
"Ula juga sebenarnya gak mau lho bah, punya musuh saudara sendiri, tapi mau sampai kapan kalau Zula di adu domba sama suami Zula sendiri" Ucap Zula lagi
" Udah habis mungkin stok kesabaran Zula bah, mungkin ini jalan utama, coba Zula mau lihat gimana tanggapan Ryan dulu, biar kasus Putri jalan dulu dan beres dulu, mungkin Zula baru siap bertemu dengan Ryan" Tambah Zula lagi dan Zain bingung mau menanggapi gimana
Dia tau kalau apa yang di rasakan putrinya ini gak mudah dan gak gampang, dan dia juga pernah berada di posisi Ryan, yang mana dia dulu harus memilih antara Jihan dan juga mantan istrinya itu
Dan Dia gak bisa kasih pilihan dan yang ada malah Jihan makin menjauh darinya dan akhirnya Zula yang justru menjadi korban rahasianya
Putri yang lahir tanpa sepengatahuannya dan tidak ada yang tau kalau dia punya putri lagi
Uantung Zula gak ikut benci dan bahkan anak anaknya gak ada yang iktu benci padanya dan dapat menerima kekurangan dan juga memaafkan kesalahannya
" Umi juga gak akan rela kalau kamu bertemu dan kembali dengan Ryan sebelum semua masalah dengan keluarganyan selesai " Saut Jihan yang pengalaman dalam semua bidang permasalahan rumah tangga
" Senggaknya semua sadar dan ada iktikat baik mereka untuk minta maaf pada kamu, semua yang bersangkutan, baik dari Fatma maupun dari adek dan mertuamu juga, kalau gak mau minta maaf ya udah kasuskan aja, buat surat pernyataan, kalau mereka gak akan ikut campur dalam rumah tangga kalian lagi, nanti takutnya di maafkan kumat lagi, kalau di kasuskan coba kasih pelan pelan, dan bagaimanapun juga itu saudara satu satunya Ryan, Ryan yang buat masalah dia juga yang harus bertanggung jawab kalau mau baikan dan kembali sama kamu lagi' Tambah Jihanmemberi masukan dan Zula menelaah dan ada benarnya juga apa kata uminya
Dia juga gak tega sebenarnya sama Putri, karena saudaranya juga cuman Ryan saja satu satunya dan gak ada bapak lagi
Tak lama panggilan Video masuk di ponsel Jihan dari Bibi
" Ini anak bungsuh pagi pagi dah telfon aja" Ucap Jihan gak tau kalau mereka sedang kumpul dan sedang rapat pagi
' Kangen sama Umi?" tanya Jihan sambil menampakkan wajahnya di layar kaca ponselnya
Sedangkan Bibi sudah men setting Laptop abangnya dan di sambungkan ke proyektor agar semuanya melihat dengan jelas VC pagi hari ini
" Kalau itu jelas, udah berapa bulan coba Bibi gak di peluk Umi" Jawab Bibi lagi dengan gombalannya
" Hem..... Apa malah gak seneng kalau Umi abah pergi bisa ngelayap sesuka hati" Jawab Jihan yang faham denganĀ karakter Bibi
" Apanya ngelayap, Bibi Kira tugas Bibi udah selsai juga masih di ajak rapat sama bapak baoak dan ibuk ibuk juga ini" jawab Bibi lanjut membelokkan camera ke para bapak bapak dan ibuk ibuk yang dia maksud yatu abang dan kaka iparnya
" Oalah.... Lagi Kumpul toh" Ucap Jihan baru mengerti dan melirik serta melihat ada Ryan juga di sana
__ADS_1
" Umi" Sapa yang lain semuanya pada Umi kesayangan mereka
" Iya anak anak Umi, " jawab Jihan lembut dan Zain ikut nongol di layar ponsel Jihan
" Anak anak abah juga" saut Zain gak mau kalah
Mereka berkumpul tanpa anak anak mereka, karena tau kan prinsip dari kehidupan keluarga Al Musthofa yang mana sejak dini sudah di pindahkan ke pesantren
Tapi anak anak Henny ada juga yang masih di rumah tapi kalau ada masalah seperti ini Henny menitipkan pada susternya
" Gimana keadaan Ula Umi?" tanya Aliza mewakili
" Kemaren Alhamdulillah sudah enakan dan bahkan sudah semangat juga, dan semalam juga udah ceria, Ucup juga udah pulang, lah tiba tiba subuh tadi Panas banget dan ini kembali sesak dan lemas lagi" jawab Jihan memberi tahu keadaan Zula yang sebenarnya
Mendengar hal itu Ryan langsung merunduk dan kembali merasa bersalah, kalau dulu dia langsung mencari Zula gak mungkin Zula jadi seperti saat ini
" Yah.... Ayo dong kak semangat sehat, masak kalah sama Ryan, yang kena batu hantam puluhan kali aja masih tetap semangat" Ucap Bibi seneng kali kalau suruh mencibir kakaknya
' Ini dia kembali lemes lagi" Ucap Zain memeluk putri kesayangannya
" Umi.... Abah...." Panggil Ryan karena dia sudah gak tega melihat Zula yang masih lemas di atas kasur
"Umi abah sekarang di mana? Ryan mau nyusul kesana" Ucap Ryan dengan penuh permohonan
Semua yang ada di sana sangat kaget karena mendengar hal itu, karena Ryan sekarang berpindah ke depan kamera
" Kenapa? mau apa?" tanya Zain cuek
" Ryan mau menemui Ula abah, Ryan mau merawat Ula" Jawab Ryan dengan penuh permohonan
" Zula belum bisa di temui siapapun Iyan" jawab Jihan terus terang
"Terutama kamu" tambah Jihan lagi
__ADS_1
" Kalau mau menemui Zula, selesaikan dulu masalahmu dengan keluargamu, jangan jadikan Zula nanti korban dan adu domba dengan mu lagi" Ucap Jihan lagi sesuai apa yang dia obrolkan dengan Zula dan juga Zain tadi
" Semua udah selesai Umi" Ucap Ryan lagi
" Selesai apanya, dia harus minta maaf juga sama Ula" saut Aliza yang juga gak terima
" Betul banget itu" saut Henny
" Loe selesaikan semuanya dulu, orang loe aja suruh milih juga bingung kan, milih adek apa istri, kalau mau ketemu Zula ya semua juga harus sudah clear, dan semua meminta maaf pada Ula, orang mereka yang memfitnah Ula kok, mereka yang ngadu domba Ula sama elo" Tambah Henny lagi makin gerem
Ryan terdiam dan berfikir sejenak kalau itu syarat dan ketentuan dia untuk bertemu dengan Zula juga dia siap untuk bertemu dengan Zula maka dia harus melaksanakannya juga
" Tapi Ryan gak tega lihat Ula seperti itu Mi Bah, Ryan pengen menemani Ula" jawab Ryan sambil memohon dan menangus tanpa rasa gengsidinhadapan semua saudara iparnya
" Kemaren kemana aja? Yang buat gue seperti ini kan elo sendiri" Saut Zula pada Ucapan Ryn yang hanya diam saja saat mendengar ucapan Ryan
" Abang minta maaf sayang, plis izinkan abang bertemu dengan adek, kita perbaiki semuanya, di sini yang salah abang, plis sayang kamu di mana? Abang harus menyusul kemana?" jawab Ryan sangat antusias dengan keberadaan Zula saat ini entah dimana yang dia sendiri gak tau
Ula terdiam dan tidak menjawab lagi, dia hanya bisa menangis di balik selimut tebal yang menutupi tubuhnya
rasa sakit kembali terasa di saat mendengar ucapan Ryan yang memohon, ucapan itu seoalah kembali ucapan datar saat Ryan datang meminta izin untuk menikahi Fatma
Dia bertanya baik baik saja lembut halus dan sopan, justru tidak di jawab sama Ryan, dia menyakan kabar anak anaknya tapi tidak di pedulikan oleh Ryan, perubahan baiknya du abaikan oleh Ryan dan itu sangat menyakitkan
" Sayang" Panggil Ryan lagi dan Zula sama sekali tidak menjawab dan makin menangis sehingga dia makin sesak lagi
" Mi.... HUH.... Umi" Panggil Zula karena merasa sangat sesak
" Mi... Ula sesak lagi" Ucap Zain pada Jihan
" Nanti lagi Zula sesak lagi" ucap Jihan memutuskan sambungannya
'" Sayang sayang.... kamu di mana sayang?" teriak Ryan terus memanggil Zula yang sudah terputus sambungan telfonnya
__ADS_1