Apa Salahku

Apa Salahku
19


__ADS_3

kakeknya Ansar dan Tante Salimah juga tidak mau hartanya direbut oleh orang yang tidak mempunyai ikatan darah dengan keluarganya. meskipun Tante Salimah mempunyai suami dia tidak rela membagikan hartanya sepeser pun kepada suaminya tersebut. apalagi suaminya berpoligami dan mempunyai anak dengan wanita lain. sedangkan ibunya Ansar juga menikah lagi dengan ayahnya Samier. maka kakeknya Ansar tidak akan melepaskan Ansar begitu saja tanpa pengawasannya. dia mengutuskan bik inah dari waktu Ansar lahir. waktu itu ayahnya Ansar pun tidak keberatan sedikitpun itu semua karna ketulusan bik Inah dan keluarganya juga..


bik Inah adalah anak dari sahabatnya kakek Ansar yang mengabdi kepala kakeknya Ansar yang paling setia dia menganggap mereka seperti keluaarga. bik Inah sudah tinggal dengan keluarga Ansar semenjak masih bayi. dia juga waktu itu sebelum kakeknya Ansar mempunyai seorang anak pun, istri kakeknya Ansar lah yang mengasuhkan nya.dikarnakan istri kakeknya Ansar sangat suka akan anak kecil, jadi bik Inah sudah dianggap seperti anaknya sendiri. sebenarnya bik Inah juga mendapatkan bagian harta dari kakeknya ansar akan tetapi dia tidak mengambilkannya. dia bersama suaminya lebih senang mempunyai hartanya sendiri dengan jerih peyahnya. ketimbang mengambil yang bukan dari hasil keringatnya. menurutnya lebih berkah dan tidak menjadi serakah di kemudian hari. dia juga mengajarkan akan semua anak anaknya begitu. hingga ada dari salah satu anaknya bik Inah yang sudah menjadi seorang ustadz di salah satu pasatre di kota Bogor Jawa barat. yang bernama ustadz Yusuf. dan ada lainnya anak ankak bik Inah yang bernama Alwi, Aisyah dan Saddam. Yusuf anak pertama dari pasangan bik Inah dengan suaminya yang bernama Tgk Asan Ibrahim. namun sekarang bik Inah dan suaminya tinggal dengan Ansar. anak anak bik Inah semua sudah pada mandiri. umur Ansar seumuran dengan anaknya sulung bik Inah yaitu yang bernama Saddam. mereka semua juga sangat menyayangi Ansar. mereka menganggap Ansar seperti saudara kandungnya sendiri begitupun dengan Ansar, Ansar menganggap anaknya bik Inah layaknya seperti saudara kandungnya sendiri juga.


#########


sekarang lain lagi dengan Ansar


Ansar sudah sampai di Bandung dan sekarang sudah berada di salah satu desa terpencil yang kau dari keramaian dan jauh pula dari kota, dia langsung menuju ketempat yang di tunjukkan oleh anak buah mata matanya,


" dimana mereka" tanya Ansar Tampa harus berbasa basi lebih dulu. dia tidak sabaran ingin melihat kekasih hatinya apakah benar masih hidup atau itu orang lainnya yang hanya.mirip dengan Febriana.

__ADS_1


" mari bos mereka masih berada di dalam rumahnya" tunjuk salah satu anak buahnya. Ansar langsung melangkah mendekati pintu rumah tersebut. keseluruhan rumah tersebut hanya berukuran kamarnya Ansar. Ansar langsung mengetok pintu tanda kesopanan dan memberi salam


" tok ...tok....tok...." suara pintu terdengar


" assalamu'alaikum" Ansar mengucapkan salamnya


" walaikum salam" jawab mamaknya Febriana dari dalam dan Ansar langsung mengenal suara tersebut. dan mamaknya Febriana langsung membukakan pintu untuk Ansar. waktu melihat Ansar beliau langsung ketakutan


" nak Ansar " ucapan ibunya Febri sangat lirih sekali hampir tak terdengar. akan tetapi Ansar langsung menyambar telapak tangannya ibu Febri untuk bersalaman dan mencium tangannya juga


" siapa Bu" tanya Febri yang lagi menggendong anaknya langsung menuju ke arah ibunya dan Ansar berada. Ansar langsung mengalihkan perhatiannya kepada Febri yang lagi menggendong seorang anak kecil yang berumur sekitar 5 tahunan hampir seumuran dengan raja.

__ADS_1


" Febri," ucap Ansar dan Febri langsung membeku ditempat begitu pula dengan Ansar. dia tidak menyangka bahwa Febri benar sudah memiliki seorang anak , mereka pun kembali terdiam dan saling memandang. namun sekarang pandangan Ansar terhadap Febri begitu hambar tidak kayak tadi yang menggebu gebu ingin menemuinya. begitu bersemangat dan dipicu oleh rasa kangen yang begitu mendalam. karna semenjak kecelakaan 5 tahun silam.mereka tak pernah bertemu lagi jangankan bertemu bertatap muka kabarpun hilang kontak entah kemana dan bagaimana kehidupan mereka waktu itu. siapa yang menolong mereka, bagaimana mereka bertahan hidup dan bisa berada di daerah terpencil seperti yang telah mereka jalani saat ini.


" mas Ansar," ucap Febri langsung menurunkan anaknya dari gendongannya dan menyerahkan anaknya kepada ibunya sendiri.


dia langsung mendekati Ansar dan langsung memeluknya.


" mas Ansar, benarkah ini kamu mas," ucap Febri sambil menangis sedangkan Ansar hanya diam mematung, arahan matanya tertuju kepada bocah yang mirip dengan seseorang,dan orang tersebut adalah orang yang paling dia benci selama ini. dulu Ansar tidak percaya bahwa Febri telah mengkhianati nya dengan Samier. akan tetapi lain lagi sekarang. Ansar sekarang mulai ragu dengan perasaannya.


" mama, inikah papa" suara terdegar dari seorang bocah kecil seumuran dengan raja yang bernama Bilal Mahendra.


semua yang berada di situ gelagapan termasuk Febri sendiri tak tau mau menjelaskan seperti apa, tapi mau tidak mau Febri harus menjelaskannya kepada Bilal. Bilal tak henti hentinya menatap wajah Ansar begitu berbinar binar hingga membuat ayahnya Febri yang dari tadi mengamati interaksi mereka semua dari kejauhan langsung menyambar ucapan bilai, sedangkan febri baru ingin membuka suaranya tiba tiba....

__ADS_1


" benar sayang, itu papanya Bilai" semua orang tercengang menatap ayahnya febri, bilal.langsung melompat kedalam pelukannya Ansar. Ansar tak dapat mengelak. dia butuh waktu untuk menjelaskan kepada Bilal. dia tidak ingin mematahkan harapanya bilai yang telah begitu bersemangat dan begitu senangnya. Ansar hanya tersenyum dan membalas pelukannya Bilal dan mengusap usap kepala Bilal dengan sayang.


" Bilal kangen banget sama papa, Bilal tak mau papa pelgi lagi," Ansar hanya mampu tersenyum tak menyahut apapun yang Bilal ucapkan. sedangkan febri dan juga kedua orang tuanya Febri memandang Ansar dengan pandangan sedikit kecewa, karena walau bagaimana pun mereka tak dapat memaksakan Ansar untuk menjadikannya sebagai ayahnya Bilal. tadinya ayahnya febri dan Febri sendiri juga sangat berharap bahwa dengan kedatangan Ansar ke tempatnya ingin mengejar kembali cintanya Febri seperti dulu. karna dari dulu Febri selalu begitu, jika mereka bertengkar dan Febri minggat seminggu kemudian Ansar langsung mencarinya, dan Ansar langsung memohon mohon agar Febri mau kembali kepadanya lagi.dulu sebesar apapun kesalahan Febri Ansar selalu mengalah dan selalu memaafkan kesalahan febri. tadinya pun sebelum Ansar datang ketempat Febri perasaannya juga begitu..dia begitu bersemangat dan menggebu-gebu. akan tetapi sekarang entahlah dia langsung teringat akan istri sahnya dan anaknya yang ada dirumah. entah perasaan apa ini, tiba tiba bayangan tentang wajah Khaira yang selalu murung,tak pernah tersenyum dan yang selalu disiksanya. juga bayangan putranya yang untuk seharian ini belum mengabarkannya,belum menanyakan bagaimana kabarnya. biasanya selalu saja tak pernah absen seharianpun tuk ingin mengetahui keadaan anaknya. jika tidak menghubungi anaknya langsung dia akan menghubungi bik Inah atau menghubungi bebisiter nya.


__ADS_2