Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 111


__ADS_3

Keesokan harinya, Arif mengajak rara ke kantor, arif terlihat mengenakan setelan jas berwarna abu-abu gelap,


sedangkan rara membalutkan tubuhnya dengan dress berwarna kuning selutut, sangat kontras sekali dengan kulit putih nya


dengan mesranya Arif merangkul mesra pinggang istrinya berjalan menyusuri lobi kantor, tak jarang juga arif


memberikan kecupan tiba-tiba di kening istrinya, membuat banyak karyawan mempertanyakan hubungan mereka.


“arif” protes rara “Cupp” satu kecupan mendarat di bibir rara membuat rara terbelalak panik, pasalnya ada


banyak karyawan di kantor ini


“arif ini di kantor” namun lagi-lagi “Cupp” arif membenamkan dua kecupan di bibir istrinya, tentu saja rara kembali


memprotes hal itu, karena mereka saat ini sedang menjadi pusat perhatian para karyawan, bahkan kebanyakan karyawan wanita menutup mata dan mulutnya bahkan berteriak histeris melihat kelakuan atasannya,  “astaga, tunggu apa yang aku lihat barusan ini, aaaaaa


“sayang, panggil aku sayang” ucap arif tak perduli dengan para karyawan yang sejak tadi memperhatikan nya


“tap” tapi lagi-lagi “Cupp, cup, cup” tiga kecupan tiba-tiba mendarat di bibir istrinya, membuat rara memukul


dengan keras lengan suaminya.


“hei sayang, kau mau kemana” teriak arif saat melihat istrinya itu tiba-tiba berlari meninggalkan nya, sedangkan


para karyawan semakin dibuat melongo melihat tingkah meresahkan atasan nya itu


“coba tampar aku” ucap salah satu karyawan “awww, jadi ini bukan mimpi ya” lanjutnya kembali menampar wajahnya sendiri


“astaga, aku tak percaya ini” ucap karyawan lain nya


“jadi mereka memang sedang pacaran”


“haha kenapa hatika sepertinya sakit” para karyawan tak henti-henti nya bergumam dan saling memandang


“ehm, kalian kembalilah bekerja” arif berdehem, berkata begitu tegasnya “ckckck, pantas saja istriku kabur” gumam arif menggeleng-gelengkan kepalanya heran, jujur saja arif memang baru menyadari tingkah meresahkannya itu.


…..


Sementara rara saat ini sedang bersama Vika di atas rooftop perusahaan, ya saat rara pergi meninggalkan

__ADS_1


suaminya, tiba-tiba Vika menarik tangannya dan mengajaknya naik ke atas rooftop


“jelaskan semuanya, apa hubunganmu dengan pak Arif, sepertinya ada banyak hal yang tidak kuketahui tentangmu” Vika melipat kedua tangannya ,menunggu jawaban dari rara yang saat ini masih terdiam menggigit bibir bawahnya


“kak Vika, sebenarnya, huffttt” rara


menghembuskan nafasnya sebelum berbicara “sebenarnya aku dan arif, eh maksudku


pak arif sudah menikah” ucap rara tertunduk takut


“apaaa, sejak kapan, kenapa aku tidak mengetahuinya?”  tanya Vika


“sudah hampir 5 bulan kak” ucap rara masih menundukkan kepalanya


“astaga kenapa tidak bilang dari awal, kenapa baru mengatakannya sekarang” ucap Vika menghela nafasnya lesuh “itu sebabnya kau akhir-akhir ini sering bersama pak arif” rara menganggukkan kepalanya dan pada akhirnya harus menceritakan semuanya.


“maafkan aku kak”


“ya sudah tidak apa-apa, aku mengerti, lain kali kalau kau punya masalah ceritakan saja padaku” ucapnya tersenyum, membuat rara langsung tersenyum sumringan


“terimakasih kak, dari dulu memang kak Vika yang terbaik” ucap rara langsung memeluk Vika “kak Vika memang senior terbaik” mereka saling membalas pelukan satu sama lain


“ehh pak arif” ucap Vika berusaha menelan salivanya


“apa urusan kalian berdua sudah selesai” tanya arif membuat Vika mengangguk-anggukkan kepalanya kaku


“ya sudah, kalau begitu ayo sayang” ajak arif menggandeng mesra tangan istrinya


“kak, aku duluan ya, sampai ketemu nanti” ucapnya tak lupa melambaikan tangan sebelum


pergi meninggalkan Vika yang masih shock karena tak menyangka atasan nya itu akan


memergoki dirinya dan rara sedang berpelukan “astaga, bagaimana kalau pak arif


mengira kalau aku dan rara sedang berbuat tak senonoh” Vika menutup wajahnya


menggunakan telapak tangan nya, ia tak henti-hentinya merutuki dirinya sendiri.


Sementara di lain tempat arif langsung membawa istrinya masuk ke dalam ruangan nya

__ADS_1


“kenapa tadi meninggalkanku?” tanya arif seperti menghakimi rara


“emm, aku hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian para karyawanmu apalagi kau bertindak seenaknya saja di depan mereka,, itu tidak baik, apalagi di depan umum seperti tadi” rara benar-benar malu mengingat kejadian tadi, membuatnya dengan reflek memejamkan mata dan menggeleng-gelengkan kepalanya geli


“ehhh, apa yang kau lakukan” ucapnya ketika melihat arif membuka paksa jas  dan dasi nya, dilanjutkan dengan membuka satu persatu kancing kemejanya.


“arif hentikan, nanti ada yang masuk” ucap rara gelagapan


“Cupp,  aku kan sudah bilang, panggil aku sayang” ucapnya setelah membenamkan ciuman tiba-tiba di bibir kenyal istrinya, namun tak menghentikan aktivitasnya, membuka satu persatu pengait kemejanya hingga kini menampakkan dada bidangnya, hal itu sontak membuat Rara menelan  salivanya kuat-kuat.


“ia baiklah, tapi pasanglah lagi kemejamu” rara berusaha kembali mengancingkan kemeja milik suaminya, tapi arif tak membiarkan itu terjadi “ayo jangan seperti ini, biarkan aku memasangnya” ucapnya masih  berusaha memasangkan kancing kemeja suaminya


“tidak mau, kau sendiri yang bilang jangan bertindak seenaknya saja di depan para karyawan, itu tidak baik, apalagi di depan umum seperti tadi” ucapnya meniru gaya bicara istrinya “jadi boleh kan, jika aku berbuat yang tidak-tidak dengan mu di sini” ucapnya mengangkat kedua alisnya


“tidak, tidak boleh, bagaimana jika ada karyawanmu yang masuk ke dalam ruangan ini secara tiba-tiba” ucapnya sedikit kesal, tangannya kini sudah menahan kuat-kuat satu kancing bawah yang berhasil di pasangnya.


“tidak akan” ucap arif santai, berusaha menepis tangan istri nya, tapi tiba-tiba radit muncul menyelonong tanpa permisi masuk ke dalam ruangan arif, membuat Radit langsung cegukan di tempat menyaksikan pemandangan absurd di depannya.


“ii.iini tidak seperti yang kau pikirkan” ucap rara setengah panik “astagaaa, arif cepat kancing bajumu” teriak Rara menyadarkan suaminya yang masih terdiam menatap ke  arah Radir.


tanpa berkata apa-apa Radit langsung menutup pintu dengan sangat keras nya


"benar-benar meresahkan" ucap Radit lirih


 


.


.


.


 


Jangan lupa terus dukung Novel ini, Please jangan lupa tinggalkan jejakmu, dengan cara tekan tombol Like, dan Vote nya


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2