
karena kejadian yang tak di sengaja tadi, entah mengapa membuat suasana hati rara menjadi sangat panas, sebenar nya saat ini rara tengah di landa malu, bahkan rara tidak berniat untuk keluar kamar, namun karena arif yang ternyata sudah menunggu rara cukup lama di depan pintu kamar yang di tempatinya membuat nya dengan terpaksa harus keluar kamar karena sikap nekat dan keras kepala arif yang tak henti-henti nya menggedor pintu dan mengatakan permintaan maaf atas kelancangan nya yang masuk ke dalam kamar yang di tempati nya tanpa mengetuk-ngetuk pintu terlebih dahulu. bahkan tadi arif tak segan-segan mengancam rara dan mengatakan hal yang menurut rara sangat memalukan
"rara, kenapa kau tidak mau keluar?, hei buka pintu nya, maafkan aku ya, jika aku lancang, tapi tolong buka pintu nya,..........." rara kenapa kau masih belum juga membuka pintu nya, bahkan kalau aku melihat mu telanjang itu tidak jadi masalah kan, karena kita adalah sepasang suami istri, bahkan kita juga sudah pernah melakukan hal lebih, dan mungkin saja sat ini kau tengah mengandung anak ku"............oke, baiklah jika kau tidak mau membuka pintu nya, akan ku dobrak pintu ini" mengingat hal itu membuat rara hanya bisa menggigit jari dan membentur-benturkan kepala nya di atas meja makan, bagaimana bisa arif mengatakan hal seperti itu, pikir nya.
sedangkan arif, yang duduk di samping rara sedari tadi tak henti-henti nya heran melihat tingkah istri nya saat ini, bahkan saat rara tanpa sadar tengah membentur-benturkan kepala nya di atas meja, membuat arif langsung mengambil tindakan
"apa yang kau lakukan? kau bisa melukai diri mu sendiri jika melakukan hal seperti ini" ucap arif yang langsung menarik kepala rara menghadap nya dan mengelus-ngelus kepala istri nya dengan lembut
"lihat kan, kening mu jadi berubah memerah seperti ini, pasti sakit" ucap arif mengusap-ngusap kening rara dengan lembut kemudian meniup-niup nya dengan penuh ke hati-hatian, arif terlihat sangat khawatir
merasakan tingkah arif yang sangat perhatian seperti ini membuat hati rara semakin tak karuan, padahal kan dulu arif sangat membenci diri nya tapi kenapa sekarang sikap nya sangat berbanding terbalik, bahkan rara masih ingat dengan perkataan yang pernah di katakan orang yang menjadi suami nya saat ini
"aku menyesal bertemu dengan mu, karna kau hidup ku jadi hancur, aku sangat membenci dirimu, pergilah dari hidup ku" jujur saja perkataan arif waktu itu sangat menyakitkan untuk rara, tidak hanya perkataan tapi semua perlakuan-perlakuan arif terhadap nya dulu begitu menyakitkan jika mengingatnya, karena itu setelah perusahaan arif berhasil menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa perusahaan besar lain nya terutama perusahaan Big Company, rara memutuskan untuk pergi dari hidup arif agar hidup arif bisa kembali bahagia seperti saat arif tidak bertemu dengan rara, tapi mengapa saat rara pergi arif tiba-tiba kembali mencari diri nya, kenapa arif datang mencari nya dan meminta nya untuk kembali di saat rara sudah bisa menata kembali hati nya karna luka yang sudah arif tinggal kan, bahkan rara rela membohongi keluarga nya karena arif.
"apakah ini sangat sakit?" tanya arif yang baru saja menyadari bahwa mata istri nya itu terlihat berkaca-kaca, membuat rara segera mengerjap-ngerjapkan mata nya agar air yang sudah berada di ujung pelupuk mata nya tidak tumpah.
__ADS_1
"tidak, sebaik nya lanjutkan makanmu, tidak perlu memperdulikan ku, aku akan mengambilkan obat di kamar mu" ucap rara datar kemudian segera berlalu tanpa menghiraukan perkataan arif yang menyuruh diri nya untuk menghabisi makanan nya terlebih dahulu.
****
dan disini lah rara berada, di kamar arif, karena arif tak henti-henti nya mencari seribu satu cara agar rara mau tidur satu kamar dengan nya lagi, bagaimana tidak saat rara ingin kembali ke kamar yg ia tempati semalam, arif tiba-tiba mengaduh kesakitan, mengatakan bahwa, leher, punggung dan juga kepala nya sakit akibat tertimpah buku-buku tadi
"kau tidak percaya kepadaku?, peganglah kepala ku yang tertimpa buku-buku tadi, peganglah, kau bisa rasakan kan sedikit benjolan di kepalaku" ucap arif mengarahkan tangan kanan rara menyentuh benjolan yang memang disebabkan akibat buku-buku tadi,dan memang benar, ada sedikit benjolan yang rara rasakan membuat rara menjadi ibah
"maafkan aku ini semua salahku, seandai nya saja kau tadi tidak menyelamatkan ku kau tidak akan terluka parah seperti ini" ucap rara menundukkan kepala nya
namun tiba-tiba arif mengubah posisi tidur nya menjadi menghadap rara,membuat rara terlonjak kaget karena tiba-tiba arif memeluk diri nya dengan sangat erat bahkan menyusupkan kepala nya di leher jenjang rara istri nya.
"apa yang kau lakukan?" ucap rara tak terima dengan yang di lakukan arif
"posisi tadi tidak enak, dan posisi ini mengurangi rasa sakit di tubuhku, jadi tolong jangan menolakku" ucap arif semakin menyusupkan kepalanya di leher jenjang istri nya,bahkan tak henti-henti nya arif menghirup dalam-dalam aroma tubuh istri nya, yang malah membuat tubuh rara semakin meremang dan merasakan panas dingin secara bersamaan.
__ADS_1
rara hanya bisa mendesah kesal menahan sekuat tenaga gejolak panas dalam hati nya, ia sudah berusaha melepas kan diri dari pelukan arif tapi arif lagi-lagi punya cara agar rara tetap pada posisi nya, membuat rara tak bisa melakukan apa-apa kecuali tetap mengelus-ngelus kepala suami nya dengan lembut.
.
.
.
jangan lupa terus support karya author ya teman-teman, berikan LIKE dan VOTE mu serta komentar-komentar postive kalian untuk author
__ADS_1