Apa Salahku

Apa Salahku
Terus terang


__ADS_3

Ryan terdia dan tidak langsung menjawab,  karena di sini juga dia salah dan di sini juga dia memang menghianati Zula


" Apa sengaja Iyan loe mau balas dendam elo? Elo gak terima  di biarkan Zula saat elo sedang sakit?' Tanya Henny menambahi Ryan


" Abang Minta loe jawab jujur, tanpa ada yang di tutupi Yan" Tambah El ppada Ryan


Ryan menarik nafas dalam dan menghembusnya secara perlahan


"" Ya kak, bang, Terus terang pertama gue buka mata, tentu yang gue cari adalah istri gue" Jawab Ryan mulai bercerita


" Siapa lagi bang? Jujur pertama itu gue juga masih merasa bersalah banget karena sebelum gue jatuh di kecelakaan itu, Gue sudah sangat merasa bersalah, gue menyalahkan Zula dala, hal pengurusan anak, Gue menyalahkan Zula gara gara telat ngurus Syifa waktu itu, padahal itu juga kewajiban gue, tapi karena kita sama sama capek, sama sama kerja dan kita udah pusing bagi waktunya, emak marah sama kami, dan gue juga marah sama Zula, kami berantem di mobil, saat perjalanan mau menemui Syifa, padahal Dia juga udah nitip pada Umi dan Bibi untuk ambil Syifa terlebih dahulu nanti nyusul dan juga udah pesen sama Aira juga, Dan gue juga tau itu, tapi yang namanya setan ya kak bang, pernikahan adalah hal ibadah yang panjang, dan setan paling benci itu, dan dari situ , di mulai dari situ kami sejak dari bandara, sampai rumah abah Umi, kami berantem dan Zula juga gak terima tentunya orang kami juga kerja bareng capek bareng dan kenapa harus dia mulu yang di salahim, dia terus yang harus di pojokkan " Ucap Ryan bercerita, EL dan Henny mendengarkan dengan  seksama


" Jelas, gue aja sebagai abangnya juga gak terima Yan, kalau adek gue yang kalian pojokkan aja dalam hal anak, " Tanggap El pada Cerita Ryan


" Setuju itu, di pikir ngrumat anak seenak buatnya apa?" Tambah Henny justru keceplosan dan El mesem mesem melihat dan memandang Henny


" Apa lihat lihat? " Tanya Henny salah tingkah


" Mau buat sekarang" goda EL gak bisa kalau sama istrinya gak buat salah tingkah

__ADS_1


Pasangan yang poll pollan bucin dari Zaman masih sekolah sampai sekarang, pasangan yang kembali ke cinta pertama mereka, di saat drama percintaan menghadang mereka kini justru masih tetap romantis hingga saat ini


" Enggak... Lanjut sidang Ryan" jawab Henny makin salah tingkah


Ryan tidak terbawa suasana candaan saudara iparnya karena dia juga masih sedih mengingat kesalahan yang fatal sudah menjadi basi


Dan kini Ryan  masih berusaha membuka kunci atau mencari kuncinya kebahagiaan rumah tangganya agar bisa kembali seperti semula sedia kala


Bahkan dia sendiri gak open di mana kedua anaknya, baik Aira maupun Syifa yang gak tau entah di mana keberadaan mereka , yang terpenting Mama dari anak anaknya dulu kembali ke dia, kalau anak akan ngintil ke merka pasti nantinya


" Terus kenapa Elo bisa kepincut dengan tetanggamu? Apa yang membuat loe bisa kepincut dan justru sampai mau menikahinya?" Tanya El lagi dan Ryan mengangguk


" Berawal dari gue yang koma, kata emak gue koma 3 hari di rumah sakit Aceh,  gue bangun tanya tentag keberadaan Zula, tapi mereka gak ada yang jawab, termasuk Aira sendiri, sampai akhirnya gue sudah mendingan, dan gue sudah di bawa pulang baru mereka ngomong, dan selama gue di rumah sakit, bahkan selama gue sakit ya yang merawat gue itu tetangga gue, ya awalnya gue kira ya dia di bayar untuk bantu mereka, tapi ternyata ada tujuan lain dari mereka untuk mempertemukan gue kembali sama dia" jawab Ryan kembali bercerita


" Maksudnya?" Tanya Ryan balik


" Ya kan Elo udah lihat rekaman CCTV kemaren Yan, Yang gue bawa ke Aceh waktu loe mau nikah" Jawab Henny mengingatkan kembali


" Itu sebenarnya siapa?" Tanya Henny lagi

__ADS_1


" Kenapa sampai di bawa bawa segala?" tambah Henny ikut sengit pada Fatma terutama pada adeknya Ryan si Putri


" Dulu emak sama ibunya Fatma kan bestie kak, lha gue mau di jodohkan sama dia, gue di pondok dan masih kuliah juga, gak kepikiran sampai nikah juga" jawab Ryan karena waktu itu juga dia masih sakit hati dan trauma akan jatuh cinta karena cintanya bertepuk sebelah tangan


" Karena gue gak kunjung kasih jawaban, akhirnya dia menikah lah, dan lama gak ada keturunan dan akhirnya sampai suaminya meninggal dia gak punya anak, jadi dia janda tanpa anak" jawab Ryan melanjutkjan ceritanya


" Dan yang membuat kami bisa sampai mau menikah itu juga gue gak ada niatan sama sekali, dan gue itu gak mau dan dalam pikiran gue itu cuman Zula, kenapa Zula juga gak ngabari gue dan bahkan sampai gak mau tau kabar gue, itu yang ada dalam pikiran gue, dan bener gue egois gue yang justru terlalu mikirin diri gue sendiri bang kak, gue enak enakan pergi jalan jalan, sedangkan Zula jungkir balik ngurus pondok pesantren dan juga persahaan dan yang menghidupi kami juga dia, padahal dia sendiri gak mengerti dimana ponselnya semenjak gue pergi" Ucap Ryan kembali menangis yang tadinya udah reda sekarang menangisn lagi


" Loe tau apa yang dia lakukan setelah elo dan anak anaknya pergi meninggalkan dia sendiri?" Tanya El yang kalau mengingat itu dia sangat sakit hati banget


" Kerja meeting, ngurus ngaji ngurus santri,lembur dan jarang makan, tambah kepikiran dengan  CCTV yang di pasang sebagai pengawas rumah elo" Ucap El keceplosan


" Dari situ dia makin merasa bersalah, dan merasa menjadi istri dan ibu yang gak ada fungsi" tambah El lagi


" Maksudnya CCTV?" Tanya Ryan bingumg karena belum mengetahui soal CCTV yang Zula pasang


" Elo gak lupa kan gimana istri loe, dan gimana keluarga kami" Tanya El balik


Dan Ryan mengangguk mengerti kalau semuan apapun akan keluarga Mereka lakukan asal tidak melanggar aturan baik itu negara apa lagi agama

__ADS_1


" Zula tau apa yang kalian lakukan di sana, apa yang kalian rencanakan di sana, dan selama ini Zula tau apa yang kalian omongkan dan bicarakan tentang dia" jawab El terus terang aja kalau sekarang, gak mau umpet umpetan lagi apa lagi sama Ryan biar sekalian tau


" Dan itu yang membuat istri loe makin menderita ,makin habus, makin merasa bersalah dan makin terpuruk Yan"Ucap El sudah dongkol ingin buka semuanya


__ADS_2