Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 62


__ADS_3

tubuh arif terkesiap dan bergetar tatkala tak mendepati istrinya di dalam kamar nya, melainkan hanya sepucuk surat yang ia dapati di dekat nakas tempat tidur, betapa dalamnya ia menyakiti istrinya itu,


"aku pikir setelah bertemu denganmu, kau akan sama bahagianya denganku, tapi sepertinya tidak ya, kau bahkan menganggapku sebagai pembawa sial, dan lebih parah nya lagi kau menganggapku sebagai wanita murahan, aku tidak tahu kesalahan seperti apa yang sudah aku perbuat terhadapmu, sampai-sampai kau membenciku, bahkan dengan teganya  melibatkan temanmu untuk ikut mengolok-ngolokku.


aku minta maaf jika kelahiranku di dunia ini adalah sebuah kesalahan buatmu, aku juga tidak tahu kebahagianyang seperti apa yang telah aku rusak darimu, aku lelah di tuduh, aku lelah di caci, aku lelah di olok-olok, kau bahkan selalu membentakku dan selalu memaksakan kehendakmu terhadapku.


hidupku bahkan sudah sangat susah sedari dulu, aku pikir setelah bertemu denganmu kau akan memperlakukanku sehangat dulu, tapi sepertinya dugaanku salah, kau selalu menanyakan apa mauku kan, asal kau tahu aku merantau jauh-jauh ke jakarta  demi keluargaku, untuk biaya sehari-hari keluargaku, untuk biaya sekolah adikku, dan untuk biaya berobat ayahku, apa aku salah melakukan itu semua, setidaknya dengan aku bekerja, beban keluargaku akan berkurang, tapi kau malah menuduhku yang tidak-tidak.


aku pamit semoga dengan kepergianku, hidupmu akan kembali bahagia, aku berjanji tidak akan pernah muncul lagi di hidupmu, dan kalaupun kita tidak sengaja bertemu berpura-puralah bahwa kita tidak pernah saling mengenal, sehingga tidak akan ada lagi pihak yang tersakiti.


aku juga mau berterimakasih sebelumnya atas kebaikanmu, yang sudah membayarkan biaya perawatan ayahku di rumah sakit, aku janji akan membayarmu secepatnya

__ADS_1


oh ia jika keluargamu menanyakan tentangku, kau bisa berbicara yang tidak-tidak tentang ku,sehingga keluargamu tak menyalahkanmu lagi, aku sudah terbiasa dengan semua itu. dan untuk yang terjadi semalam, lupakan itu semua, anggap saja itu kewajiban terakhirku sebagai istrinya​"


aku pamit semoga dengan kepergianku, hidupmu akan kembali bahagia,


tangan dan tubuh arif bergetar hebat, tangisnya kini luruh ke bawah setelah membaca bait demi bait tulisan yang di tinggal kan istrinya, dapat juga ia lihat tulisan di kertas tersebut ada beberapa yang luntur, sudah dapat di pastikan air mata istrinya jatuh ketika menulis surat tersebut untuk nya.


cepat-cepat arif merogoh saku celana nya untuk mencari ponsel nya, dengan segera ia mencari kontak istrinya dan segera menghubungi nya namun sayangnya ponsel istrinya sudah tidak aktive lagi, pasti istrinya itu sengaja mematikan ponsel nya,


"shit, dasar brengsek, brengsek, brengsek, maafkan aku rara" teriak arif, di ikuti dengan air matanya yang ikut luruh ke bawah,


"maaf pak, penghuni kontrakan tersebut sudah pergi sekitar sejam yang lalu" ucap salah satu penghuni kontrakan tersebut, yang seketika membuat arif terdiam di tempat nya.

__ADS_1


"peeer,pergi ke mana? tanya arif


"saya juga tidak tahu pak, kalau bagitu kami permisi" ucap penghuni kontrakan tersebut, kemudian bergegas pergi


yang arif harap kan bukan ini, padahal setelah mengantarkan keluarganya ke bandara, ia menolak mentah-mentah ajakan teman-temannya untuk pergi ke tempat biasa yang ia kunjungi,  demi istrinya, ia ingin menemani dan menjelaskan kepada istrinya, alasan mengapa ia tidak membangunkan nya, ia hanya tidak mau mengganggu istirahat istrinya itu.


"sebenarnya kamu pergi kemana" gumam arif di tengah-tengah kemudinya


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa klik tombol LIKE dan VOTE nya ya teman-teman


__ADS_2