Apa Salahku

Apa Salahku
Pasrah


__ADS_3

Si embak kini sudah menaruh gelas berisi kopi ke atas nambapan dan akan di bawa keluar, tak lama El yang baru selesai mandi dan ganti baju El seperti biasa waktunya makan sore dan El menuju ke ruang makan


"Ada tamu mbak?" tanya El saat melihat si embak mengangkat napannya


" Eh bapak, iya pak" jawab Si emba agak kaget melihat kedatangan El


"Tadi saya panggil bapak sama ibu, gak ada yang nyaut dari saya suruh nunggu dulu tamunya" jawab si embak dan El mengangguk


"Iya mungkin saya pas di kamar mandi tadi mbak" jawab El sambil jalan mendahului si embak menuju ruang tamu


" Saya pikir juga begitu pak" jawab Si embak mengikuti El yang hendak menemui tamunya


Tapi sebelum El sampai ruang tamu, El sudah melihat kalau tamunya adalah Ryan


El terhenti sejenak dan tidak melanjutkan langkahnya dan terdiam sejenak


Hatinya masih dongkol dan jengkel kalau melihat Ryan yang sudah menyakiti dan menghancurkan adeknya


Ingin rasanya El kembali melemparkan hantaman ke muka Ryan yang masih penuh lebam itu, dan El tau itu sama sekali gak di obati,


El sengaja berhenti, karena gak mungkin dia ngamuk di hadapan si embak, apa lagi si El tau kalau si Embak ngefans banget sama ketampanan Ryan


" Monggo gud" Ucap Si embak sambil meletakkan minumannya di meja depan Ryan


" Makasih mbak" jawab Ryan sopan


" Maaf muka gus Ryan kenapa ya?" tanya SI embak yang sangat penasaran dari awal saat Ryan datang


" Oh.... Ini bekas luka waktu kecelakaan kemaren itu mbak" jawab Ryan berbohong padahal dia juga sudah sembuh totoal dari kecelakaannya dulu


" Oh iya... Gus Ryan habis akit lama ya, pantesan lama gak main ke sini, sam neng Zula juga lama gak kelihatan, sibuk paling ya gantiin gus kerja selama sakit" Ucap si embak pada Ryan dan Ryan hanya tersenyum menanggapinya dan tidak menjawab apa apa, apa lagi sampai bercerita pada si embak tentang masalahnya


"Ya udah kalau begitu saya permisi ke belakang lagi ya Gus, itu bapak sudah mau ke sini" Ucap Si embak pada Ryanndengan menunjuk ke arah El yang masih berdiri di dekat pintu arah ryang keluarga


Ryan menoleh ke El yang sudah memasang wajah datar dan sangat sangar


Ryan rasanya makin takut kalau harus ketemu dengan El, tapi apapun yang terjadi itu udah menjadi resiko dia yang sudah bersalah pada adeknya, kalau sudah bersalah pada adeknya tentu itu cari masalah denga  para abang abangnya


Egkanl berpapasan dengan si embak yang mengangguk pada El, dan El mengangguk kembali dan lalu berjalan menuju ruang tamu ke arah Ryan


Sesampainya El, Ryan berdiri dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan El


" Bang..." sapa Ryan saat bersalaman dengan El

__ADS_1


El menerima salamannya tappi tidak menjawab sapaannya dan hanya diam masih dengan muka datar


"Kini setelah bersalaman Ryan dan El kembali duduk dan El menatap wajah Ryan tajam, dan tatapan yang membuat Ryan makin pasrah akan apa yang terjadi nanti pada dirinyan


Sedangkan El melihat wajah Ryan yang gak ada energi sama sekali, dan dia sebagai dokter bisa mengerti kalau Ryan sama sekali belum  makan apapun dari kemaren, di tambah semua santri juga sudah di usung ke pusat semuanya jadi yakin gak ada yang memerhatikannya sama sekali


Wajah penuh lebam itu sudah sakit dan sangat menyakitkan, di tambah dia mungkin, antara gak nafsu makan sama gak ada yang di makan


" Belum makan loe?" tanya El sebelum Ryan berkata apa tujuannya


Dan El juga sudah tau dan sudah bisa menebak apa tujuab Ryab datang kerumahnya


" Makan dulu" Ucap El lagi dan Ryan semakin bingung


Sedangkan di kamar Hanny baru saja selesai pake hijab dan dengan setelan dasternya yang sangat nyaman di pakai saat di rumah, dan made in Jihan Aulia butik, atau karya Zula dan produksi dari butik Zula


Zula keluar dari kamar dan gak mendengar  suara panggilan El kalau mau makan selalu memanggilnya dan juga anak anaknya , kalau tidak berarti El tidak berada di ruang makan


Lalu Henny berkeniatan ke depan untuk melihat mana tau suaminya ada di depan dan benar dari belakang Henny tau kalau ternyata El lagi ada tamu dan Henny langsung bergegas mendekat dansaat sampai dia kaget dan...


" Lho" Ucap Henny saat melihat kalau tamunya adalah Ryan


" Ayo makan dulu Mi" ajak El pada Henny yang baru datang


" Ayo.... Yan" ucap Henny pada Ryan dan mereka bertiga berjalan ke ruang makan


Sesampainya di ruang makan semua sudsh tersedia termasuk lauk dan juga berbagai makanan lainnya Mereka sudah duduk di meja yang sama dan makan dengan oiring masing masing, El dan Henny yang biasanya sepiring berdua kini karena agak canggung Henny juga meminta sendiri sendiri saja


Ryan makin ketakutan saat hidangan sudah berads di hadapannya, Ryan selain gak mood makan juga dia takutn kalau sampai di racun sama El dan di kasih Zat kimia takutnya dia jadi kurcaci berubah jadi kecil


" Ya Allah saya pasrah kalau sampai nanti makanan ini menjadi makanan terakhirku" ucap Ryan dalam hati


Dlam acara makan sore ini agak lain dan gak ada enak enaknya karena semua sunyi hanay terdengar dengan suarapiring dan sendok saja,


Dan Henny paling benci ini, dan kalau di bantah takutnya suaminya makin menjadi dan makin marah besar karena Henny tau kalau El marah itu gak ada duanya dan pastinya makin menakutkan


Sedangkan Ryan perlahan dengan keraguannya dia terpaksa untuk memakan makanan yang masuk kadalam mulutnya dan terpaksa harus menelannya walaupun denga susah payah dan sampai akhirnya semua makanan habis


El melihat Ryan itu kesusahan makan, karena mukanya yang lebam dia juga menahan rasa sakit itu untk memasukkan makanan ke dalam mulutnya


" Gus...... Agus...." Panggil El setelah makan


Tak lama Aguspun datang karena Agus bertugas di area tak jauh dari Dapur atau bisa di katakakn patner si embak cuman dia berkerja bagian perkebunan atau tukang kebun rumah El

__ADS_1


" Iya pak" jawab Agus pada El dan menghadap ke El


" Ambil obat dan kompres muka babak belur Ryan" Ucap El pada Agus


Reflek Agus menoleh ke arah Ryan, dan Ryan juga kaget kalau El masih peduli dengannya suruh ngobatin padahal dia kira kalau El mau memukuli Ryan lagi


" Baik pak" jawab Agus dan segera mengambil obat obat yang selalu tersedia di rumahnya


Setelh di ambil Agus lalu kembali dan mendekat ke arah Ryan


" Mari oak Ryan kita ke ruang keluarga dulu" ajak Agus dan Ryan lagi lagi gak bisa nolak karena kalau sampainlak dia sendiri yang rugi, satu tujuannya gak dapat dan selanjutnya juuga dia malah makin sakit rasanya


Seperginya Ryan dengan Agus, Henny menatap Wajah El yang masih datar dan Henny mengambil sendok lalu di pukulkan ke piringnya


Ting ting ting... Bunyi pukulan piring dari sendok


Dan El seketika menoleh kearah suara dan menatap Henny


"  Sebel mami kalau makan kayak gini lagi" ucap Henny sambil cemberut


" Kenapa gak bisa sepiring berdua?" goda El sambil berdiri dan mendekat ke arah Henny


" Males ah" Ucap Henny marah gantian


" Jangan lah, berdosa kalau marah" jawab El memeluk Henny dari belakang


" Coba duduk sini Pi" Ucap Henny pada El yang masih memeluknya


" Enggak ah... masih mau peluk" manja El gak m au melepas pelukannya


" Nanti lagi sini dulu lho" Ucap Henny dan akhirnya El duduk di kursi sebelah Henny


" Gimaan ceritanya?" tanya Henny pada El


" Kalau di pikir pikir  sama salahnya gak sih mi?" Ucap El pada Henny


" Ula sama Iyan?" tanya Henny pelan dan El mengangguk


" Miss komunication" ucap Henny dan El mengajukan jempolnya


" Iya, semua karena gengsi dan egois" tambah Henny lagi dan El mengangguk


" Pinter banget istri siapa sih?" gemes El dengan mencubit pipi Henny gemes

__ADS_1


__ADS_2