Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 113


__ADS_3

“sebenarnya kita mau pergi ke mana?” tanya rara saat di rasa mobil yang di kemudikan oleh arif sudah cukup lama


“kau akan tahu nanti” jawabnya sambil mengulas senyum di bibirnya


“kau tidak berniat jahat kan kepadaku?” pertanyaan rara mengundang gelak tawa arif


“sayang kenapa pikiranmu aneh-aneh sekali, aku tidak akan pernah


mengulangi perbuatan bodohku untuk kedua kalinya” ucapnya masih fokus menyetir,


sesekali matanya menatap ekspresi khawatir di wajah istrinya. “aku mohon mulai


sekarang percayalah kepadaku, jangan pernah ragukan aku lagi”  ucapnya memohon membuat rara menganggukkan kepalanya cepat.


“hmm aku percaya padamu” ucapnya mengelus lembut punggung telapak suaminya, yang sedari tadi memang sudah menggenggam tangan nya, ya meskipun masih dalam keadaan menyetir.


“ayo turunlah” arif mengulurkan tangannya setelah membukakan


pintu mobil untuk istrinya  Kening rara mengerut dalam, ya setelah menempuh perjalanan


hampir sekitar 45 menit, kenapa malah arif membawanya ke tempat gelap dan


terlihat menyeramkan seperti ini Nampak seperti hutan, dengan ragu-ragu rara


membalas uluran tangan suaminya, ya dia harus percaya sepenuhnya kepada


suaminya itu apapun yang terjadi.


“kita sudah sampai” ucap arif setelah cukup lama berjalan menggandeng tangan istrinya


“sa,sayang ini di mana, aku takut” tanpa sadar, rara meremas kuat lengan suaminya


“kau tunggulah di sini sebentar, jangan kemana-mana”ucapnya setelah berusaha melepaskan rengkuhan tangan istrinya dari lengannya.


“mau kemana” teriaknya panik, setelah bayangan suaminya itu tiba-tiba menghilang dari pandangnya “aku takut, jangan pergi, ku mohon, sayang kau dimana” teriaknya benar-benar takut, bahkan tubuhnya kini sudah luruh


kebawa, “aku benar-benar takut” isaknya pelan dengan suara yang terdengar bergetar, ingin rasanya ia berlari tapi kakinya tiba-tiba menjadi kebas.


Rara terus saja menangis, mengumpat kesal suaminya yang tiba-tiba meninggalkannya di tempat menakutkan seperti ini, ia terduduk merengkuh kedua lututnya dan menelusupkan wajahnya yang penuh air mata antara


kedua lututnya, berharap seseorang akan datang dan menolongnya, ya meskipun bukan suaminya.


“jika memang tidak ingin denganku kenapa membawaku ketempat menakutkan seperti ini, kenapa tidak bunuh saja aku langsung” teriaknya bercampur ketakutan.


Tiba-tiba light, ada satu lampu sorot mengarahkan cahayanya


kepadanya, membuat rara dengan reflex mendongkakkan kepalanya, namun masih


dengan air mata pilu yang membanjiri wajahnya. Bahkan kini ia mendengar suara


derap langkah semakin mendekat ke arahnya dan terdengar suara pria yang sangat


ia kenal yang mengalun begitu merdu di iringi oleh dentingan suara piano


 


 


Aku  tak pernah meminta


Sosok pendamping sempurna


Cukup dia yang selalu


Sabar menemani dalam kekuranganku


 


 

__ADS_1


Namun Tuhan menghadirkan


Kamu wanita terhebat


Kuat tak pernah mengeluh


Bahagiaku selalu bersamamu


 


 


Andai ada keajaiban


Ingin ku ukirkan


Agar semua tau


Kau berarti untukku


S'lama-lamanya kamu milikku


 


 


Kini telah ku buktikan


Kamu pendamping setia


Kuat tak pernah mengeluh


Bahagiaku slalu bersamamu


 


 


Andai ada keajaiban


Ingin ku ukirkan


Agar semua tau


Kau berarti untukku


S'lama-lamanya kamu milikku


 


 


Namun ku sadari diriku


Takkan mampu selalu


Bahagiakan kamu


Tapi akan ku perjuangkan


Untukmu yang terhebat


Kekasih impian


 


 


Andai ada keajaiban (Andai ada keajaiban)

__ADS_1


Ingin ku ukirkan


Agar Semua tau


Kau berarti untukku


S'lama-lamanya


S'lama-lamanya kamu milikku.


Sangat dalam, arif membawakan lagu kekasih impian sangat dalam, setelah


menyanyikan satu lagu untuk istri tercintanya kini ia langsung merengkuh erat


tubuh mungil istrinya, menyalurkan kehangatan tubuhnya, bukannya malah mereda,


kini tangisan rara terdengar semakin nyaring dan pecah.


“kau kenapa jahat sekali, jahat, jahat, kau jahat, aku


membencimu” bukan pelukan hangat seperti yang arif bayangkan, melainkan


pukulan-pukulan yang kini harus di terima oleh tubuhnya.


“aku minta maaf sayang, aku benar-benar minta maaf” gumam arif


tak menghentikan pukulan-pukulan istrinya yg kini mulai terasa sakitnya


“aku membencimu, aku membencimu” teriaknya dengan suara isak


tangis yang begitu memilukan “kenapa kau lakukan ini, kenapa harus seperti ini,


kau tahu aku tadi begitu ketakutan” bahkan tanpa sadar ia menghapus paksa ingus


dihidungnya menggunakan dasi dan jaz milik suaminya itu.


“maafkan aku ya” ucapnya sambil menahan sakit akibat menahan pukulan dari istrinya "arghhh sakit, ini sakit, ku mohon hentikan ya" ucapnya dengan suara memelas.


"a.apa ini sakit, maafkan aku" ucapnya sedikit khawatir lalu mengusap lembut dada milik suaminya itu


"wah, wah ternyata kak rara sudah terkena virus bucin"ejek seseorang, mendengar suara yang tak asing di telinga rara membuatnya langsung membalikkan badannya menghadap ke pemilik suara tersebut.


mulut rara menganga lebar, matanya membola penuh "ayah, bunda" ucapnya lirih di tambah dengan pemandangan taman yang sudah  terlihat cantik dan indah.


"kak di sini ada ario juga" kenapa ario tidak di sapa" ucapnya kesal


mata rara semakin terbelalak tatkala menyadari ternyata mertua dan teman-teman suaminya juga berada tepat di belakang rangtuanya, sejenak ia memandang ke arah suaminya. tak percaya dengan apa yang di lihat dan di dengarnya.setelah mendapat anggukan dari suaminya, rara langsung berhambur memeluk keluarganya satu persatu


"sayang lihatlah ke atas" teriak arif usai melihat istrinya itu sudah melepaskan rindu terhadap keluarganya


"dorrrr, dorrr, dorrrr" rara tersenyum bahagia melihat pemandangan kembang api di tengah gelapnya malam sedang bertebaran ria di atas langit. arif menghampiri istrinya dan merengkuh tubuhnya dari samping


"aku mencintaimu" bisiknya lembut di telinga istrinya, lalu membenamkan kecupan yg cukup lama dikening istrinya itu, tentu saja semua orang yang berada di tempat itu ikut bahagia.


 


 


 


 


.


.


.


jangan lupa terus dukung Novel ini ya teman-teman, tinggalkan jejakmu klik tombol Like, dan Vote nya, jangan lupa tinggalkan juga komentarmu, sampai jumpa di novel author selanjutnya yaa.

__ADS_1


maafkan author jika masih ada banyak kekurangan dalam menulis maupun merangkai kata


__ADS_2