Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 51


__ADS_3

Sudah 1 jam berlalu, namun belum terlihat tanda-tanda bahwa dokter akan keluar dari ruang operasi, dan kini hanya tingal arif, gino dan indra, yg terlihat menemani arif, ya karena sebelumnya pak Guntur sudah terlebih dahulu pulang, begitu pun dengan celsea yg di antar kan pulang oleh egi, tentu saja atas permintaan arif


Setelah operasi berlangsung, arif langsung meminta izin ke dokter untuk menemui istrinya yg sedang terbaring lemah saat ini, muka arif terlihat pias melihat kondisi istrinya, ia berjalan dengan langkah gontai ke arah


istri nya.


Ia tak kuasa melihat istrinya terbaring lemah menggunkan baju pasien, dengan wajah yg terlihat pucat,terlihat pula perban yang melekat di leher sebelah kanannya serta di lengan sebelah kanan nya akibat ulah si penjahat.


Ia terduduk di samping istrinya, Kembali ia menggenggam erat tangan mungil istri nya itu lalu di kecupnya


“tolong bangunlah, sampai kapan kau akan seperti ini” ucap arif lemah


Gino dan indra dapat melihat betapa khawatirnya arif terhadap kondisi rara, sebenarnya ada sedikit kesedihan di hati gino tatkala tadi ia mendengar penuturan arif bahwa ia telah menikah dengan rara kurang lebih tiga bulan yg lalu, dimana hanya ada keluarga terdekat yg di undang, arif juga menjelaskan bagaimana ia bisa menikah dengan rara, ya namun hanya garis besarnya saja,


Gino pun bisa menerima akan hal itu, meskipun sedikit sulit namun ia mencoba menghilangkan kesedihan tersebut, dan yg paling terpenting saat ini adalah kesembuhan rara


.


.


.


2 hari telah berlalu, namun rara belum juga tersadar dari komanya, dan kabar mengenai kondisi rara sudah di dengar  oleh keluarga arif, namun tidak dengan keluarga rara, ya dan 2 hari ini arif selalu berada di samping rara menemani dan menjaganya, untuk masalah pekerjaan sendiri ia menyerahkan semua tanggung jawabnya kepada radit, saat ini ia ingin focus terhadap rara, sesekali pak Guntur, gino, dan teman-teman arif yg lain nya datang berkunjung, terutama celsea, ia merasa sangat bersalah terhadap rara


“maafkan aku rara, semua ini terjadi karena aku, aku mohon bangunlah” tutur celsea yg saat ini berada di ruang perawatan rara di temani oleh egi dan juga arif, dan 2 hari ini juga celsea merasakan sikap perubahan arif terhadapnya yg sangat berbeda, ya dua hari ini arif hanya diam, tak banyak bicara, terkesan bersikap dingin dan menjauhi nya, namun celsea dapat memahami akan hal itu.


“sekali lagi aku minta maaf, atas perbuatanku selama ini terhadapmu, aku mohon bangunlah” ucap celsea sambil menggenggam erat tangan rara


Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan plak, satu tamparan mendarat di wajah arif


“ibu”gumam arif

__ADS_1


 “apa yang kau lakukan terhadap istrimu, kenapa kau tega, ibu pikir selama ini rumah tanggamu dan rara baik-baik saja, tapi ternyata tidak, kenapa kau tega sekali terhadap nya” maki ibu arif, ia terus saja menyalahkan arif atas apa yang menimpa menantunya saat ini.


“ibu tidak tahu apa yang akan terjadi jika sampai ayah dan kakakmu mengetahui semua perlakuanmu itu” lanjutnya sambil terisak, arif hanya diam dan pasrah,bahkan  ia tidak berani menatap ibunya, sedangkan celsea dan egi ia juga terlihat diam dan pasrah, mereka semua menyadari kesalahan nya


Ya, arif memang telah memberi tahu ibunya tentang semuanya termasuk perlakuannya kepada isstrinya itu, ia terpaksa menceritakan semuanya kepada ibunya karna tidak sanggup memendam semuanya,


“lebih baik kalian pulanglah” ucap nya terhadap temannya itu, yg di angguki oleh egi dan celsea


“tante kami pamit dulu, ucap celsea, namun tak di gubris oleh wanita paru baya tersebut


.


.


 setelah teman-teman nya keluar arif bersimpuh di hadapan ibunya, yang saat ini berada di dekat rara,


“ibu maafkan arif, arif tahu arif salah, tolong beri arif kesempatan” ucapnya ia terisak, memohon ampun kepada ibunya


Melihat putra bungsunya seperti itu, ia menjadi tak tega, di pegangnya kedua pundak putranya


“maafkan arif, maafkan arif, maafkan arif, arif tau, arif salah” arif tak henti-hentinya meminta maaf


“seharusnya kau meminta maaf terhadap istrimu bukan terhadap ibu nak” ucapnya mengguncang bahu putranya


“arif menyesal ibu, maafkan arif” arif tak henti-hentinya terisak, ia mengatupkan ke dua tangannya


Sang ibu dapat melihat penyesalan yg teramat mendalam di kedua sorot mata puteranya, tak tega melihat sang putera terus menangis terisak, sang ibu pun merengkuh putranya dalam pelukannya, untuk menguatkan sang putera.


“setelah rara tersadar ibu mohon perlakukanlah istrimu dengan semestinya, sayangi istrimu, cintai istrimu nak, jangan membuat dirinya menderita lagi, karena selama ini hidup nya sudah cukup menderita, ia bahkan menghabiskan masa mudanya hanya untuk mencari nafkah untuk keluarganya, mencari biaya pengobatan untuk ayahnya, untuk biaya sekolah adiknya” ucap ibu arif lagi, ya selama ini ia sudah tahu kehidupan apa yg pernah di alami menantunya.


Arif yg mendengar penuturan sang ibu semakin terisak di pelukan sang ibu, ia hanya bisa  mengangguk-nganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Sedangkan untuk fahri dan sang ayah, sebenarnya mereka sangat khawatir setelah mengetahui kondisi rara, mereka tak henti-henti nya memaki dan memarahi arif karna tak bisa menjaga istrinya sendiri, namun hanya lewat telephone, karna saat ini mereka benar-benar  harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan nya dan benar-benar tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya itu, yg berada di jauh dari kota tempat tinggal arif dan rara, akibat nya mereka menunda untuk menjenguk rara.


Sedangkan untuk keluarga rara sendiri, agar tak curiga, setiap hari arif mengirimkan pesan kepada mertuanya itu, tentu saja menggunakan handphone istrinya.


Setiap kali melihat pesan yg di kirim istrinya kepada mertuanya itu, arif tak henti-hentinya mengutuk diri nya sendiri, bagaimana tidak, rara selalu menceritakan hal-hal baik tentang diri nya


“rara sangat beruntung menjadi istri arif, arif selalu mengedepankan rara”


“arif selalu memanjakan rara, selalu menuruti kemauan rara”


“intinya rara sangat bahagia, jadi bunda tidak perlu khawatir”


“bahkan arif tidak membiarkan rara bekerja lagi, meskipun di rumah, katanya ia tidak tega melihat rara kelelahan”


“hehehe, pokoknya semua kebutuhan rara semuanya terpenuhi, bahkan seluruh biaya pengobatan ayah, arif yg menanggungnya, begitupun biaya sekolah ario”


Itulah isi pesan-pesan yg di kirimkan istrinya itu kepada mertuanya


Setiap kali mengingat pesan tersebut, arif hanya bisa tertawa sumbang, ia benar-benar suami brengsek, pikirnya, bahkan selama 3 bulan pernikahan, ia tidak pernah menafkahi istrinya secara lahir dan batin


“shittttt, brengsek” umpatnya


Namun penyesalan hanya tinggallah penyesalan, ia menyesal telah mengabaikan istrinya, ia menyesal telah menyakiti istrinya selama ini, ia berharap istrinya itu akan segera siuman agar ia dapat menebus semua kesalahan


yg pernah ia lakukan terhadap istrinya itu.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa terus dukun novel ini ya teman-teman, eitsss, jangan lupa tekan tombol like dan votenya ya, agar author nulisnya makin semangat 😉


LOVE YOU READERS


__ADS_2