Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 77


__ADS_3

entah mengapa sakit yang arif rasakan saat ini menjadi berkah buat nya, bahkan arif berdoa dalam hati nya agar bisa berlama-lama dalam rumah sakit, "tidak apa lama-lama asal ada rara yang menemani dan merawat ku, aku rela" batin nya


ya saat ini rara sedang dalam posisi menyuapi arif, padahal kondisi arif sudah cukup baik, tapi ya arif lagi-lagi memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih dekat dengan istri nya, padahal rara sudah mencoba secara halus untuk menolak menyuapi suami nya, namun arif tetap berusaha  dan memanfaatkan sakit nya sebagai alasan agar rara mau menyuapi nya.


"aku benar-benar tidak bisa melakukan nya, kau lihat sendirikan saat ini aku sedang sakit, apa kau tega,  tenaga ku bahkan belum cukup puli, bahkan mengangkat sendok pun rasa nya tak mampu" ucap arif beralasan


rara hanya bisa mendengus kesal, dan menyuapi arif dalam diam


arif sangat senang karena bisa menatap istri nya dengan jarak yang begitu dekat, bahkan arif tak henti-henti nya tersenyum, bahkan masalah di kantor nya pun ia lupakan.


"mmm, apa kau sudah menghubungi ayah dan bunda, kalau kau sedang bersamaku" arif mencoba mencairkan suasana dengan cara membuka obrolan


"ya sudah" jawab rara singkat lalu kembali ia menyuapkan makanan ke mulut arif


"mm bagaimanamu seminarmu tadi, pasti seminar nya berjalan lancar bukan, pasti ada banyak orang yang mengagumi mu saat membawakan materi, seperti saat kau melakukan persentasi di kantor dulu" tutur arif, ya arif tadi sempat membuka pesan dan membaca pesan yang di kirim kan oleh celsea, yang menjelaskan bagaimana bisa rara berada di sana dan bisa menemuinya, ya dan sekaligus meminta maaf karna sudah lancang memberi tahukan rara mengenai kondisi nya


rara hanya menghunuskan tatapan tajam terhadap arif tak beriat membahas topik yang akan membuat nya kembali mengingat perlakuan-perlakuan arif pada nya


"habiskan makanan anda terlebih dahulu, setelah itu beristirahat lah" ucap rara


arif hanya menghela nafas nya kasar lalu menganggukkan kepala nya


setelah makanan di piring arif habis, dengan hati-hati rara meletakkan piring kotor tersebut di atas nakas dan langsung membantu arif untuk meminum air dari dalam gelas,


"pelan-pelan" ucap rara, setelah itu membantu suami nya untuk berbaring kembali


"apa anda membutuhkan sesuatu yg lain nya?" tanya rara


"ya, ada dan itu kamu" arif terdiam beberapa saat, lalu mencoba menggenggam tangan rara dengan lembut


"rara, aku tahu mungkin kesalahan yang sudah ku perbuat padamu memang sudah sangat fatal, tapi tidak bisaka kau memaafkanku" pinta arif dengan sendu.


"seperti nya anda butuh istirahat" jawab rara mencoba mengalihkan perhatian suami nya


"tolong, jangan pernah berbicara formal lagi dengan ku" ucap arif, yang di hanya di angguki rara


"baaabbaiklah, akan saya coba" jawab rara, membuat arif tersenyum senang

__ADS_1


"jadi bagaimana, kau mau memafkanku kan, rara tolong maafkan aku" pinta arif terus-terus memohon, namun rara hanya terdiam tak tahu harus menjawab apa, membuat arif pasrah menundukkan kepalanya. dan lagi-lagi terjadi keheningan di antara keduanya


tiba-tiba terdengar suara decitan pintu yg terbuka, membuat 2 orang yang saling diam itu menoleh


rara mengepalkan tangan nya kuat-kuat dan menelan saliva nya kuat-kuat melihat beberapa orang yang sudah ia ketahui sebelum nya, lalu segera mengalihkan pandangan nya, arif yang tersadar dengan segera manarik rara ke dalam pelukan nya, arif tahu ini salah nya.


"maafkan aku, ini salahku" ucap arif, bukan tanpa sengaja juga arif memeluk rara, selain untuk menenangkan istrinya, di sana juga ada seorang wanita yang sedari kemarin mencoba mendekati dan ingin mengambil hati arif, dapat arif lihat ekspresi wanita itu berubah menjadi masam, ketika melihat arif memeluk rara secara tiba-tiba.


"le..leepaskan aa..kuuu, ada teman-teman mu" ucap rara mencoba melepaskan pelukan suami nya


"tidak sebelum kau berjanji, untuk tetap menemaniku di sini, maafkan aku, aku berjanji tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi" ucap arif bersungguh-sungguh, membuat rara tanpa sadar menganggukkan kepala nya.


"ehm,ehm" terdengar suara deheman dari beberapa orang, membuat arif melepaskan pelukan nya dari rara, tapi tetap menggenggam erat tangan istri nya itu.


"bagaimana kabarmu arif" ucap talia, lalu kemudian berjalan mendekat ke arah arif


"talia jaga sikap mu, ada istri arif di sini" ucap indrasetengah  berbisik, ketika melihat sikap talia yang agresif, talia hanya memutar bola mata nya jengah


"seperti yang kau lihat, semenjak ada istri ku di sini, keadaan ku bahkan semakin membaik dari sebelum nya" jawab arif memandang istri nya lembut


"kabar saya baik" jawab rara singkat


yang rara lakukan hanya berdiam diri mendengarkan, perbincanga-perbincangan arif dan teman-teman nya, sesekali arif, egi dan indra mengajak rara berbicara, namun hanya di jawab seadanya oleh rara, sebenar nya egi dan indra berniat ingin meminta maaf secara langsung kepada rara, atas apa yg di lakukan nya dulu, tapi rasa nya ini bukan waktu yang pas, karena di sana ada beberapa teman-teman mereka yang lain nya. cukup lama teman-teman arif berada di sana, membuat arif merasa jengah karna tingkah talia yang sedikit kurang ajar menurut nya, namun tidak mungklin juga arif mengusir teman-teman nya pulang, jadilah arif pasrah berharap teman-teman nya akan segera pulang.


 


*****


setelah semua teman-teman arif pulang, rara segera masuk ke kamar mandi dan mengusap wajahnya dengan air, lalu menhela napas nya kuat-kuat.


setelah keluar dari kamar mandi rara segera berlalu ke arah sofa dan merebahkan diri nya tidak mau menghiraukan suami nya, membuat arif mendengus kesal.


"arrghhh" lagi-lagi arif berteriak kesakitan, membuat rara yang mendengar nya segera menghampiri suami nya.


"ada apa?" tanya rara ketus


"jangan marah, wanita yang tadi bukan siapa-siapa, dia hanya teman ku" ucap arif

__ADS_1


"memang nya siapa yang marah, teman mu atau bukan, tidak ada urusan nya dengan ku" ucap rara, membuat arif mendengus kesal, membuat arif tiba-tiba menarik rara kembali ke dalam pelukan nya.


"lepaskan aku" rara terus meronta-ronta


"tidak akan, tidur lah di sini, di dekat ku, karna sekuat apa pun kau memberontak aku tidak akan pernah melepaskan mu, tidak perduli seberapa sakit yang aku rasakan saat ini " ucap arif mengelus-elus lembut rambut istri nya.


"tapii" ucapan rara terpotong karna arif mengunci mulut rara menggunakan jari telunjuk nya


"tolong tetaplah di sini" ucap arif


"tapi, kau sedang sakit, jadi lebih baik aku tidur di sofa saja" ucap rara


"lepaskan aku" rara terus menerus memberontak, membuat arif terpaksa membungkam mulut rara dengan mulut nya


"jika kau terus-menerus memberontak, aku tidak akan berhenti mencium bibir mu ini" ucap arif setelah kembali mengecup singkat bibir istri nya.


 


.


.


.


.


.


jangan lupa terus dukung novel ini ya teman-teman


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2