Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 48


__ADS_3

“to.tttolong lepaskan saya” ucapnya gemetaran


“diam, kalau kau terus berbicara pisau ini melukai lehermu” ancam penjahat tersebut


Wanita itu pun hanya bisa mengangguk ketakutan, tidak ada yang bisa keluar dalam ruangan tersebut karna semua pintu akses telah di kunci, yang hanya bisa dilakukan saat ini adalah hanyalah berdo’a dan menunggu keajaiban datang.


“sebenarnya apa yang kalian inginkan, lepaskan aku” teriak wanita tersebut, ia mencoba memberontak dan mencoba melepaskan diri, tapi pisau itu semakin menekan lehernya, hingga ia merasakan pedih di kulit lehernya


“kau ingin tahu apa yang ku inginkan, hahahaha, aku hanya ingin membalaskan dendam ku disini” ucap penjahat tersebut, ia tertawa bangga melihat ketakutan orang-orang disekitarnya


Entah berapa jumlah penjahat dalam ruangan tersebut, yang pastinya, saat ini, wanita itu sedang berpikir bagaimana cara ia lepas dari penjahat tersebut, tapi satu hal yang ia yakini, bahwa orang yang menodongkan pisau terhadapnya saat ini adalah atasan penjahat-penjahat tersebut.


“tat ttapi kenapa harus aku yang menjadi sasarannya, aku tak bersalah dalam hal ini, aku juga korban disini” wanita itu berkata di iringi isak tangisnya


“dan kalian, kenapa kalian semua diam, kenapa tidak ada yang menolongku” lanjutnya wanita tersebut


Orang-orang semakin panik, mendengar isakan tangis wanita tersebut, sebenarnya mereka semua ingin menolong, tapi di sisi lain mereka semua juga takut

__ADS_1


“kau pikir siapa yang berani menolongmu” ucap penjahat tersebut


“lepaskan aku, orang tuaku pasti khawatir padaku” sebenarnya wanita tersebut hanya mengulur waktu, sambil berpikir dan saat ini ia sedang membaca situasi dalam kegelapan dan menunggu penjahat tersebut lengah


Dan tibalah saatnya, saat pisau itu sudah tidak menekan kulit lehernya lagi, wanita itu memberanikan diri menginjak kaki penjahat tersebut, mengunci pergerakannya, namun sialnya pisau itu masih berada di tangan penjahat tersebut


“hahaha, berani-beraninya kau, kau pikir kau bisa mengelabuhiku, apa kau pikir bisa menang melawan orang bersenjata” ucap penjahat itu, ia mengancam dan kembali menodongkan pisau tersebut ke perut wanita itu


Orang-orang dalam ruangan tersebut semakin panik, mereka kasihan dan khawatir kepada wanita yang saat ini sedang di Sandra, terutama arif dan gino, mereka tahu betul siapa wanita itu.


Namun, apa yang mereka semua khawatirkan tidaklah terjadi, nyatanya, wanita itu lah yang saat ini memegang kendali situasi saat ini, namun tidak ada seorangpun yang tahu karena saat ini situasinya masih gelap, semua lampu masih padam


“kau pastinya tahu, sebelum pisau ini menancap di perutku, peluru di pistol ini yang akan terlebih dahulu menembus otakmu” lanjutnya mengancam si penjahat


“ba bbaiklah” kini giliran penjahat tersebut yang terancam, ia memerintahkan semua anak buahnya untuk menjatuhkan semua senjatanya di lantai


“sekarang, suruh anak buahmu, menyalakan lampunya” perintah wanita tersebut, dan penjahat itupun kembali memerintahkan anak buahnya

__ADS_1


.


.


ketika lampu di nyalakan, mata semua orang tertuju ke  arah semua penjahat yang terlihat berkumpul di tengah-tengah ruangan, ya wanita itu mengancam, dengan menodongkan pisau ke arah bosnya


“kau yakin, semua anak buahmu sudah berkumpul” Tanya wanita tersebut yang tak lain ialah rara


Dan ketika semua anak buah penjahat tersebut sudah terkumpul, kini giliran pihak keamanan acara tersebut yang bergerak, mereka semua membekuk para penjahat


semua orang dalam pesta tersebut terlihat sudah lega, dan berlomba-lomba mencari pintu untuk keluar dari ruangan yang mencekam tersebut, untuk mencari tempat yang lebih aman


Kondisi saat ini sudah sangat aman, setelah semua penjahat di bekap oleh pihak keamanan, namun berbeda halnya dengan rara, ia shock atas apa yang terjadi barusan, ia tak sanggup berdiri karena kaki dan tangan yang tak henti-hentinya bergetar, seketika ia jatuh duduk terjerembah ke lantai, ia menelan salivanya kuat-kuat.


Arif yang khawatir melihat rara terjatuh seketika menghampirinya, begitupun dengan gino, egi, indra dan celsea, terutama sang pemilik perusahaan Big company, ia tak henti-henti nya berterima kasih dan mengucapkan permohonan maaf atas apa yang terjadi


Namun, kondisi yang awalnya yang di kira sudah aman, kini kembali mencekam, tatkala salah seorang dari penjahat tersebut memberontak keras ingin lepas dan berhasil merebut pistol dari salah seorang anggota keamanan dan mencoba mengarahkan senjata yang ia rebut ke salah satu orang, namun rara yang melihatnya, tak tinggal diam, wanita itu berusaha berdiri mempercepat langkahnya dan

__ADS_1


Jangan lupa dukun terus novel ini ya teman-teman, salam cinta dari author, jangan lupa tekan tombol like dan vote nya ya😇


__ADS_2