
akan tetapi sekarang entahlah dia langsung teringat akan istri sahnya dan anaknya yang ada dirumah. entah perasaan apa ini, tiba tiba bayangan tentang wajah Khaira yang selalu murung,tak pernah tersenyum dan yang selalu disiksanya. juga bayangan putranya yang untuk seharian ini belum mengabarkannya,belum menanyakan bagaimana kabarnya. biasanya selalu saja tak pernah absen seharianpun tuk ingin mengetahui keadaan anaknya. jika tidak menghubungi anaknya langsung dia akan menghubungi bik Inah atau menghubungi bebisiter nya.
Namum sekarang jangankan untuk memberi kabar sinyalpun tak dapat di desa tersebut.
" mari masuk nak, ini nak Bayu kan" ajak ibunya Febri sekaligus memastikan bahwa yang dilihatnya benar bayu kawannya ansar.
" iya tante, saya bayu" ujar Bayu cengar cengir
" mari nak, mari masuk, silahkan duduk nak,maaf yah tempatnya berantakan" ujar ibunya Febri mereka berdua langsung masuk dan duduk di ruang tamu hanya beralaskan tikar
" gak apa apa Tante" ujar Bayu lagi sedangkan Ansar matanya terus mengawasi isi dan tempat suasana didalam rumahnya Febri. tempatnya memang sangat sempit, ukuran rumahnya aja sama dengan kamarnya Ansar bahkan mungkin jika di ukur keseluruhannya lebih besar kamarnya Ansar dari pada rumah tersebut.diruang tamu juga tidak memiliki sofa, yang ada hanya tikar biasa.
" nak ansar, nak Bayu mau minum apa" tawar ibunya Febri
__ADS_1
" tak usah repot-repot Tante" ujar Ansar
" iya Tante, tak usah repot-repot, air yang ada aja boleh Tante, kalau tak ada just, kopi aja boleh deh Tante, kalau ada gorengan pisang atau singkong rebus boleh juga Tante" eist Bayu mah bukanya repot tapi malah nyusahin ini namanya. sedangkan Ansar menatap Bayu dengan mata melotot seakan ingin menguliti nya hidup hidup. sedangkan yang di pelototi hanya menunjuk jari dua sebagai tanda minta maaf sambil cengar cengir.
sedangkan keluarga Febri semua tersenyum bahagia. sudah hampir satu jam mereka bercengkrama bersama keluarga Febri akan tetapi sesekali Ansar terlihat cemas dan gelisah akan sesuatu. Febri langsung menyadari itu.
" ada apa mas, kelihatannya lagi sedang gelisah" tanya Febri
" siapa ayah dari anakmu itu feb"
" kenapa kau lakukan ini pada ku"
" apa yang kurang dariku"
__ADS_1
" kenapa kau tega khianati aku" begitu banyak pertanyaan yang terlontarka aleh Ansar ke Febri namun yang di minta penjelasan hanya mampu menangis dan menggelengkan kepala
" maafkan Febri nak ansar, Febri melakukan itu karna terpaksa" ujarnya ayahnya febri,
" terpaksa bagainama maksud bapak" tanya Ansar dengan sedikit geram atas apa yang ayahnya febri omongin, menurutnya tiada kata terpaksa atas penghianatan.
" SAR tenanglah, dengarkan duluenjelasan ayahnya febri" ujar Bayu berbisik di telinga Ansar untuk menenangkan Ansar kembali, sedangkan keluarga Febri sedikit ketakutan, mereka tau atas tempramen Ansar seperti apa. Ansar cepat sekali emosional.untung ada orang-orang yang Baek di sekitarnya selama ini,Ansar mempunyai sahabat sahabat yang cerdas dan memiliki hati nurani yang baik tentunya, hingga membuat Ansar ada yang memperingatinya ketika dia lagi emosional. Ansar lagi lagi menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan nafasnya perlahan.guna untuk menetralisir kembali emosional nya.hingga dia kembali tenang.
" begini nak Ansar ceritanya" ibunya Febri menjelaskan ternyata waktu sebelumnya 5 tahun yang lalu saat acara ulang tahun perusahaan ansar yaitu PT. Adiatama Group. ada yang ingin melihat kehancuran Ansar. dan orang tersebut berpikir bahwa dengan menjebak Samier dan Febri akan bertambah mempengaruhi psikologis Ansar dan juga akan berimbas pada perusahaan tentunya. akan tetapi yang terjadi adalah Ansar semakin di depan dalam urusan perusahaan.meskipun memang benar spikologis Ansar berubah menjadi lebih buruk lagi dari sebelum sebelumnya. para pekerja baik bawahan maupun investor yang bekerjasama dengan PT.Adiatama group kenal dampaknya walau hanya melakukan sedikit saja kesalahannya. bagi Ansar itu ceroboh. dia bekerja bak seperti robot. dia menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.agar dia dapat melupakan rasa sakit yang ada. apalagi mendengarkan setelah menghianati nya sang kekasih sebulan kemudian mengalami kecelakaan. dia semakin hancur,namun dia tetap terus mencari Febri karna Febri jasatnya tidak ditemukan. dia berharap bisa menemui Febri untuk meminta penjelasan. ya waktu itu setelah dimana kejadian malam jebakan itu Febri terus saja menghindari Ansar. karna Febri begitu frustasi atas apa yang menimba dirinya malam itu.lalu sebulan kemudian Febri mulai terasa aneh dengan keadaan tubuh dan kesehatannya dia curiga bahwa kejadian malam yang naas tersebut membuahkan hasil. yaitu Febri hamil anaknya samier. hari dimana sebelum kecelakaan mobil antasa Samier dan Febri terjadi Samier membututi Febri kerumah sakit untuk memastikan kecurigaanya. ternyata benar bahwa Febri hamil anaknya. Samier memaksa Febri dan kedua orang tua Febri untuk ikut dengannya, dia berencana ingin membawa Febri langsung ke KUA untuk melangsungkan akad nikahnya, namun sayang febri tidak mau, lalu di tengah jalan mereka berdua bertengkar hebat disaksikan kedua orang tuanya febri. hingga terjadilah kecelakaan tersebut.di mana sebenarnya Febri dan orang tuanya tidak kenapa-napa hanya Samir yang mempunyai luka yang lumanyan parah,hingga dia pinsan. sedangkan febri kabur dengan kedua orang tuanya ke suatu desa terpencil sebelum Samier sadar. makanya semua orang mengira bahwa Sanya Febri dan kedua orang tuanya jatuh ke jurang dan meninggal dunia meskipun jasadnya tidak di temukan. waktu itu setelah Samier sadar dia langsung menanyakan Febri dan ayahnya Samier langsungemberi tahukannya bahwa Febri telah meninggal. Samir sempat terpukul juga. dia menyesal telah memaksa febri tuk ikut dengannya.hingga beberapa tahun kemudian hampir 5 tahun lamanya Samier curhat kepada Tante Erna bahwa Sanya dia ingin memulai kehidupan yang baru.maka timbullah saran dari Tante Erna bahwa jika Samier ingin melupakan seseorang biar lebih cepat Move on Samier harus dengan cara memiliki pengganti yang baru. dan disitulah tantenya khaira menjodohkan Khaira dengan samier.
Sebenarnya yang terjadi Samier setelah malam dimana dia melakukan penyatuan dengan Febri dia sempat menawarkan bahwa akan bertanggung jawab atas semua yang dilakukannya. namun Febri tak mau karna dia sangat mencintai Ansar dan tak mau menghianati nya. dia berharap suatu saat akan di satukan kembali dengan ansar.
"begitulah ceritanya nak Ansar" ucap ibunya Febri. sedangkan untuk Ansar sendiri perasaan nya entahlah tak bisa di jelaskan.dia sendiri bingung cerita yang disampaikan ibunya Febri tak menyentuh hatinya sedikitpun. dia sekarang semakin menyadari saat ini seperti ada yang lain dia rasakan dihatinya ,tidak sama seperti dulu lagi..
__ADS_1