
" Apaan si Pi, ini nanti lagi" Ucap Henny pada El yang mulai lagi manja dan rempongnya
" Wajib kalau itu" jawab El yang gak mau kalau sampai di tolak
" Jadi gimana? Kalau kita tau sama sama salah juga harus kita kembalikan dan kita luruskan dong Pi gak diam aja" Ucap Henny menengahi dan dia juga gak mau persaudaraan yang sudah terjalin puluhan tahun akan mati gitu aja dan akan berantakan dan berakhir permusuhan
Karena menurut mereka Ryan itu orangnya baik, cuman ini dia sedang apes salah langkah aja, dan terlalu terbawa ambisi dan juga terbawa emosi pengaruh dari ibu dan juga adeknya
Ya jelas sebagai Ryan tentu serba salah, di sisi lain ada ibu dan juga adeknya di tambah anak anak nya juga, dam di sisi lain ada istri juga jadi Ryan cukup sekali salahlangkah, karena selama ini baru kali ini dia kurang percaya sama Zula karena suami mana yang gak sakit hati di saat dia bangun dari koma gak ada istri di sampingnya
Dan Ryan di mata El juga termasuk penyelamat adeknya dan juga perusahaan yang mana awal di pegangnya walau sekarang juga di bantu sama Zulu juga
" Ya kita wajib nengahi sayang, kasian nanti anak orang gak bisa tidurn dan gak mau makan lagi" jawab El sambil bercanda
" Tugas kita ya meyakinkan mereka kalau mereka itu cuman miss komunikasi dan haru di luruskan, Ryan itu orang baik dan dia gak pernah aneh aneh selama ini, dan Papi Yakin kalau kemaren itu karena ada sesuatu yang sengaja si buat sama adeknya Ryan sendiri si Putri dan itu yang mau kita tindak lanjuti
" Itu adeknya yang perlu kita datangkan pengacara kerumahnya" ucap El pada Henny
" Terus nanti kasusnya apa Pi?" tanya Henny lagi
" Mengganggu kenyamanan rumah tangga" jawab El dan Henny mengerutkan keningnya
" Emang ada kasus seperti itu?" tanya Henny yang gak faham tentang kasus hukum
" Tugas kita mengobati pasien sayang, bukan ngurusi kasus oran g lain" jawab El dan Hennye tersenyum
Di ruang tengah, Ryan masih di kompres dan di obati oleh Agus dan sesekali dia menahan rasa nyeri pada mukanya
" Gus, tadi habis gelut dari mana?" tanya Agus yang sudah kenal lama dengan Ryan yang hamble pada siapa saja
" Sama aspal pak Agus " jawab Ryan beralasan
" Jatuh di jalan?" tanya Pak Agus lagi dan Ryan asal mengangguk
" Oh ya, Gus sama neng kok lama gak kelihatan ke sini, lagi repot di luar negri ya ?" tanya Agus kepo
Masalahnya Ryan dan Zula memang selalu absen ke rumah El di setiap seminggu sekali paling lama 2 minggu itupun kalau ada bisnis di luar kota
" Iya " jawab Ryan singkat
Ryan agak lega karena dugaannya salah, yang mana dia takut dapat hantaman lagi dan ternyata dia dapat obat untuk datang ke sini
" Terus nengnya sekarang di mana ya Gus? kok gak ikut ke sini" tanya Agus
__ADS_1
"" Neng Zula lagi di luar kota Gus" jawab Henny yang menyusul mereka dengan El
' Jangan panggil saya gue Ibuk, saya gak enak kan saya bukan anaknya pak kyai" jawab Agus merasa geer di panggil Gus sama Henny
Henny terdiam sesaat dan mengerutkan keningnya heran karena namanya Agus kenapa gak mau di undanmg Gus?
' Gak apa apa Gus" jawab Henny lagi
" Iya buk, tapi kan gak layak" jawab Agus masih mengira kalau Henny memanggilnya GUs kayak Ryan
Ryan tersenyum karena merasa lucu aja
Tak lama El menyusul dari belakang dan duduk di belakang Henny di sofa yang lain dengan Ryan dan agus
" Gimana Gus udah selesai ngobatin Ryan?" tanya El lagi pada Agus
" Pak... Jangan panggil saya Gus dong, kan saya jadi gak enak" ucap Agus penuh percaya diri dan Ryan serta Henny kini tersenyum kembali mendengar ucapa Agus
" Maksudnya ?" Tanya El heran
" Saya kan bukan anak pak Kyai bu Nyai, jadi jangan di panggil Gus, saya gak enak" jawab Agus lagi
" KWKWKWKWKW" El tertawa ngakak mendengarnya
"Hehehe Iya ya pak" jawab Agus cengengesan
Seketika mereka bertiga tertawa ngakak mendengar jawaban polos Agus dengan Ryan yang menahan rasa sakit memarnya
" Udah selesai gus? " Tanya El mengembalikan suasana hening
"Tinggil sedikit inin pak" jawab Agus lagi
" Ya udah sini nanti saya lanjutkan aja" jawab El dan Agus nurut lalu memberikan obatnya pada El
" Ya udah saya permisi ke belakang lagi ya pak" pamit Agus dan di angguki El
" Makasih pak Agus" Ucap Ryan pada Agus
" Sama sama Gus" jawab Agus saat hendak kembali ke belakang
" Gus Agus" Ucap El bercanda kembali
" Bapak" Ucap Agus dan EL tertawa
__ADS_1
Ryan kembali tegang saat harus kembali menghadapi El lagi dan masih takut kalau di obati El juga walaupun El sudah ahlinya
Tapi wajah datar El masih terlihat jelas di wajahnya karena masih ingin membuat Ryan tegang atau ngprank Ryan dulu agar dia ada efek jera dulu biar nanti Ryan sendiri yangbmenyampaikan apa tujuan kedatangannya ke sini
" Ambil perban dulu sayang" Ucap El pada Henny
" Untuk?" tanya Henny yang bingung karena lukanya juga gak serius
' Ambilkan dulu aja" jawab El dan mengkode Henny
Melihat kedipan El Henny langsung faham dan mengangguk
" Ya udah bentar" jawab Henny lalu beranjak dari duduknya dan El pindah ke dekat Ryan dan melihaty luka Ryn dan hanya memar saja
Dan gak bahaya juga lukanya belum sampai infeksi cuman El akan membuat Heboh Ryan dulu
Dan sekaligus juga El ingin mengetes seberapa serusnya Ryan menyesali apa yang diua lakukan kemaren
" Luka loe udah infeksi ini" Ucap El pada Ryan
Ryan seketika kaget dan mengerutkan keningnya
" Luka waktu loe kecelakaan belum sebgitu sembuh, dan masih ada yang basah di dalam, tambah loe berulah dan kena baku hantam kemaren gak langsung di obati jadi ini makin parah dan infeksi dalam" Ucap El menakut nakuti Ryan
Ryan tidak menjawab dan dia sendiri gak peduli sama lukanya sendiri
" Ini perlu di oprasi dan di perban lagi?" Ucap El lagi dan pas kebetulan Henny datang dengan membawa perban padanya
" Lama gak bang?" tanya Ryan lagi
" Lama 5 sampai 6 bulan" jawab El lagi
"Sembuhnya?" tanya Ryan dan El mengangguk
" Iya tuh Yan, lama banget itu prosesnya, kamu sih gak langsung kerumha sakit semalam" ucap Henny pada Ryan
Ryan terdiam dan tak lagi menjawab
" Gimana mau kerumah sakit, pikirannya aja sudah amburadul gak leikiran ngobati, ini aja kalau gak di ibati juga dia gak akan berobat
" Enggak kak, bang, Biar seperti ini saja, " jawab Ryan gak mau di obati lagi
" Iyan mau ketemu Ula bang, Iyan gak mau berobat lama lama" jawab Ryan sudah kembali kemode awal
__ADS_1
" Elo yakin Ula mau nemui elo?" tanya El lagi dan Ryan terdiam