
rara bahkan tidak menolak ketika arif membawa rara ke dalam kamar milik nya, ya karena saat ini di pikiran rara adalah keadaan suami nya, ia ingin benar-benar memastikan apakah keadaan suami nya itu baik-baik saja saat buku-buku tebal itu jatuh menimpah kepala dan punggung suami nya.
"apa kau benar tidak apa-apa?" tanya rara setelah arif mendudukkan nya di sisi ranjang kamar nya, arif dapat melihat sorot mata penuh ke khawatiran dari istri nya
"aku baik-baik saja, dan justru aku yang harus nya bertanya seperti itu kepada mu, apakah kau baik-baik saja" ucap arif tak lupa menyematkan seulas senyum di bibir nya, dan kali ini tangan nya bergerak menangkup ke 2 pipi istri nya dan mengelus nya dengan lembut, membuat jarak di antara mereka benar-benar begitu dekat.
"mmm, iii.iiyya" ucap rara sedikit terbata, membuat arif bisa tersenyum lega mengetahui keadaan istri nya, namun tidak untuk rara, ketika tak sengaja mendengar desisan kecil dari mulut arif menahan sakit di area leher belakang dan punggung nya.
"kau berbohong, kau bilang tidak apa-apa, tapi nyata nya kau sedang tidak baik-baik saja, aku tahu kau saat ini sedang kesakitan kan, jadi tidak usah menahan nya, katakan pada ku apa mu yang sakit" ucap rara sedikit marah, membuat arif kembali meyematkan seulas senyum nya
"dasar bodoh, kenapa kau malah tersenyum" ucap rara jengkel dan tiba-tiba tangan nya bergerak memukul punggung arif sedikit keras, membuat arif meringis kesakitan
"awww, kenapa memukul ku" ucap arif sambil mengelus-ngelus punggung nya yang barusan di pukul rara
"katamu tadi kau baik-baik saja, tapi kenapa kau meringis kesakitan saat aku memukulmu tidak begitu keras" ucap rara menatap arif dengan sorotan mata tajam nya, arif hanya bisa menggaruk kepala nya yang tidak gatal, bingung harus menjawab apa
"buka bajumu" tiba-tiba rara melepas paksa kancing baju kemeja bagian atas yang di kenakan oleh arif, membuat arif merasa gelagapan dan salah tingkah, namun arif tetap membiarkan istri nya itu membuka satu-persatu kancing kemeja nya, hingga menampakkan penampakan dada bidang dan kekar nya,
rara membulatkan mata nya dan menelan saliva nya kuat-kuat setelah berhasil melepaskan semua pengait kancing yang melekat di kemeja arif, rara bahkan baru sadar dengan hal nekat yang baru saja ia lakukan
seketika suasana di dalam ruangan tersebut menjadi canggung, tatkala rara tiba-tiba membalikkan badan nya, sedangkan arif hanya berdehem untuk menormalkan degub jantung nya yang berpacu 3 kali lebih cepat
"maaaaff, aku tidak bermaksud lancang" ucap rara sambil menggarung tengkuk bagian belakang nya, membuat arif tersenyum nakal, karena rupa nya istri nya ini malu karena kejadianyang baru saja terjadi
__ADS_1
"kenapa harus meminta maaf, bukankah kau tadi berniat untuk memeriksa tubuhku, mungkin saja ada yang terluka akibat tertimpa buku-buku tadi, tapi kenapa kau malah membalikkan badan mu setelah membuka semua kancing bajuku" ucap arif, tidak merasa canggung lagi
"apakah kau merasa jijik dengan tubuh ku ini" ucap arif, yang seketika membuat rara kembali membalikkan badan nya ke arah suami nya itu
"titiiiddakk, bukan begitu, kalau begitu berbaliklah, aku akan memeriksa bagian belakang tubuh mu" ucap rara
"oh ya tuhan, punggung mu sampai memar seperti ini, pasti kau merasa ngilu ya" ucap rara kaget bercampur khawatir, tiba-tiba tubuh arif meremang hebat saat merasakan tangan mungil rara menyentuh punggung arif yang memar, dan arif hanya bisa pasrah saat rara mengoleskan minyak dan mengelus-ngelus punggung nya dengan pelan dan sedikit memberikan pijatan-pijatan kecil di punggung suami nya itu.
sesekali arif meringis kesakitan, membuat rara sangat merasa bersalah, padahal kan suami nya itu baru saja keluar dari rumah sakit, tapi malah menyelamatkan diri nya, akibat nya, jadi lah suami nya yang celaka
"sudah selesai, kau lebih baik beristirahat lah, aku akan ke bawa dulu, untuk menyiapkan makan malam" ucap rara, namun tangan nya tiba-tiba di cekal ketika ia hendak melangkah pergi
"maaf kan aku, aku selalu saja teruys menerus merepotkan mu" ucap arif, membuat rara melepaskan cekalan tangan suami nya dengan lembut
***
setelah menyiapkan makan malam, rara terlebih dahulu membersihkan diri nya dan setelah itu ia akan membawa makan malam tersebut ke kamar arif
sedangkan arif baru saja terbangun, ia merasakan ngilu dan sakit di punggung dan juga bagian leher belakang nya, namun cepat-cepat ia bangun mau mencari keberadaan istri nya yang sudah lama pergi nya,
"rara, kau di mana" panggil arif, namun tak ada sahutan dari rara, hingga arif memutuskan untuk turun mencari keberadaan istri nya, namun tak kunjung ia temukan, namun masih ada 1 tempat lagi yang belum arif periksa yaitu kamar yang ia dan rara tempati semalam
dengan terburu-buru arif membuka pintu kamar tersebut dengan paksa, membuat orang di dalam sana terpekik kaget, bagaimana tidak saat ini ia hanya menggunakan selembar handuk pendek yang melilit tubuh nya
__ADS_1
"yaaa, apa yang kau lakukan?" teriak rara begitu panik nya, sementara arif masih dalam keadaan tertegun melihat pemandangan di depan nya, bagaimana tidak rara terlihat begitu cantik dan sexy dengan keadaan rambut nya yang di gerai indah dan terlihat basah, apalagi dengan pemandangan tubuh nya yang hanya di lilit selembar handuk pendek memperlihatkan leher jenjang nya
"arif apa yang kau lakukan, keluarlah terlebih dahulu" teriak nya lagi, dan kali ini berhasil membuat arif tersadar
"maamaafff, maafkan aku, tadi aku sudah mencari mu bahkan berulang kali memanggil nama mu, namun tak ada sahutan dari mu" ucap arif terbata, membuat rara merasa sedikit kesal karena sedari tadi arif memperhatikan diri nya
"kalau begitu tunggulah di luar, karna aku mau memakai pakaian ku terlebih dahulu" ucap rara semakin memegang erat handuk nya yang sedikit melorot
"arif kenapa masih di sini" ucap nya setengah berteriak, sehingga dengan terpaksa arif meninggal kan rara dengan malas di kamar tersebut
.
.
.
jangan lupa terus support karya author ya teman-teman, berikan LIKE dan VOTE mu serta komentar-komentar postive kalian untuk author
oh iya temen-temen sebenar nya kalian maunya arif dan rara gimana, haha author sering banget ngakak sendiri ngebaca semua comment-comment dari kalian, comment-comment dari kalian itu mempengaruhi imajinasi author buat nentuin jalan cerita di novel ini.
__ADS_1