
"akhir nya kau muncul juga" ucap seorang pria yang sedari tadi sudah memperhatikan rara
cukup lama rara dan vika berbincang, hingga tiba waktu nya waktu istirahat para karyawan pun telah berakhir temasuk vika, dan dengan perasaan yang berat vika mau tidak mau harus meninggalkan rara sendirian setelah memberikan pelukan hangat nya terhadap rara.
"aku masuk dulu ya, kapan-kapan kita ketemu lagi" pamit vika setelah melepaskan pelukan nya dari rara, yang hanya di angguki oleh rara
setelah vika berlalu dan kondisi tempat makan tersebut mulai terlihat sepi, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan ke arah rara
kening rara berkerut dalam melihat pria yang sama sekali belum pernah rara temui sebelum nya berhenti tepat di depan meja yang ia tempati. baru saja rara ingin bertanya terhadap pria tersebut, tiba-tiba pria tersebut langsung berlenggang pergi menjauhi rara, karna melihat seseorang tiba-tiba berjalan menghampiri rara
"aneh, siapa pria tadi, apa dia mengenalku, tapi kalau pria tadi mengenal ku mengapa tiba-tiba langsung pergi" gumam rara, hati nya masih-bertanya-tanya tentang siapa pria tadi yang terlihat mempunyai gerak-gerik mencurigakan.
tiba-tiba lamunan rara buyar tatkala merasakan seseorang memegangi pundak nya dari arah belakang
"rara, syukurlah aku menemukan mu, ternyata kau ada d sini, kau dari mana saja ? sudah dari tadi aku menghubungi nomor ponselmu, namun tidak kau respon-respon" ya rara kenal suara itu, nampak jelas sekali nada kekhawatiran dari suara tersebut, dan juga raut wajah yang terlihat penuh kegusaran
tiba-tiba arif membenamkan tubuh rara dengan erat ke dalam pelukan nya, entah mengapa perasaan cemas melanda hati nya, tidak perduli dengan beberpapa orang yang berlalu lalang di sekitar nya, bahkan tak sedikit orang pun membelakkan mata nya melihat sikap atasan nya yang memeluk seorang wanita. rara yang menyadari hal tersebut, tiba-tiba mendorong paksa tubuh kekar suami nya agar terlepas dari tubuh nya
"apa-apaan? kenapa memelukku tiba-tiba di depan umum seperti ini?" ucap rara, mata nya jelas masih memperhatikan orang-orang yang sedang curi-curi pandang melihat ke arah nya
__ADS_1
"kenapa memang nya? jangan memperdulikan orang lain, mulai sekarang tidak akan ada yang berani dengan mu, karena mereka yang berani kepada mu akan berhadapan langsung dengan ku, jadi tidak usah kau hiraukan tatapan orang lain" ucap arif, yang masih melihat jelas wajah panik rara memperhatikan orang-orang di sekeliling nya.
"dan kalian semua, apa yang kalian lihat, kembalilah bekerja" arif tiba-tiba berteriak memberikan peringatan kepada karyawan nya yang masih diam-diam memperhatikan nya,
"ayo keruangan ku" ajak arif menggenggam tangan istri nya lembut, namun rara menggeleng, enggan melanjutkan langkah nya. raut wajah nya menunjukkan kegusaran
"kau pasti tidak mau ya? tanya arif sedikit kecewa
"tidak apa-apa kalau kau tidak mau, aku mengerti" ucap arif, tak lupa menyematkan seulas senyum yang ia paksakan dan rara dapat melihat itu,
"bukan begitu, tapi sebaik nya aku pulang saja, aku tidak mau pekerjaan mu jadi terbengkalai karna ku" ucap rara tak mau memandang ke arah suami nya, sedangkan arif, tenggorokan nya terasa tercekat mendengar penuturan istri nya, sedalam ini kah ia telah menyakiti istri nya.
"kalau begitu, tunggulah di sini sebentar, aku mau mengambil kunci mobilku terlebih dahulu" ucap arif
"tidak, aku tidak akan membiarkan mu pulang sendirian, setidak nya biarkan aku mengantarkan mu pulang terlebih dahulu" ucap arif tegas, tak mau di bantah
"tunggu" seketika arif menghentikan langkah nya mendengar teriakan rara "bukan begitu, sudahlah, lupakan, aku tahu pekerjaan mu pasti masih banyak, jadi ayo ke ruangan mu" rara berubah pikiran, sedangkan arif yang mendengar nya tersenyum bahagia lalu kembali arif menghampiri istri nya.
"kalau begitu ayo" ajak arif menggenggam erat tangan istri nya dengan mesra
__ADS_1
.
.
.
jangan lupa terus support karya author ya teman-teman, berikan LIKE dan VOTE mu serta komentar-komentar postive kalian untuk author
__ADS_1