Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 56


__ADS_3

Sayup-sayup rara membuka matanya, ia merasakan hembusan nafas seseorang yang sangat dengan wajahnya, matanya seketika terbelalak ketika melihat wajah suaminya berada tepat di depan wajahnya dengan jarak sekitar 10 cm, dengan cepat ia menjauhkan dirinya ke belakang, sontak ia terpekik kesakitan karena pergerakan nya membuat punggung belakangnya yang terluka terbentur kembali. Seketika ia menjatuhkan dirinya di bawah lantai menyandarkan tubuhnya di tempat tidur


Arif yang mendengar suara rintihan istrinya itu sontak terbangun


“rara” teriaknya panik, ia langsung terbangun menghampiri istrinya


“kau kenapa” tanya arif panik, ia memegang kedua lengan istrinya untuk memeriksakan kondisi istrinya itu


“tidak saya tidak apa-apa, maaf karna tadi saya sudah lancang tertidur di tempat tidur anda, maaf juga karena telah mengganggu tidur anda” ucapnya, sekuat tenaga ia menahan rasa sakit bercampur ngilu yang masih menderai di punggungnya akibat benturan tadi


Sebenarnya arif sangat kesal, mendengar istrinya yang terus saja bersikap dan berbicara formal kepadanya, namun saat ini bukanlah saat yang tepat untuk mempermasalahkan hal itu, pikirnya, ia yakin bahwa istrinya itu sedang tidak baik-baik saja


“ayo, bangunlah biar ku bantu” ucap arif, namun tidak ada pergerakan dari istrinya itu, istrinya itu masih tetap setia terduduk di bawah lantai menyandarkan tubuhnya di bagian tempat tidur dengan kepala yang sedari tadi ia tundukkan


“kenapa kau masih saja diam. Biarkan aku memeriksakan lukamu” arif menghembuskan nafasnya kasar melihat sikap istrinya itu, tidak tahu apa bahwa dirinya benar-benar khawatir

__ADS_1


“tiiidak perlu, saya bisa sendiri” tolaknya halus dengan posisi kepala yang masih menunduk


“kalau bisa sendiri, kenapa masih diam” ucap arif dengan ketus, ia tak habis pikir dengan pikiran istrinya,


Rara yang mendengar nada ketus suaminya, berusaha bangkit dengan tangan yang bertumpuh pada tempat tidur, arif tak henti-hentinya memperhatikan pergerakan istrinya itu, ia mau melihat seberapa kuat istrinya itu, matanya terbelalak ketika melihat ada sedikit noda darah yang tertempel pada baju kaos berwarna putih yang di kenakan istrinya itu tepatnya di area punggung belakang istrinya


Tanpa pikir panjang arif langsung membopong tubuh istrinya ke sofa panjang yang ada di dalam kamar tersebut, tanpa memperdulikan penolakan istrinya itu


“berhenti memberontak, jika kau tak mau terus-menerus menyusahkanku dan orang-orang lain yang berada di sekitarmu, menurutlah, lihat bajumu berdarah, perbanmu harus segera di ganti secepatnya, kalau kau terus-menerus seperti ini kapan kau akan sembuh, malah yang ada kau bisa terus-menerus merepotkan banyak orang” tutur arif panjang lebar, terpaksa ia harus kembali berkata kasar terhadap istrinya itu, agar istrinya itu mau menurut, dan terbukti perkataan nya membuat istrinya itu bungkam, diam dan tidak memberontak lagi, dan arif menggunakan kesempatan tersebut untuk mengobati luka dan mengganti perban istrinya itu secepat mungkin namun hati-hati


Berbeda hal nya dengan yang ada di pikiran rara, ia merenungkan perkataan suaminya itu, entah mengapa hatinya sangat sakit mendengar penuturan suaminya itu, padahal ia tidak berniat menyusahkan siapa pun, terutama suaminya yang sama sekali tidak menginginkan dirinya. Justru karena tidak ingin menyusahkan suaminya ia ingin mengobati lukanya sendiri, namun ternyata niat nya itu salah, mengapa dirinya itu selalu salah di mata suaminya itu, pikirnya.


“terimakasih” ucap rara singkat, secepat mungkin ia menggeser posisi duduknya sedikit menjauh dari suaminya itu


“bajumu kotor, sebaiknya kau juga harus mengganti bajumu terlebih dahulu” ucap arif pelan

__ADS_1


“maaf, tapi semua baju-baju saya ada di kontrakan saya, semuanya sudah saya pindahkan” ucap rara jujur


Tenggorokan arif terasa tercekat, ia mengumpat dirinya kesal dalam hati, ia menyesal, mengapa ia begitu tega membiarkan istrinya pergi begitu saja malam itu


“untuk sementara pakailah kemejaku, aku akan menyuruh seseorang untuk mengambilkan dan membelikan beberapa pakaian untukmu ” ucap arif, ada rasa bersalah yang bersarang di hatinya, ia benar-benar suami egois dan jahat, pikirnya


.


.


.


.


.

__ADS_1


terima kasih banyak ya kepada kalian yang masih setia menunggu kelanjutan novel author, maafkan juga  author yang jarang update ini hi hi hi hi hi


Jangan lupa terus dukun novel ini ya teman-teman, tekan tombol LIKE + VOTENYA YA 😇


__ADS_2