Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 70


__ADS_3

sedari tadi rara hanya berdiam diri di atas tempat tidur milik nya, sedangkan arif sudah lebih dari setengah jam ia meninggalkan kamar kerna menerima telphone dari seseorang, entah siapa tapi seperti nya telphone itu sangat penting


"kenapa belum tidur" rara tersentak kaget mendengar ucapan suami nya, yang sekarang pandangan nya seketika tertuju beralih menatap ke arah  suami nya yg sedang terlihat membaringkan tubuh nya di atas matras kecil milik nya.


sebenarnya terbesit rasa kasihan di hati rara untuk arif, karena sudah seminggu ini arif tertidur di atas matras kecil milik nya, dan seminggu ini arif benar-benar tak mau bertukar tempat tidur dengan nya, padahal setiap malam rara sudah menawarkan diri untuk berganti tempat tidur dengannya, namun lagi-lagi arif menolak nya mentah-mentah.


"mmm, saya belum mengantuk" jawab rara lirih


"sebaik nya beristirahat lah, pasti sangat lelah setelah seharian bekerja" ingin sekali rasa nya mendekap erat tubuh rara, tapi rasanya akan sangat mustahil.


*****


mata arif tertuju menatap istri nya yg terlihat sedang berbaring membelakangi nya, sudah seminggu arif berada  di sini, tapi tetap saja tidak ada perubahan hubungan bagi kedua nya, tapi meskipun begitu arif merasa begitu senang, karena beberapa hari belakangan ini istri nya sudah mau berbicara banyak pada nya, ya meskipun terkesan dingin dan masih formal.


sebenarnya rara juga belum bisa memejamkan mata nya, rara teringat pembahasan terkait masalah pekerjaan suami nya tadi di kafe, rara jadi kepikiran, sampai-sampai ia terbangun lalu mengambil posisi duduk dan menghela napas nya kasar.


"ini sudah lewat tengah malam, kenapa masih belum juga tertidur" lagi-lagi suara arif membuat tubuh rara terjingkat kaget, rara pikir suami nya itu sudah tidur dan terbang ke alam mimpi nya namun ternyata belum


arif juga terlihat mengambil posisi duduk, sama seperti rara.


"bagaimana dengan pekerjaan anda di jakarta?" tanya rara tiba-tiba


"ehh itu, aku sudah menyerahkan nya ke radit, radit akan meng handle semua nya" jawab arif


"ini sudah seminggu lebih anda berada di sini, mau sampai kapan berada di sini, sedangkan anda punya tanggung jawab besar untuk perusahaan dan para karyawan-karyawan anda" tutur rara, namun masih dalam mode sopan.


"apa kau mengusirku? tanya arif sedikit kecewa


"tidak, bukan mengusir, tapi seharus nya anda tidak boleh meninggalkan pekerjaan anda terlalu lama, apalagi anda adalah seorang pemimpin perusahaan" tutur rara pelan


"aku tidak akan pulang, kalau istri ku juga tidak ikut pulang bersamaku" arif menatap lekat ke arah istri nya yang terlihat sedang memikirkan sesuatu


tapi tiba-tiba ponsel arif berdering, arif menghela nafas nya gusar setelah menerima telphone cukup lama dari seseorang, dan rara dapat melihat kegusaran suami nya, seperti nya ada masalah yang cukup serius, pikir nya


"apa terjadi sesuatu? tanya rara, karena terlihat jelas sekali kegelisahan pada raut wajah arif.


arif mengangguk membenarkan perkataan istri nya.


"perusahaan sedang ada masalah, dan aku di minta secepat mungkin untuk kembali keperusahaan"

__ADS_1


cukup lama arif menjedah ucapan nya


"dan besok, besok aku akan berangkat ke bandara pukul 6 pagi, karena radit sudah memesankan tiket untuk ku" ucap arif sendu


arif benar-benar bingung, di sisi lain arif tak mau meninggalkan rara, namun di sisi lain ia juga tidak boleh meninggalkan kewajiban nya sebagai seorang pemimpin.


"rara, apa kau bersedia ikut lagi dengan ku, aku berjanji tidak akan melukai perasaan mu lagi, aku akan membahagiakan mu, aku berjanji, tapi tolong ikutlah denganku kembali ke jakarta?" arif terus menerus memohon agar rara mau ikut bersama nya, tapi rara terlihat tidak bergeming


"saya akan menyiapkan kebutuhan yang akan anda bawa besok" ucap rara tiba-tiba, lalu segera beranjak berdiri dari posisinya, terlihat rara berjalan ke arah lemari, mengambil dan mengepak semua barang-barang milik suami nya yang akan di masukkan ke dalam koper.


arif menatap nanar melihat apa yang di lakukan istri nya, seperti nya istrinya itu benar-benar sudah tak mengharapkan kehadiran nya lagi.


arif beranjak berdiri dan berjalan ke arah rara yang terlihat sedang berusaha ingin menggapai koper di atas lemari, dan tiba-tiba memeluk istri nya erat dari belakang.


rara menahan salivanya kuat-kuat


"lepaskan saya, apa yang anda lakukan? rara mencoba melepaskan pelukan suami nya yang ia rasa sangat erat


"tolong biarkan seperti" arif terlihat memejamkan mata nya dan semakin mengencangkan dekapan nya, mencium aroma khas dari tubuh seseorang yang di rindukan nya dan akan selalu ia rindukan. hal itu sontak membuat tubuh rara semakin meremang, namun juga menikmati nya, tak dapat rara pungkiri bahwa diri nya juga amat sangat merindukan pria brengsek ini, namun cepat-cepat rara menepis nya, kembali ia berusaha melepaskan dekapan suami nya, dan segera memasukkan barang-barang arif ke dalam koper yang baru saja ia ambil.


"saya sudah membereskan semua barang-barang anda, sebaik nya anda segera lah beristirahat, karena besok anda sudah harus bangun dan berangkat pagi-pagi.


setelah mengatakan itu, rara segera melangkahkan kaki menuju ke arah tempat tidur nya, namun baru saja ia ingin mendaratkan tubuhnya di atas tempat tidur, arif menghentikan langkah rara dengan mencekal lembut pergelangan tangan istri nya. ketika rara berbalik ke arah suami nya, kembali, dengan segera arif mendekap erat tubuh istri nya.


kali ini tidak ada penolakan dari rara, membuat hati arif sedikit bahagia.


*****


mendengar arif akan kembali ke  jakarta secara mendadak, membuat ario sedikit sedih, pasal nya ia sudah sangat menyayangi kakak ipar nya itu.


"kenapa mendadak sekali nak" ucap sang ayah mertua, yang terlihat baru saja berkumpul di meja makan


"perusahaan sedang ada masalah, jadi arif harus segera kembali ke jakarta untuk mengatasi nya ayah" ucap arif, namun pandangan matanya terus fokus memperhatikan rara.


"bagaimana dengan mu rara?" tanya sang ayah terhadap putrinya


"rara masih merindukan ayah dan bunda, jadi untuk sementara arif akan membiarkan rara berada di sini, lagi pula rara baru saja merintis kafe baru nya, arif janji setelh semua masalah di perusahaan arif beres, arif akan langsung kemari menemui kalian semua"ucap arif sambil menyematkan seulas senyum di bibir nya


sebelum pergi ke bandara di antarkan oleh rara sendiri, arif berpamitan kepada mertua dan adik ipar nya

__ADS_1


"hati-hati di jalan" ucap mereka bersaman


*****


"jaga dirimu baik-baik, jangan terlalu dekat dengan teman-teman priamu" ucapnya memeluk istrinya erat, dengan gerakan cepat arif mengecup kening dan mencuri 1 ciuman singkat di bibir istri nya dengan lembut.


 


.


.


.


jangan lupa terus dukung novel ini ya teman-teman, klik tombol LIKE dan VOTEnya ya


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2