
Dan akhirnya Kini Ryan pulang dan kembali kerumah untuk lanjut pergi ke Aceh untuk menyelesaikan masalahnya agar dia bisa berjumpa dengan Zula secepatnya
Sedangkan yang lain kini lanjut berangkat ke Malang untuk menyusul Abah Uminya dan menemani Putri kesayanagn Al Musthofa
Mereka berangkat gak dengan para orang tua aja, mereka membawa serta anak anak mereka juga, ya sekalian berlibur lah, karena lama mereka juga gak liburan dan sesekali refresing untuk mengendorkan otot otot mereka dan pikiran mereka karena ikut prihatin pada kasusu Zula dan Ryan kemaren
Syifa kini juga bersama mereka, tadi sebenarnya ada di rumah El, cuman sengaja mereka sembunyikan dan Ryan juga gak menanyakan keberadaan Syifa semenjak di bawa pergu oleh Aliza mulai lusa kemaren , bahkan Ryan juga gak menanyakan dan kepikiran tentang keadaan Aira sekarang di mana oasca kabur dari rumah, yang dia pikirkan saat ini memperbaiki hubungan rumah tangganya yang harus kembali seperti semula
Seperti biasa, karena senin mereka harus kembali ke rumah dan beraktifitas kembali, mereka gak mau pake lintas darat, karena sangat memakan waktu yang sangat lama dan apa gunanaya punya Jat keluarga yang bisa mereka bawa kapan saja
Hingg kini mereka semua sudah berkumpul di dalam pesawat milik keluarga mereka yang sudah ganti beberapa kali untuk kesehatan kendaraan dan keselamatan penerbangan membutuhkan pesawat yang waras dan sehat
" Tadi Syifa nampak Papa Umma" Ucap Syifa pada Aliza yang kadang manggilnya Umma kadang juga bude, terserah Syifa aja lah
" Oh iya, papa tadi masih ada urusan, jadi Papa lanjut untuk menyekesaikan urusannya jadi gak sempet menemui Syifa" jawab Aliza menjelaskan
" Oh.... jadi Papa nanti gak ikut jumpa mama dong" tanya Syifa polos
" Enggak sayang, Syifa sama Om Bibi dulu, nanti kan jumpa mama, papa nyusul kalau semuanya sudah selesai" jawab Bibi sambil memindahkan Syifa ke pangkuannya
" Okay om" jawab Syifa sambil mengacungkan jempolnya
Al dan El menatap Syifa yang masih polos saat di pangkuan Bibi, mereka membayangkan apa dulu mereka juga seperti itu di kala mereka dulu juga pernah berada di posisi yang mana sering terpisah dari abah Uminya di kala kecil, bahkan jangan mengetahui kalau abah sama uminya bersama
Tapi Syifa masih belum lama, sedangkan El, dari lahir sampai besar kuliah dia baru bersama dengan abah dan uminya
__ADS_1
" Dulu kita apa sama seperti Syifa ya bang?" tanya El pada Al mengingat nostalgia
mereka saat masih kecil
" Iya, tapi loe belum lahir, abang udah mengalami seperti dia, di titipkan pada suster dan juga di bawa sama bude Cirana, pakde Baha' " jawab Al karena dia pernah melewai fase itu, agak lupa sih tapi sedikit ingat
" Gue dulu gak pernah sama abah Umi El, dari gue umur setahun gue udah di bawa umi merantau, sama umi cuman 2 atau 3 jam, selebihnya sama suster, dulu Umi cari uang sendiri dan umi selalu bilang kalau abah sedang oergi ngaji, dan kita dulu waktu kecil kan memang sama suster sampai kita msuk pondok kan, abah juga nyambanginya cuman beberapa bulan sekali" jawab Al kembali mengingat apa yang pernah dia rasakan menjadi korban dari permasalahan rumah tangga abah Uminya
" Dan dulu kalian juga gak curiga ada apa dengan abah umi saat itu kenapa yang seharusnya bersama mereka selalu berpisah?" tanya Aliza cukup kepo
" Ya percaya aja, orang nyatanya abah sama umi juga sama sama sibuk kan, dan mereka tuh bisa lho menyembunyikan masalah bahkan sampai kami besar dan akhirnya semua terbongkar saat Zula di temukan itu" jawab El dan Al mengangguk
Sedangkan Bibi terdiam mendengarkan apa cerita abangnya yang mana dia sendiri juga gak tau gimana kisruhnya mereka dulu
" Dan gue di ajarkan untuk dewasa sejak kecil yang bisa menuntun adek gue, yang bisa momong El dan bisa menjaga El sejak gue masih kecil" Ucap AL sambil merangkul El
' Dulu suamimu ini bengek Hen... Dia punya Asma,paru parunya belum sempurna saat lahir, jadi kalau nangis dia makin bengek, dan syukur alhamdulillah sampai sekarang masih hidup" Ucap Al pada Henny adek iparnya
El hanya tersenyum dan juga merangkul abangnya yang dari dulu selalu ada untuknya
' Pantesan aja selalu akur dan gak pernah berantem" Ucap Henny
" Kata siapa? kita pernah berantem hebat juga" jawab Al dan El kompak
" Saat berebut Zula" jawab Aliza yang mengerti ceritanya dari Zula sendiri dan juga Al suaminya
__ADS_1
" Ha... betul, kalau kami gak berebut Zula, gak mungkin tuh Kami tau kalau Zula adalah adek kami, orang dulu tuh abah udah lamarkan Ula untuk bang Al" jawab El dan kembali bernostalgia
" Gue di putusin dulu juga gara gara Zula lho mbak" jawab Henny menangis dan setresbertahun tahun karena di putusin dan di selingkuhin El pada Zula
" Padahal setelah itu, mereka berdua di PHPin sama pasangan masing masing" jawab Aliza dan Henny kompak karena dalam rumah tangga mereka, saling terbuka mengenahi masalah pasangan masalalu mereka
Sedangkan Bibi memilih diam dan merasa bersyukur dia di lahirkan karena semua masalah sudah selesai dan mempunyai kakak dan abang yang selalu ada untuknya dan sayang banget padanya bahkan kakak iparnya jugayang mana juga ikut merawatnya sejak bayi
Sedangkan Ryan kini juga baru saja mendarat di Aceh, dia juga pake pesawat jet dan juga Helly agar segera sampai di rumahnya untuk menyelesaikan masalahnya Dan kini dia masih menunggu di depan pintu rumahnya karena agak sepi rumahnya karena gak ada yang buka pintu sedari tadi dia ketukmpintu dan memanggil
Tak lama ada tetangga yang datang melihat kedatangan Ryan
Kondisi rumahnya sekarang sudah kembali rapi dan sudah gak ada tenda atau perlengkapan pesta lainnya karena semua juga sudah di beresi sejak kemaren
" Lho bang Ryan pulang lagi?" ucap tetangganya yang melihat keberadaan Ryan
" Iya buk, emak sama Puput kemana ya buk?" tanya Ryan to the poin
" Dari tadi saya panggil dan saya ketuk pintunya gak ada yang nyaut dari dalam" Tambah Ryan lagi
" Oh kalau itu bu kurang tau bang Ryan, tapi baru saja sore tadi setelah semuanya di bongkar mereka pergi bawa mobil, tapi gak tau pada kemana" jawab Tetangga Ryan yang melihat mobil Putri keluar
" Masalahnya kemaren tuh para tetangga jga pada ngomong mas, ya siapa juga kalau ternyata dalangnya juga mereka, saya kami kira juga mas Ryan memang Cinta dan sayang beneran dengan Fatma, eh gak taunya malah mbak Zula yang kena fitnah, sekarang mbak Zula gimana keadaannya bang?" tanya Tetangga tersebut yang kenal baik dengan Zula kalau main ke rumah mertuanya
" Doain ya buk, semoga kami juga bisa baik baik saja seperti sedia kala" jawab Ryan hanya minta doa
__ADS_1
" Amin.... Iya bang Ryan, kasian mbak Zula, orang baik baik sholeh cantik, sukses gak ada kurangnya kok di fitnah, saya juga gak terima bang, walaupun saya juga bukan siapa siapanya mbak Zula, tapi sebagai perempuan saya juga ikut merasakan apa yang mbak Zula rasakan dan pasti mbak Zula selalu bertanya tanya APA SALAHKU, kala tiba tiba di tinggal nikah tanpa masalah apapun" ucap ibu itu yang benar adanya pasti hal itu menyakitkan
" Dan saya juga heran bang Ryan, Putri dan Emak itu sama sama wanita, apa mereka gak bisa merasakan apa kalau mereka itu berada di posisi jadi mbak Zula" Tambah Ibu tersebut juga ghibahin mamak Dan adek Ryan di depan Ryan langsung