” sambungnya di sertai
langkahnya yang ikut mendekati rara yang masih berjalan mundur.
Demi tuhan arif benar-benar takut, ia bingung harus berbuat
apa, ia tidak mau gegabah apalagi sampai terjadi apa-apa dengan istri nya yang
saat ini terlihat sangat ketakutan.
“rara” teriak arif
“wah, wah, lihat ini siapa yang datang, baiklah, baiklah
seperti nya aku sudah ketahuan jadi aku tidak perlu bersembunyi dan
bermain-main lagi” ucap ayah thalia yang saat ini sudah berhasil menarik rambut
rara
“lepaskan istri ku brengsek” teriak arif emosi, namun saat
ini ia tidak bisa berbuat apa-apa karna nyawa istri nya sedang dalam bahaya,
apalagi ayah thalia terlihat sedang membawa senjata tajam
“aa.aarif, tolong aku” ucap rara parau, bersamaan dengan itu
air matanya pun terlihat tak berhenti berjatuhan, sumpah demi apa pun hati arif
benar-benar sakit mendengar suara tangisan istri nya, apalagi melihat air mata
istri nya yang tak henti-hentinya bercucuran
.
.
.
jangan lupa terus dukung novel ini ya teman-teman, tinggalkan jejakmu tekan tombol LIKE, VOTE dan beri Hadiah untuk author
__ADS_1