
Setelah puas melabuhkan kecupan-kecupan kecil di wajah istri
nya arif kembali memeluk istri nya sangat erat dan cukup lama
“ssshh” desis rara, membuat arif melepaskan pelukan nya secara tiba-tiba
"sayang, kau kenapa? apa ada yang sakit?” ucap arif yang kini memeriksa seluruh bagian tubuh istri nya
“katakan sesuatu jangan membuatku khawatir seperti ini” menangkup kedua bahu istri nya, rara dapat melihat sorot mata penuh kekhawatiran di wajah suami nya itu
“kakiku rasa nya kebas” keluh rara
“kenapa tidak bilang dari tadi” tanpa aba-aba arif langsung menggendong tubuh istri nya
“tidak perlu menggendongku, aku bisa jalan sendiri” tolak rara
“sudah, kau diam saja” kini arif mendudukkan tubuh istri nya di atas kasur, membuka sepatu yang di pakai istri nya itu lalu memberikan pijatan-pijatan kecil di sekitar kaki dan betis istri nya itu
“kau tidak perlu melakukan ini, aku bisa melakukan nya sendiri” rara mencoba menjauhkan kaki nya,tapi arif kembali menarik bahkan sudah meletkkan kaki istri nya itu di atas paha nya
“diamlah, lagi pula ini juga salah ku, ini pasti gara-gara aku menyeretmu dengan paksa tadi, makanya kaki mu jadi kebas seperti ini” ucapnya merasa bersalah
__ADS_1
“kau tidak perlu merasa bersalah seperti ini, lagi pula beberapa hari ini kaki ku memang sering merasa kebas, dan ini memang murni yang sering di alami oleh ibu hamil” ucap rara tersenyum
“mulai sekarang apa pun keluhan mu, tolong beri tahu, aku tidak mau jika sampai terjadi sesuatu dengan mu” ucap arif pelan tapi dengan nada tidak mau di bantah
“sayang, apa kau mendengar perkataan ku barusan?” rara hanya menganggukkan kepala nya mengerti
Setelah menyelesaikan pijatan nya arif langsung menyuruh istri nya itu beristirahat, sedangkan arif sendiri, ia harus kembali ke perusahaan nya karna para investor ingin bertemu langsung dengan arif
“sayang seperti nya aku harus kembali ke kantor, andi baru saja menghubungi ku kalau para investor-investor perusahaan ingin bertemu langsung dengan ku, dan mungkin aku akan pulang agak larut, jadi kau harus beristirahat ya, aku akan memanggilkan laura untuk menemani mu, hubungi aku jika butuh sesuatu, jangan lupa makan” ucap arif
“tunggu, apa kau sudah merasa lebih baik dan tidak merasakan mual lagi?” tanya rara penuh kekhawatiran
“hmm, aku rasa sudah tidak lagi, setelah ada seseorang yang sudah mengatakan cintanya pada ku” ucap arif dengan nada menggoda, membuat istri nya itu tersipu malu mendengar nya “kalau begitu aku pamit dulu ya” ucapnya setelah memangut bibir istri nya itu cukup lama
“kenapa mau lagi?” goda arif membuat rara menggeleng kepala nya cepat
“sudah sana cepat pergilah, nanti kau terlambat, hati-hati di jalan” ucap rara
*****
Terdengar suara ketukan dari luar pintu
__ADS_1
“kak rara apa laura boleh masuk” teriak laura cukup keras
“ya masuklah, pintu nya tidak di kunci kok” ucap rara
“kak rara tidak di apa-apakan kan oleh kak arif” tanya laura sedikit khawatir karena kejadian tadi,
“ya seperti yang kau lihat, kakak tidak apa-apa kok” ucap rara
“ihhh kak arif kalau marah memang mengerikan mirip seperti monster” ucap laura kesal membuat rara tergelak keras “ oh iya kak, apa boleh laura tahu kenapa kak arif bisa marah seperti itu, tapi kalau kak rara tidak mau cerita juga tidak apa-apa kok” ucap laura dan lagi-lagi membuat rara tergelak keras melihat ekspresi laura yang terlihat ragu-ragu, dan tentu saja rara menceritakan semua nya, mulai dari awal hingga suaminya itu sampai marah.
“kakak yang sabar ya punya suami seperti kak arif” ucap laura mengelus-ngelus pundak kakak iparnya itu dengan sabar “tapi kak rara juga beruntung, itu tanda nya kak arif itu benar-benar, sangat-sangat mencintai kakak, ya meskipun terkesan sangat posesif sih” sambung nya membuat mereka berdua langsung tertawa, karena apa yang dikatakan laura memang benar
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa berikan dukungan kalian untuk Novel author ya teman-teman, klik tombol LIKEdan Vote