
Dan di sinilah arif berada, saat ini arif telah berada di kampung halaman istrinya, sesaat ia mengigat masa-masa kecil bersama rara dulu, mengingat kenangan indah masa kecil nya, ternyata ada banyak hal yang telah berubah dari tempat ini. ya arif baru menyadarinya, padahal dulu di awal-awal pernikahan nya ia sempat beberapa kali mengantarkan rara ke rumah orang tuanya, yang saat itu arif masih bersikap ketus, masa bodoh dan sangat dingin terhadap istri nya termasuk juga kepada mertua nya
mengingat perlakuan nya terhadap istri nya, lagi-lagi membuat ia ikut merasakan sakit hati dan tanpa sadar air matanya pun kini sudah tak terbendung lagi, mengingat semua perlakuan kasar nya terhadap istri nya, bagaimana ia, mengabaikan, menyumpahi, memarahi, dan selalu menyalahkan istrinya setiap apa yang di lakukan nya, padahal istrinya itu tidak melakukan kesalahan apa-apa
pada hal dulu diri nya pernah berjanji, akan melindungi dan akan selalu bersama rara apa pun yang terjadi, namun, ia yang berjanji ia juga yang mengingkari nya, dan nyata nya bukan perlindungan yang ia berikan namun rasa sakit, rasa sakit yang amat mendalam bagi istri nya, yang mungkin bisa saja berbekas selamanya di hati istri nya itu.
***
sebelum turun dari taxi yang ia tumpangi, arif mengusap air mata nya, ya tadi sebelum kemari, arif sudah menghubungi orang kepercayaan nya, yang membenarkan bahwa rara memang berada di rumah orang tua nya, arif berharap rara akan menerima nya dan mau memaafkan semua kesalahan nya.
arif berjalan dengan langkah yang sedikit gemetar, apa pun yang terjadi ia akan menerima resikonya, ia menstabilkan nafas nya sebelum mengetuk pintu rumah yang terbilang sederhana namun sangat menenangkan
cukup lama ia menunggu, hingga tak lama setelah itu pintu tersebut terbuka dan menampakkan seseorang yang tak lain ialah ario adik rara satu-satu nya.
"ehh, kak arif, ayo masuk kak" ucap ario yang terkejut bahagia, sepertinya ia sangat antusias akan kedatangan kakak ipar nya
seketika arif tertegun heran, dengan reaksi sang adik ipar, sepertinya rara belum memberi tahu permaslahan nya kepada keluarga nya, syukurlah, dengan begini ia bisa memanfaatkan hal ini untuk mendekati rara, pikirnya.
"kak arif, ayo masuk, kenapa masih diam" tiba-tiba ario menarik lengan arif dan menuntun nya dengan gembira ke arah tempat duduk.
"ehh, ia" ucap arif, yang kini baru tersadar dari lamunan nya
"kenapa kak rara, tidak bilang sih, kalau kak arif mau datang," tanya ario
__ADS_1
"ehh, itu, kakak sengaja ingin memberikan kejutan kepada kakak mu, oh ia bunda, ayah dan kakak mu di mana? tanya arif
"kalau bunda sedang menemani ayah memeriksakan diri nya ke rumah sakit, kalau kakak sedang berada di kafe nya" jawab ario antusias
"ehh, tangan kak arif kenapa di perban" tanya ario khawatir
"ohh hanya kecelakaan kecil, oh ia tadi kamu bilang kafe" tanya arif penasaran
"memang kak arif tidak tahu, kak rara sudah 3 hari ini sibuk di kafe barunya yang baru ia rintis beberapa hari lalu, oooh ario tahu, pasti kak rara juga mau buat kejutan untuk kak arif, makanya kak arif tidak di beri tahu" ucap ario sok tahu.
arif tak membalas ucapan ario, ia hanya menyematkan seutas senyum yang di paksakan, mendengar penuturan sang adik ipar, pikiran nya benar-benar tak karuan saat ini.
mereka berbincang-bincang layaknya seperti seorang saudara kandung, ario pun terlihat sangat nyaman dengan arif, begitu pun sebalik nya, arif pun tak henti-hentinya menanyakan kegiatan apa yang di lakukan istri nya selama disini, hingga suara seseorang menghentikan perbincangan mereka
arif yang melihat kedua orang tua istrinya pun langsung berdiri menghampiri dan menyalami ke dua tangan mertuanya itu, arif benar-benar merasa canggung dan tidak enak terhadap kedua mertuanya itu, karena pasalnya, dulu arif bersikap sedikit kurang sopan dan terkesan dingin terhadap mertuanya itu, namun kedua mertuanya itu memaklumi sikap menantunya itu.
"ayah dan bunda apa kabar? maaf, karna arif baru datang ke mari" ucap arif dengan penuh penyesalan
"tidak apa-apa nak, kamu pasti sibuk karna banyak pekerjaan" jawab sang ibu mertua dengan penuh pengertian
"ehh, kenapa dengan tangan mu nak? tanya sang ayah mertua yang baru melihat perbanyang membalut ke dua tangan menantu nya
"oh, tidak apa-apa ayah, hanya kecelakaan kecil saja, oh ia bagaimana keadaan ayah dan ibu" ucap arif tak lupa menyematkan seutas senyum di bibirnya
__ADS_1
"kabar kami baik-baik saja, malahan kondisi ayah semakin sehat, ini semua juga berkat dirimu, terima kasih karena sudah mau membiayai pengobatan ayah berkali-kali" ucap sang ayah
sekali lagi arif tertegun mendengar penuturan sang mertua, berkali-kali padahalkan ia hanya sekali membayarkan biaya rumah sakit mertuanya.
"kalau begitu nak arif beristirahat lah dulu, sambil menunggu istri mu pulang,bunda mau menyiapkan makanan untuk mu, pasti nak arif sangat lelah dan lapar, ario antarkan nak arif ke kamar kakak mu" ucap sang bunda penuh perhatian, yang seketika membuyarkan lamunan arif.
sebenarnya arif ingin bertemu dan menyusul istri nya langsung, setelah ia melakukan makan siang bersama keluarga istrinya tapi ayah dan ibu mertua nya melarang, karena melihat kondisi menantu nya yg kurang stabil, jadilah sekarang arif berada di kamar istri nya
lagi-lagi arif tertegung melihat isi kamar istri nya, terlihat ada beberapa gambar yang memperlihatkan diri nya tengah tersenyum ketika bermain bersama istri nya sewaktu kecil, dan juga 1 foto yang memperlihatkan diri nya bersama rara di rumah sakit tepat di hari pernikahan nya, ya itu adalah satu-satu nya foto pernikahan arif dan rara, tidak ada senyum yang terlihat di foto tersebut, membuat arif lagi-lagi merasa bersalah akan tindakan nya selama ini.
lama arif menunggu, diri nya begitu gelisah karena menunggu kepulangan istri nya, rasa nya ia ingin mendekap tubuh istrinya dan meminta maaf atas kesalahan nya selama ini, namun istri nya itu sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda akan kepulangan nya, hingga tak lama setelah itu, tanpa sadar arif tertidur di ranjang kecil milik istri nya karena tubuhnya yang sudah cukup lelah.
.
.
.
sebelum nya author mau minta maaf, kalau misal nya ada beberapa pihak yang merasa novel author ini merendahkan harga diri kaum wanita, tapi author benar-benar nggak bermaksud ngelakuin itu kok, sumpah ini based of mine author di mana cerita di novel ini ya mengalir berdasarkan apa yang ada di pikiran author, ya dan lagi kan kalian juga tahu, ini kan hanya cerita fiksi, nggak beneran, kalau kalian suka ya author sangat berterima kasih, tapi kalau misal nya nggak, ya author kan nggak maksa kalian buat suka.
author juga mau ngucapin terimaksih kepada readers yang masih setia nungguin novel ini, apalagi yang udah support novel ini, sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya.
oh iya readers jangan lupa terus dukun novel ini ya , tekan tombol LIKE dan VOTE nya ya😇
__ADS_1