
El kembali terdiam dan tidak menanggapi lagi ucapan Ryan mengenai dia yang ingin segera berjuma dengan Zula, bukannya tidak mau menemukan Ryan pada Zula, tapi lebih tepatnya belum saatnya dia bertemu dengan Zula, karena komdisi Zula yang masih dalam proses pengobatan
" Asshola tuwassalamualaik......" Terdengar suara tarhim yang mengglegar dari masjid pondok El
" Mau magrib, siap siap dulu di lanjut nanti lagi habis gue ngaji sama santri, loe masuk kamar dulu mau jamaah juga terserah" Ucap El sambil berdiri dan meninggalkan Ryan yang masih di tempat yang sama
Henny juga lanjut membereskan alat medisnya untuk di singkirkan dulu
"Ngikut apa kata abangmu ya Yan, dari pada makin panjang" Ucap Henny dan Ryan mengagguk
Memeng kalau sama El harus nurut apa yang El sampaikan dari pada nanti makin panjang urusannya karena El mood moodan sekarang
Di Villa, Zula setelah makan sore minum obat sholat dan tak lupa di manapun tempatnya dia tetap ngaji sambil menunggu waktu isya' tiba, dan begitu juga dengan Jihan dan Zain yang punya kebiasaan yang sama, karena dalam keluarga Zain gak ada habis magrib main dan lain lain selain ngaji
Dan kini Ucup setelah magrib ponselnya berbunyi dan terdengar jelas di telinganya kalau itu adalah nada dering khusus panggilan dari istrinya
Ucup lalu mengangkatnya dan terlihat wajah istrinya dari balik layar ponselnya
"Assalamualaikum mas" Ucap Istrinya dari seberang sana
" Iya sayang " jawab Ucup begitu romantis
" Kapan pulang sayang?" tanya Istrinya lagi
" Gimana sayang ada apa?" tanya Ucup balik
" Besok itu ada tamu lho" jawab Istrinya lagi
" Tamu siapa?" kaget Ucup Karena gak biasanya dia punya tamu penting selain keluarga Jihan dan Zula
" Itu calon mantu" jawab Istri Ucup lagi
" Calon mantu?" kaget Ucup lagi
" Iya makanya mas kapan pulang, tadi Adi Bilang besok mau pulang bawa pacarnya kan calon mantu kita" jawab Istri Ucup menjelaskan
" Ya udah mas secepatnya balik," jawab Ucup lagi ikut senag kalau dia mau punya mantu juga
" Tapi Zula gimana udah sehat?" tanya Istrinya yang masih mengawatirkan Zula juga
" Lumayan tenang, ini udah ada abah uminya juga, para dokter dan perawat juga sudah pada pulang siang tadi, jadi mau di rawat sama bu Jihan sendiri Uminya" jawab Ucup bercerita pada istrinya
Karena Jihan lebih tau cara penyembuhan anaknya sendiri dan dia juga selainibu dia dokter juga jadi biar dokter lainnya mengerjakan yang lainnya juga
__ADS_1
Jadi Jihan yang meminta mereka untuk bertugas ke yang lain dan bayaran tetap Full dari Zain biar inijadi prifasi keluarga saja, karena tau sendiri gimana Jihan dengen prifasi keluarganya
" Ya sudah Mas pulang malam ini ya sayang, nanti janag lupa jatahnya" Ucap Ucup pada Istrinya
" Jatah apa? " tanya Istri Ucup lagi
" Jatah harian dong " jawab Ucup dan istrinya tertawa
" Ya udah sampai nanti ya" Ucap Ucup pada istrinya lalu menutup video callnya
Dan lanjut Ucup siap siap kalau mau pulang dan saat isya' dia segera sholat lalu menghadap ke Zain dan Jihan yang mash di ruang tengah
" Abah Umi" sapa Ucup pada mereka
" Eh nak Ucup makan dulu, rapi banget mau kemana?" tanya Jihan ramah pada Ucup
" Heheh Begini bah mi, barusan saja, saya di telfon sama istri katanya besok mau ada tamu" jawab Ucup sopan sambil tersenyum malu malu campur sungkan dan cengengesan juuga
" Tamu? Siapa calon besan?" tanya Jihan lagi dan Ucup tersenyum
" Mantu Umi" jawab Ucup masih malu malu
" Masyaallah.... Alhandulillah" jawab Jihan dan Zain kompak
" Senengnya yang mau punya mantu" Ucap Zain lagi dan Ucup tersenyum
" Sekitar 25 Umi" jawab Ucup lagi
" Weh mantap pemberani kalau itu, Bibi kapan ini bah, Umi udah tua gini" ucap Jihan karena Bibi umurnya udah 27 tahun tapi malah belum menemukan pasangannya
" Gus Bibi orangnya sibuk bisnis Mi, bah gak sempet cari jodoh, gak sempet ngelirik cewek apa lagi bawa pulang, gak sempat lagi " jawab Ucup bercanda dan memeng bener apa yang Ucup katakan kalau Bibi repopt dengan bisnisnya
"Tapi kan memang gak pernah anak anak abah Umi bawa perempuan main kerumah, kalau serius nanti kami yang datang kerumah" Ucap Jihan dan Ucup tersenyum karena memang level puta Kyai berbeda dengan level biasa pikir Ucup
" Jadi mau pulang malam ini juga?" tanya Zain pada Ucup
" Iya abah, Ucup minta izin" jawab Ucup kembali minta izin dan pamit
" Malam malam, naik apa nanti?" tanya Jihan lagi karena jarajnya cukup jauh
"Bawa mobil kemaren Mi" jawab Ucup lagi
" Jauh nak, jangan lah, kalau bawa mobil" Ucap Jihan mencegah karena memang sangat jauh kalau dari malang sampe ke daerah Cilacap Jawa tengah
__ADS_1
" Umi panggil Helly kemaren ya, nanti biar di anter pake Helly aja" Ucap Jihan gak mengizinkan
" Gak usah mi, nanti Ucup pelan pelan kok Mi" jawab Ucup merasa gak enak sama Umi Jihan dan abah Zain
" Ya sudah gak usah pulang malam ini, ngantuk di jalan bahaya lho, capek lagi" jawab Jihan malah gak ngizinin
' Atau pake supir aja gimana? Biar abah telfonkan supirnya?" tanya Zain menawarkan
" Kalau sama supir itu jelas dong bah, maksud Umi, biar Ucup naik Helly dan supirnya biar naik mobil bawa mobil kasian nak Ucup capek bah kemaren ngurus anak rempong kita ke sini sendirian lagi" jawab Jihan masih eyel eyelan dengan Zain
" Udah ya, Umi gak mau di bantah, umi panggilkan Helly aja biar pake Helly aja pulangnya, mobil biar sama supir" Ucap Jihan lagi padahal sewa Helly itu mahal banget ber 10 menit udah berapa juta saja cuman namanya sultan uang gak ada artinya
" Udah sana pamit sama adekmu dulu , ngamuk nanti kalau gak kamu pamiti" Ucap Zain pada Ucup agar Ucup pamit dengan Zula dulu
" Baik bah, boleh Ucup naik bah?" tanya Ucup lagi pada mereka
" Boleh, sok silahkan" jawab Jihan dengan santai
Lalu Ucup naik dan masuk ke kamar Zula yang masih tutupan dan mengetuknya terlebih dahulu
" Assalamualaikum....." Ucap Ucup pada Zula
" Waalaikum salam, masuk Cup" jawab Zula dari dalam dan sudah mengerti kalau itu suara Ucup
Ucup masuk dan tersenyum melihat Zula yang sudah kian membaik dari pada kemaren
"Sehat sehat bestie" Ucap Ucup menepuk pundak Zula
" Thanks ya, loe udah menemani gue sampai sini" jawab Zula pada Ucup yang hanya tersenyum dan mengangguk
" Loe rapi banget mau kemana?" tanya Zula lagi melihat Ucup yang sudah rapi apa lagi sudah gendng tasnya juga
" Abah Umi udah di sini untuk elo, dan elo juga udah enakan, besok calon mantu gue mau datang, jadi gue juga harus pulang' jawab Ucup lembut pada Zula
' Apa tadi? calon mantu?" tanya Zula lagi dan Ucup mengangguk
" Yah gak jadi besanan dong kita Cup" jawab Jihan kecewa
" Jangan sama gue, gak level" jawab Ucup dan Zula tertawa
' Level kita sama bestie" jawab Zula dan Ucup tertawa
" Ya udah gue pulang dulu ya, loe baik baik jangan sait lagi, gue gak mau adek gue kayak gini lagi, harus sabar semua akan ada jalan keluarnya semangat ya cantik" Ucap Ucup mengelus kepala Zula
__ADS_1
" Siap... Terimakasih banyak, elo udah jadi bestie terbaik gue, pokoknya terimakasih banyak " jawab Zula sudah mengerti kalau Ucup itu bukan terus terusan bisa sama dia, dia juga punya keluarga
Dan hanya kedua orang tua yang selalu ada untuknya