Apa Salahku

Apa Salahku
13


__ADS_3

" huh,,, jangan aneh aneh kamu, nanti bos dapat murka.aku tak ingin terkena imbasnya. paham kamu?"


" ya ya ya...begitu aja Cemen kamu" ledek Bayu lagi


" sudah sudah. kalian tu ya kayak Tom and Jerry aja tiap kali ketemu, lama lama gua jodohin kalian berdua" Marvel mencoba melerai keduanya. terbukti ampuh berhasil mereka jadi pada bubar langsung menuju kekamar masing-masing yang telah disediakan.


" ih amit amit" gerutu keduanya langsung pada pergi.


sementara khaira sedang gelisah di depan kamar Raja. selain mengkhawatirkan Raja dia juga takut akan amukan ansar, apalagi setelah melihat angsar begitu sayang dan khawatir terhadap anaknya tadi.


tiba tiba pintu terbuka dari dalam nampaklah sesosok.orang yang membuat Khaira ketakutan siapa lagi kalau bukan Ansar.


" ngapain Lo disini," tanya Ansar tatapan yang tak bersahabat.


" sssaya,, saya tidak melakukan apa apa tuan, saya tidak mencelakai anak anda." ucap Khaira ingin mencoba menjelaskan


" belum puas kah kau menyakiti anak ku hah,,,,sini.kamu kau harus mendapat hukumannya" Ansar menyeret Khaira dengan kasar. sedangkan para sahabat yang tadinya pingin masuk kamar langsung berhenti kerna mendengar keributan di depan kamar Raja. mereka langsung tau apa yang telah terjadi


" SAR, bukan Khaira yang salah, Lo gak mau kan nanti Raja kebangun dan melihat Lo ngamuk sama Khaira. Lo mau Raja mikirnyang enggak enggak tentang Lo" ujar Marvel


" betul bro, semua itu terjadi bukan salah Khaira, Pi Raja sendiri yang mau lari lari karna kegirangan dia merasa sangat bahagia degan mempunyai ibu sambungnya." sambung Bayu

__ADS_1


" betul SAR, kata bik Inah Raja begitu senang ketika Khaira menyebutkan dirinya sendiri d Ngan kata bunda dan memanggil Raja dengan lata Sayang." ucap Marvel lagi


" SAR, pikirkan semua itu,jika Raja tau Lo menghukum khaira, dia...." belum selesai kalimat Joe muncullah seseorang di balik pintu


" siapa yang di hukum om,,,,," tanya RajA, mereka semua langsung menoleh


" tidak ada yang dihukum sayang" jawab Ansar dengan gugup akan tetapi tangan Khaira belum dilepas dalam genggamannya bahkan semakin kencang


" sssst" Khaira meringis menahan kesakitan


" bunda kenapa" tanya RajA hingga membuat Ansar sadar atas kesalahannya. dia langsung melepas cengkraman tangan nya pada lengan khaira.sedangkan Khaira sendiri tidak berani menjawab dia hanya bisa diam dan pasrah.


" ayah menyakiti bunda" tanya RajA lagi langsung mendekati Khaira dengan mata berkaca-kaca hampir menangis. dia langsung mengusap usap lengan Khaira yang sedikit memerah.


" apa nya yang tidak, tu tangan bunda memerah, ayah jahat Huaaaaammmmm..." raja menangis kencan. sedangkan Ansar semakin gelagapan dia tak tau menjelaskan seperti apa.


" sayang, bunda.audah gak apa apa,sudah jangan menangis lagi,nanti gantengnya ilang loh," Khaira sedikit menjeda kalimatnya.melihat bagaimana reaksi semua.yang ada di situ


" tadi papa bukan mau menyakiti bunda sayang, melainkan papa mau mengobatinya" terpaksa berbohong agar seorang anak tak membenci akan ayahnya.karna Khaira tau Ansar lakuin itu semua karna begitu sayang akan anaknya.cuma hanya caranya saja yang salah.


" tapi benelan bunda gak napa-napa ??" raja ingin memastikan sekali lagi

__ADS_1


" iya sayang, liat ni bunda sembuhkan" ucapnya sambil menunjukkan bekas cekakan.tadi


" tapi,.Raja harus minta maaf gi sama ayah tadi raja dah salah paham kan?, " ucap Khaira mengajarkan raja tentang minta maaf. sementara Ansar terbengong begitu pun kawan kawannya.


" papa, Raja minta maaf, udah menuduh papa berbuat jahat sama bunda, maafin raja ya ayah," Ansar masih syok masih mematung


" papa tak mau maafin raja ya" mata Raja mulai berkaca-kaca ingin menangis, Joe tersadar langsung menyiku Ansar sedikit agar Ansar sadar dari syok nya tadi, dia langsung menatap anaknya


" papa tak marah sayang,papa pasti maafin Raja,karna papa begitu sayang Raja" dia langsung mencium dan memeluk anaknya yang mulai berkaca-kaca matanya ingin menangis. setelahnya mereka semua pada bubar masuk kandang masing masing bobok cantik, dan sedangkan Ansar dia juga langsung mengajak Raja kembali masuk ke kamarnya tuk tidur. Raja juga tak lupa mengajak Khaira menemati tidurnya sebentar bersama sang ayah tentunya.


" bunda, papa temani tidur Raja sebentar ya, kata teman raja dia sebelum bobok dia di bacain cerita sama ayah dan bundanya, boleh tak raja pengen seperti itu" ucapan raja kembali membuat Khaira mematung begitupun Ansar mereka saling memandang sesaat setelahnya ansar kembali menetralisir kembali keadaan, dia tidak langsung menjawab akan tetapi hanya mengangguk dan langsung menarik tangan Khaira pelan masuk kedalam kamar Raja dengan tangan satunya menggendong raja. mereka langsung mendekati tempat tidur. dan merebahkan badannya masing-masing mengambil posisi tempat yang nyaman untuk raja tidur. Ansar dan Khaira mengambil posisi kiri dan kanan tempat tidur raja supaya mudah tuk mereka bercerita. yang bercerita hanya Ansar sedangkan Khaira sama seperti raja, dia pun tertidur dengan tangan satunya memeluk raja. selesai bercerita Ansar menoleh mendapati anak dan istrinya tertidur begitu indah pemandangannya.


" mmm ternyata raja benar, kau begitu cantik.. tapi sayang kau hanya tawananku." Ansar terus mengamati wajah istri dan anaknya bergantian


" tadinya aku heran kenapa raja langsung suka dengan mu, biasanya dia susah sekali dekat dengan orang baru, tapi kamu......mm" Ansar tersenyum membayangkan sikap raja tadi yang menyalahkannya menyakiti khaira meskipun benar apa adanya. biasanya siapa pun yang dihukum Ansar raja tak peduli meski itu mamanya yaitu Kartika. akan tetapi bersama Khaira dia berbeda.


" aku tidak heran juga, kenapa Samier begitu tergila-gila padamu.selain cantik kau juga begitu polos. ku akui kau juga sangat baik. tapi maaf kau tidak akan pernah ke lepaskan," ujarnya lagi dengan perasaan tak menentu.


tiba-tiba Ansar mencuri ciuman pertama khaira,wajah Ansar terus mendekat dengan Khaira dan langsung menempelkan bibir mereka lama,Ansar juga sedikit ******* bibir Khaira tanpa sadar, Ansar memberikan ciuman hangat bukan ciuman berhasrat. dia mengusap bibir Khaira dengan ibu jarinya. " maaf" hanya itu yang keluar dari bibir Ansar setelah dia mencium Khaira. Ansar langsung beranjat keluar dari kamar raja menuju kamarnya sendiri.dia tidak bisa berlama lama di dekat Khaira karna dia tidak mau menumbuhkan rasa yang berbeda dalam dirinya. dia terus membentengi dirinya dari rasa cinta . dia tidak ingin jatuh cinta lagi kepada siapapun. cukup sekali,dia tidak mau tersakiti lagi apa bila orang itu pergi meninggalkannya. karna hatinya juga masih untuk dia yang sudah tiada. sekarang dia hanya fokus untuk raja saja. tanpa dia sadari juga dia sudah sedikit ada rasa tuk Khaira. entah rasa apa itu, apakah rasa sayang apakah rasa cinta, ataukah rasa kasian,,,,


sedangkan tuk Khaira sendiri, bagaimana tentang perasaanya tuk Ansar. apa Khaira sudah punya rasa,,,, atau kah sebaliknya.

__ADS_1


###########


bersambung


__ADS_2