Apa Salahku

Apa Salahku
Jomblo


__ADS_3

" Gue takut telat gue gak mau kehilangan Zula bang, gue banyak salah, kalaupun gue harus mati gue mau minta maaf sama Zula dulu" Kekeh Ryan karena dia hanya mau bertemu dengan Zula saat ini


" Tau ah Yan.... Loe telfon Sendiri si Ula, atau enggak sana tyelfon abah Umi" Jawab Henny kesal juga akhirnya


"Ryan terdiam dan berfikir kenapa gak dari tadi dia telfon abah Umi dan juga Zula, tapi ponsel Zula kan gak tau di mana tempatnya


" Oh ya Yan, kami kan gak terima dengan apa yang di lakukan adekmu, loe nanti bisa kembali dengan Zula, tapi  Gue mau tuntut Adek loe, bukan gue aja, semuanya kami akan tuntut adek loe, kalau loe mau belain adek elo ya silahkan, tapi mohon maaf loe gak bisa balik sama Zula lagi dan gue akan proses gugatan Zula secepatnya" Ucap El kembali mewanti wanti tentang Dia yang akan  mengajukan kasus Putri kepengadilan


" Dan kami bukan bermaksud untuk memutuskan tali silaturrahim loe dan putri ya Yan, hukum tetap berlanjut guge juga gak mau hal ini akan terjadi lagi kalau di terus teruskan bebas tanoa ada efek jeranya" Tambah Henny ikut mewanti wanti pada Ryan


Ryan masih terdiam dan tentu bingung di sisi lan istri dan di sisi lain adek satu satunya dan hanya di tumpuhannya kalau ada apa apa


" Gimana?" Tanya El lagi karena Ryan gak ada jawaban langsung


" Gue kalau di posisi elo pasti juga bingung Yan, satu istri satu adek satu satunya lagi, tapi kalau gue salah tetap salah, apa lagi gangguin kehidupan kakaknya lagi" jawab Henny pada Ryan yang tetap diam


" Udah lah... udah tengah malam, sana istirahat dulu, gue juga mau istirahat juga," Ucap El karena udah tengah malam dan kini dia juga udah berdiri dan di susul oleh Henny yang ikut berdiri dan akan pindah ke kamar mereka


Seoerginya mereka Ryan masih termenung sendirian di ruangan itu dan melamun, dia juga gak bakalan bisa tidur juga di sana dan bakalan seperti biasa begadang tanpa bisa memejamkan matanya


Apa lagi ini anaknya juga gak tau kemana dan malah ikut memojokkan Mamanya juga,


" Ya Allah..... Gue harus gimana ini?" Ucap Ryan meremas kepalanya kesal, gak tau hatus bagaimana


Keesokan harinya kebetulan ini adalah hari sabtu, di mana semua juga agak ringan karena free, baik El dan yang lain yang biasanya ngumpul di rumah Zain, tapi kali ini mereka yang akan ngumpul di rumah El, karena abah dan Umi mereka tidak di tempat, beberapa bulan  terakhir juga berkumpul di rumah Zula saat Zula  sendirian di rumah


Di jam 9 pagi mereka berkumpul dan sarapan bareng, termasuk Bibi juga yang sebenarnya juga dia harus kumpul dengan para gengnya yang lama dia selalu absen demi Zula


" Gue tuh sebenarnya mau ngeband gagal" Ucap Bibi marah marah sendiri


" Gayamu toh nang, kayak suka musik aja" jawab Aliza sambil mengelus kepala Bibi


" Suka tuh cewek biar cepet nikah" jawab Al sambil menyendok sarapannya

__ADS_1


" Udah takut duluan gue dengan pecintaan" jawab Bibi ngasal


" Kenapa?" tanya Henny gantian


" Banyak dramanya" jawab Bibi santai sambil mencuci tangannya dengan air kobokan yang baru saja Henny siapkan untuknya


"Alah..... Drama ringan nyah" Jawab El santai


" Kalau dapat Ringan kalau dapat berat gimana?" tanya Bibi lagi


" Kayak Ryan" jawab Al sambil melirik ke arah Ryan yang ada di sebelah Bibi


" Hahahaha JOMLO ya sama kayak gue" Ucap Bibi meledek


Aslinya Ryan sampai saat ini juga masih bingung harus bagaimana , antara Zula dan Putri, sedangkan yang lain maubuat setrategi kalau Ryan biar mskin bingung pasalnya ini termasuk hari terakhir dia untuk menemui Zula kalau enggak surat gugatan akan di buat


" Udah, sarapan dulu, gak enak kalau sarapan di ganggu sama kasus" Ucap Aliza karena merasa gak nyaman juga


" Ini udah kumpul semua Yan, loe semalam kan baru sidang mediasi ssaja sama gue dan mami, pagi ini aka ada sidang lanjutan " Tambah El dan makin membuat Ryan makin ketakutan juga


Ryan hanyalah satu satunya orang yang gak bersuara pagi ini dan dia justru sangat bingung dengan apa yang akan di lakukannya nanti


Setelah sarapan selesai ,mereka berkumpul di ruangam khusu untuk membahas kelanjutan kasus Ryan dan Putri


" Kita VC aja deh sama abah dan Umi mengenai keadaan Zula saat ini" Ucap Henny memikirkan kondisi Zula juga saat ini, biar tau siap gak ketemu Ryan saat ini juga


" Boleh " Jawab Bibi santai


" Proyektor  mana proyektor? " Ucap Bibi mencari proyektor


"" Untuk apa proyektoran segala?" Heran Al santai sambil menyerutup kopinya


' Gue tau bang, kalian semua ini sudah pada jompo semua, mata sudah pada rabun kalau pake laptop doang gak nampak nanti " Jawab Bibi dengan mencibir alus

__ADS_1


" Memang ya, yang masih muda, tapi JOMBLO" jawab El menimpali


" Gue kan jomblo fi sabilillah bang" jawab Bibi tetap santai


" Ayo Bi" Ujar Ryan akhirnya buka suara dan gak sabar untuk mengetahui kondisi Zula


" EH,,,, Udah bersuara ya" jawab Bibi meledek


" Nanti dulu bang, kami tanya dulu sebelum kita VC, Abang Pilih kak Ula apa adek abang si Putri?" tanya Bibi menahan


Ryan kembali terdiam dengan ungkapan dari Bibi, karena dia  juga masih bingung soal ini


" Bisa gak di selesaikan satu satu, gue setres ini" jawab Ryan sangat pusing dan setres


" Tinggal jawab aja, kalau loe setres, loe  pilih mana? kalau loe Pilih putri ya gak jadi VC, gue buat laporan sekarang untuk gugatan kak Ula" jawab Bibi sangat berani dan gak ada takutnya kalau sama Ryan


Klau dulu iya lah, kadang masih segen sama Ryan karena Ryan sangat berwibawa, semenjak menyakiti hati kakaknya Bibi jadi gak takut lagi sama si Ryan


Sedangkan di tempat Zula, tepatnya Di Villa Zula saat ini kondisinya turun lagi, tiba tiba subuh tadi kondisinya sangat gigil dan panas banget


Bahkan suhu tubuhnya berada di suhu  40 derajat cc, dan Jihan sempat khawatir semalam, tapi dia langsung bisa menangani di bantu oleh Zain dan saat ini Zula sedang tiduran dan juga agak mendingan tapinmasih lemes lagi


Ya semua itu efek kalau Zula masih terbawa pikiran dan juga masih terbawa perasaan kurang siapnya untuk bertemu dengan Ryan


" Sarapan dulu nak" Ucap Zain pada Zula


" Abah..." Ucap Zula lirih


" Iya sayang" jawab Zain lembut dan mengelus kepala Zula


" Boleh gak sih kalau Ula diam dulu?" tanya Zula lagi dengan suara lirihnya


" Maksudnya?' tanya Zain belum faham

__ADS_1


" Jujur dari  semalam Zula kepikiran banget bah, Zula belum begitu siap kalau ketemu dengan Ryan, kalau memang kasus Putri mau di selesaikan, selesaikan dulu, baru Ula siap bertemu dengan Ryan, dan Ula pengen ngerti Ryan masih membela adeknya gak?, kalau dia bela adeknya berarti dia masih mau lanjut untuk pisah sama Ula, dan gak ada niatan atau iktikat baik mereka pada Zula, dan sengaja mau malankan Zula lagi ke dalam masalah baru" Ucap Zula panjang gak mau sakit hati lagi


__ADS_2