Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 47


__ADS_3

"Tolong jangan seperti ini" ucap rara yang berusaha melepaskan rangkuman tangan arif yang masih berada di wajahnya


"memang apa yang kau pikirkan? aku hanya mau memperingatkanmu, jangan coba-coba membuat ulah ketika bersamaku, yang harus kau lakukan tetap berada di belakangku, ingat statusmu" srif berbisik dengan jarak yang yang begitu dekat di samping wajah rara, kemudian melepaskan rangkuman tangannya dari wajah rara, entah apa maksud kata-katanya tersebut


Rara terus mengikuti langkah arif yang terus berjalan di tengah keramaian pesta, tanpa menghiraukannya, seketika langkah arif terhenti tatkala ia melihat teman-temannya  yang juga berada di sana dan menghampirinya.


Rara yang melihat itu menghentikan langkahnya, ia tidak mau berada di antara mereka-mereka


“kenapa ada mereka di sini” batin rara


Untunglah ia melihat gino yang terlihat baru saja datang “pak gino” panggil rara sambil menyematkan seutas senyum di bibirnya.


Gino yang mendengar, namanya di sebut oleh seseorang menghentikan langkahnya, awalnya gino, mengernyit heran tak mengenali orang yang memanggilnya, namun setelah meneliti baik-baik rupa orang yang memanggilnya, gino juga menyematkan seutas senyum di bibirnya


“rara? Kamu benar rara?” ucap gino setelah mengetahui siapa yang memanggilnya, yang di balas anggukan oleh rara


gino tak munafik, ia juga terpukau dengan penampilan rara malam ini, bahkan sebelum-sebelumnya.


Tak sengaja arif melihat interaksi antara rara dan gino yang terlihat begitu akrab, ia pun segera menghampiri  ke dua orang tersebut, meninggalkan teman-temannya begitu saja.


Tepukan di bahu gino mengalihkan interaksinya dengan rara


“arif kau dari mana saja, aku dari tadi menghubungimu tapi kau tidak menjawab-jawab ponselmu, untunglah aku bertemu rara di sini” ucap gino dengan sorot mata yang menerawang

__ADS_1


“maafkan aku, sepertinya ponselku dalam mode sailend,  karena itu aku tak mendengarnya” ucap arif


“tidak masalah, kalau begitu, mari kita cari tempat, sepertinya pestanya akan segera di mulai” ucap gino, ia mengedar-ngedarkan pandangannya untuk mencari tempat


“sepertinya tidak perlu, ikutlah denganku, kita bergabung dengan teman-temanku, aku akan mengenalkanmu pada mereka, ayo” arif merangkul bahu gino dan mengajaknya, arif sejenak melirik ke arah rara dengan sorot mata


tajam.


Rara tidak tahu harus berbuat apa ia bingung, lagi-lagi harus terjebak di situasi seperti ini pikirnya


Sedangkan gino yang menyadari tidak ada pergerakan dari rara, menghentikan langkahnya, ia melepaskan rangkulan tangan arif di bahunya dan menghampiri rara.


“kenapa diam di situ? Ayo ikut” gino mengajak dan dengan refleks menarik tangan rara, karena tak melihat pergerakan dari rara


Arif hanya memandangnya dengan sorotan mata yang tajam dan dingin, melihat sorotan mata itu, rara seketika menundukkan pandangannya dan melepaskan genggaman tangan gino dengan halus.


mulai, ia duduk di samping gino, untunglah ada pria tersebut, pikirnya


Setelah memperkenalkan gino ke teman-temannya, arif tak sengaja memandang ke arah egi dan indra yang terlihat memperhatikan rara, hal itu membuatnya heran seketika ia menepuk ke 2 bahu temannya itu, begitupun dengan


celsea yang memandang ke arah rara dengan sorotan mata tajam,terlihat meneliti penampilan rara.saat ini


***

__ADS_1


pesta berjalan dengan lancar, di tengah-tengah acara, perusahaan Big company mengumumkan beberapa perusahaan-perusahaan dan mengundang penanggung jawab setiap perusahaan tersebut untuk naik ke atas panggung untuk langsung menandatangani kontrak.


Dan hal tak terduga-duga oleh arif begitupun gino, perusahaan nya masuk dalam daftar tersebut, betapa beruntungnya dirinya, pikirnya.


Teman-temannya pun tak henti-hentinya memberikan ucapan selamat kepada arif.


Rara begitu bahagia melihatnya, sejenak arif mengalihkan pandangannya ke arah istrinya itu begitu pun dengan rara, namun rara secepat mungkin mengalihkan pandangan nya, ia tak mau berlama-lama memandang wajah


suaminya itu.


***


Kini tibalah di akhir acara, pesta berjalan dengan sangat lancar dan meriah, namun seketika suasana menjadi mencekam tatkala semua lampu yang berada di ruangan tersebut padam, suasana bertambah kacau tatkala mendengar bunyi tembakan, semua orang yang berada di ruangan tersebut menjadi panik, mereka semua menjerit ketakutan.


“diam semuanya, jika kalian masih ingin selamat” terdengar suara teriakan yang menggema di ruangan tersebut di sertai bunyi tembakan, seketika suasana menjadi hening


“letakkan ponsel kalian masing-masing, jangan ada yang berani menelpon pihak keamanan dan berani keluar dari sini secara diam-diam” lanjutnya penjahat tersebut


semua orang panik, tidak ada yang berani melawan penjahat tersebut,


tiba-tiba suara seorang wanita menjerit ketakutan karena tangannya tiba-tiba di tarik dan bersamaan dengan itu langsung mengunci leher wanita tersebut menggunakan lengannya dan menodongkannya menggunakan pisau di lehernya, hal itu membuat orang semakin ketakutan, sehingga tidak seorangpun berani melawan penjahat tersebut


Arif yang mengenal betul suara itu seketika hatinya berdesir tak tenang, hatinya tak karuan, namun ia tak bisa melakukan apa-apa apalagi bertindak ceroboh di situasi seperti ini, karena itu akan membahayakan nyawanya dan

__ADS_1


orang-orang disini, apalagi wanita tersebut


Jangan lupa terus dukung novel ini ya teman-teman 😇


__ADS_2