Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 86


__ADS_3

“Aku tidak mau menjadi pusat perhatian di sini, jadi tolong lepaskan tangan ku” ucap rara, karena sepanjang jalan menuju ruangan arif, mata para karyawan terus menatap heran kearah nya dan terlihat berbisik-bisik menatap


kearah nya nya, entah apa yang mereka bicarakan.


“tidak perlu memperdulikan orang lain, lagi pula ini juga sudah mau sampai ke ruangan ku, lagi pula kau istri ku, siapa pun tidak berhak melarang ku, bahkan jika aku menciummu di sini itu tidak akan jadi masalah buat ku, karena aku suami mu dan kau istri ku” ucap arif yang masih terus berjalan sembari menggenggam tangan istri nya mesra.


Rara benar-benar tidak habis pikir dengan perkataan absurd suami nya, kenapa tiba-tiba suami nya ini jadi secerewet dan sedikit bar-bar seperti ini, pikir rara.


*****


Tak terasa sudah 1 jam berlalu dan selama itu juga  rara menemani dan memperhatikan suami nya secara diam-diam, arif terlihat begitu serius di depan komputer kerja milik nya sembari sesekali mengecek dokumen-dokumen di dekat nya. Sampai-sampai lupa dengan kehadiran istri nya yang saat ini hanya berdiam diri di atas sofa duduk di ruangan nya. Sampai arif mengingat akan sesuatu, arif berdiri menghampiri dan duduk di sebelah  istri nya.


“rara apa kau sudah makan siang?” tanya arif, sedangkan rara hanya menggeleng santai mendengar pertanyaan suami nya, membuat arif berdecak kesal melihat respon yang di berikan rara


“dasar bodoh, apa kau ingin sakit, bukan nya tadi kau berada di tempat makan, lalu untuk apa kau ke sana jika tidak makan, apa yang kau lakukan?, kau bisa sakit jika tidak makan” ucap arif tanpa sadar, namun nada suara nya terdengar khawatir, tapi di sisi lain rara menyalah artikan ucapan suami nya, tiba-tiba rara terisak dan menangis kencang

__ADS_1


“kenapa kau jahat lagi dengan ku, kau lagi-lagi membohongi ku, dasar jahat” ucap rara di sertai isak tangis nya, membuat arif gelagapan, padahal arif tidak bermaksud membuat istri nya itu menangis, tapi mengapa tiba-tiba rara menangis, bahkan beberapa hari ini juga, mood rara selalu berubah-ubah. “ada apa dengan istri ku” pikir arif heran dengan tingkah istri nya yang sedikit aneh beberapa hari ini, tapi tidak apa aneh,karena tingkah istri nya yg aneh itu lah yang membuat nya bisa semakin akrab dengan istri nya


“maksudku, bukan-begitu, aku sangat mengkhawatirkan mu, aku sangat takut jika kau terluka sedikit saja, apa lagi sampai mendengar mu belum menyentuh makanan, rasa nya aku seperti suami yang tak berguna” ucap arif membuas nafas nya kasar, arif mencoba membujuk istri nya, namun rara masih bertahan dengan isak tangis yang


di  redam nya


“rara, kau masih marah padaku, maaf kan aku ya, lagi-lagi aku membuat hati mu terluka, aku tidak bermaksud melukai hati mu, hanya saja aku khawatir terhadap kesehatan mu, aku tidak mau istri ku sakit” ucap arif,


menangkup pipi rara menghadap nya, Karena sedari tadi rara tidak mau menolehkan wajah nya kea rah arif.


Entah mengapa beberapa hari ini, rara juga merasa suasan hati nya mudah berubah-ubah


“rara kau mau kan memaaf kan suami bodoh mu ini” ucap arif yang seketika membuat rara sedikit tersenyum.


“sudah lah, lebih baik selesaikan dulu sana pekerjaan mu” ucap rara sedikit ketus, namun dapat menghadirkan seulas senyum di bibir arif, karena rara sudah mau mengeluarkan suara nya.

__ADS_1


“baiklah, tapi sebelum itu aku akan memesankan dulu makanan untuk mu” ucap arif lembut dan masih menampakkan senyum di bibir nya, tangan nya dengan gemas mengacak-ngacak rambut istri nya lalu bergegas pergi


.


.


.


.


 


 


jangan lupa terus support karya author ya teman-teman, berikan LIKE dan VOTE mu serta komentar-komentar postive kalian untuk author

__ADS_1


 


 


__ADS_2