Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 101


__ADS_3

“kau sedang apa di sini” ucap arif memeluk erat tubuh istri nya dari belakang saat melihat istrinya itu tengah berdiri di atas balkon dan menatap ke sembarang arah


“astaga, kau mengagetkanku” ucap rara yangh terjingkat kaget saat merasakan dekapan tangan orang di tubuh nya, hal itu sontak membuat arif terkekeh kecil, ternyata istrinya ini masih berikap malu-malu, pikir nya


“kau tidak lupa bukan, jika hari ini kita akan ke dokter memeriksakan kandungan mu” masih mendekap erat tubuh istri nya.


“aku tidak sabar ingin melihat tumbuh kembang anak kita nanti nya” lanjut nya, tampak jelas sekali raut wajah kebahagiaan terpancar sangat jelas di wajah suami nya itu


rara melonggarkan dekapan hangat dari suami nya kemudian berbalik arah menghadap suami nya dan tanpa aba-aba ia  langsung  membenamkan tubuh nya dengan erat ke dalam dekapan suami nya itu.


Sedangkan arif, ia begitu terpaku dengan perlakuan istri nya hari ini, pasal nya ini adalah kali pertamanya rara seperti itu.


“terima kasih” ucap rara di sela-sela pelukan nya


“justru aku lah yang harus berterimakasih, aku tidak tahu bagaimana hidup ku tanpa diri mu, maafkan suami bodoh mu ini yang sudah pernah membenci mu tanpa alasan, maafkan aku” arif tak henti-henti nya mengucapkan kata maaf


“jika kau membahas masalah itu lagi, aku tidak akan segan-segan untuk meninggalkan mu” ancam rara, bahkan ia tak segan-segan melepaskan dekapan nya dari tubuh suami nya itu dan meninggalkan nya yang masih terlihat mencerna kata-kata istri nya itu.


“sayang apa maksud mu?” teriak arif panik saat melihat istri nya itu sudah melangkah jauh dari hadapan nya


“kau tidak bersungguh-sungguh kan, sayang” teriak nya lagi, lalu segera menyusul istri nya itu


Rara benar-benar tidak mau mengingat masa-masa menyakitkan di mana suami nya itu pernah memperlakukan nya dengan buruk dulu nya, ia benar-benar ingin melupakan semua nya, melupakan semua kejadian menyakitkan


yang pernah ia lalui dulu nya, ya meskipun itu sangat sulit, meskipun kadang kala sangat sulit sekalai berdamai dengan jiwa nya, tapi rara selalu meyakini diri nya bahwa suami nya itu sudah benar-benar berubah, dengan menunjukkan sikap nya yang begitu menyayangi diri nya, bahkan suami nya itu juga pernah mengorbankan diri nya untuk menyelamatkan nyawa nya.

__ADS_1


Yang rara inginkan saat ini adalah membuka lembaran-lembaran baru bersama arif suami nya, dan hidup bahagia hingga akhir hayat nya


***


“syukurlah kondisi ibu dan bayi nya, sudah cukup membaik, jadi bapak dan ibu tidak perlu terlalu khawatir lagi ya, tapi ibu juga tetap harus berhati-hati, perhatikan makanan-makanan yang ibu konsumsi, dan juga jangan terlalu banyak melakukan aktivitas yang bisa membuat ibu kelelahan” terang dokter wanita tersebut, setelah melakukan USG pada perut rara


“usia kehamilan istri saya sudah berapa bulan dokter” tanya arif, ia terlihat begitu antusias, sebenar nya ia sudah tahu, tapi ia hanya ingin memastikan nya langsung dari sang dokter


“untuk saat ini, usia kandungan ibu rara sudah berjalan kurang lebih 10 minggu, jadi ibu rara harus ekstra berhati-hati menjaga kandungan ibu, karena usia kandungan ibu itu sangat rentan, jadi bapak harus ikut menjaga dan memperhatikan kondisi ibu rara di trisimester awal kehamilan nya ” ucap sang dokter


“pasti dokter” ucap nya begitu bahagia


“mm, dokter” panggil arif terlihat ragu


“i..iituu” ucap arif begitu gugup dan bercampur malu, membuat sang dokter terkekeh kecil paham ke mana maksud  pertanyaan arif, sedangkan rara ia hanya heran menunggu lanjutan dari perkataan suami nya itu


****


Raut wajah rara begitu kesal bercampur malu, bisa-bisa nya suami nya itu, astaga, tapi di sisi lain ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, rara juga sadar jika selama ini suami nya itu selalu menahan keinginan nya itu, itu pasti karena suami nya itu selalu memikirkan perasaan dan keadaan nya.


"sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat mu..." ucap arif berlari panik mengejar istri nya yang berjalan terlebih dahulu, ya arif terlihat begitu serba salah  saat melihat ekspresi wajah istri nya itu yg terlihat pucat karena maksud nya tadi


"sebaik nya kita pulang sekarang" ucap rara setelah berhasil mendudukkan diri nya di dalam mobil arif, tanpa berkata apa-apa arif langsung menjalankan mobil nya


tidak ada percakapan di antara kedua nya, tubuh rara merasah gerah mengingat perkataan suami nya tadi, bahkan ia terlihat mengipas-ngipaskan telapak tangan nya, padahal kan AC nya sudah di nyalakan arif sejak tadi

__ADS_1


"sayang, ada apa dengan mu? apa kau skit? apa perlu kita kembali ke rumah sakit?" tanya arif begitu khawatir


"ha?, tidak perlu aku baik-baik saja" ucap nya menghentikan kibasan tangan nya, perkataan arif tadi terus terngiang-ngiang di pikiran rara


sedangkan arif, ia begitu merasa bersalah,ia bahkan tidak tahu bahwa dampak dari pertanyaan nya akan seperti ini, jika dia tahu pasti tidak akan bertanya seperti itu kepada dokter


 


.


.


.


.


 


jangan lupa terus dukung novel author ya teman-teman, jangan lupa tinggalkan jejak mu


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2