
Ini adalah hari ke 3 rara di rawat, namun arif masih setia menemani istrinya itu, ia berharap banyak semoga istrinya itu segera siuman
Karena kelelahan ia pun tertidur sambil menumpuh tangannya pada tempat tidur.
.
.
Sayup-sayup rara membuka matanya, ia melihat seorang pria menumpuh tangannya pada tempat tidur di dekatnya, sepertinya pria itu sedang tertidur.
Kembali rara menelusuri ruangan tempat di mana ia berada sekarang, terlihat ruangan tersebut seperti kamar rumah sakit, lalu kembali pandangannya beralih ke pria yg tertidur di dekatnya.
Ia pun baru menyadari bahwa tangannya saat ini sedang di infuse, ia pun juga merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya terutama di area punggung belakangnya,
“awwww” rintih nya dengan pelan,
Ia mencoba untuk bangkit tapi kondisinya saat ini sedang tidak memungkinkan, ia kembali mencoba memaksakan dirinya untuk mengambil air minum di nakas sebelahnya, tangannya kini sudah terulur untuk mencoba mengambil
air minum tersebut, namun tangannya belum bisa untuk mencapainya.
Sedikit ia mencondongkan tubuhnya, untuk mengambil air putih tersebut, sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya
“dapaaatttt” gumamnya, sambil menyematkan senyum di bibirnya
Ketika tangan nya sudah berhasil menyentuh gelas berisi air putih tersebut, bersamaan dengan itu ia tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, gelas di tangan nya pun terjatuh berserah di lantai begitu pun dengan dirinya.
__ADS_1
“aww, sakitt” rintihnya kesakitan karena telapak tangan nya tepat mengenai pecah beling yang berserakah di lantai tersebut
“raraaaa” teriak arif panik, ia segera menghampiri istrinya
“bangun, rara bangun, ku mohon bangunlah” arif berusaha membangunkan istrinya yang setengah sadar, dengan menepuk pelan pipi istrinya itu, namun tidak di respon oleh istrinya, ia semakin panik, segera mungkin ia menggendong istrinya yg telihat mendesis kesakitan
“tunggu di sini, aku akan memanggilkan dokter untukmu” arif berlari melangkahkan kakinya, tergesa-gesa, keluar mencari dokter, ia sangat khawatir melihat kondisi istrinya yang terlihat sangat kesakitan
***
Terlihat saat ini, arif sedang duduk termenung di kursi tunggu, di temani oleh ibunya yg baru saja tiba di antarkan oleh radit.
“nak” tutur ibu arif pelan, ia segera menghampiri anaknya
“tenanglah nak, rara pasti baik-baik saja, kau tahu sendiri bukan istrimu itu wanita tangguh” tutur ibu arif, ia mencoba menenangkan putranya sembari mengelus-elus pelan punggung puteranya itu,
ya memang tadi arif segera menghubungi ibunya, dan menceritakan kondisi rara
“ini semua salah arif, ini semua salah arif, seandainya arif tidak tertidur saat itu dan terus menjaga rara, rara pasti tidak akan seperti ini, ia pasti kesakitan di dalam sana ibu” isaknya sembari menunjuk ruangan di mana rara di periksa
Arif terus-menerus menyalahkan dirinya atas apa yg menimpa istrinya itu, melihat itu radit segera mengambil tempat kosong di sebelah arif dan mencoba menenangkan sahabatnya itu.
Sebenarnya radit juga sangat menyesal atas sikapnya terhadap rara kemarin yang sudah sangat keterlaluan, namun apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur, ia berjanji kepada dirinya sendiri, setelah rara siuman ia akan segera meminta maaf kepada istri sahabatnya itu.
***
__ADS_1
Sekitar satu jam lebih, dokter memeriksa kondisi rara
“dokter bagaimana kondisi istri saya?”
“Bagaimana kondisi menantu saya dokter?
Tanyanya bersamaan ketika melihat, dokter keluar dari ruangan yang di tempati rara
“saat ini pasien sudah melewati masa kritisnya, tapi kondisinya saat ini terbilang sangat lemah akibat peristiwa yang di alaminya tadi, akibatnya itu berdampak pada luka tembakan pasien yg sama sekali belum terlalu kering, kini kembali terbuka, bahkan lukanya semakin terbuka, akibat benturan yang di alami pasien tadi, tapi untunglah tadi
pasien segera di tangani oleh dokter” terang dokter panjang kali lebar
Ada rasa lega mendengar kondisi rara yang sudah melewati masa kritisnya
“apa saya boleh menemui istri saya dokter? Tanya arif, yg kemudian di angguki oleh sang dokter, melihat itu arif segera masuk ke dalam ruangan
Hatinya teriris melihat kondisi istrinya, yang masih terbaring lemah dan terlihat sangat pucat, arif menghampiri istrinya, ia mengecup kening istrinya lama, sumpah ia benar-benar khawatir terhadap kondisi istrinya saat ini
“maafkan aku” bisiknya dekat ditelinga istrinya itu, kemudian beralih mengecup lama ubun istrinya itu
"maafkan author ya teman-teman karna baru bisa update, hal ini di karenakan ada beberapa alasan yg tidak bisa author jelaskan, jadi mohon pengertiannya ya
jangan lupa tekan tombol like dan votenya untuk mendukung novel ini ya 😁
BIG LOVE FROM AUTHOR 😇
__ADS_1