
Sudah 3 hari rara merawat arif di rumah sakit, dan karena kondisi nya sudah semakin membaik, hari ini arif sudah di izinkan pulang oleh dokter, tapi entah mengapa mood arif benar-benar buruk, padahal sebelum kedatangan gino mood arif benar-benar baik, entah karena apa tiba-tiba mood arif berubah menjadi buruk. Apa mungkin karena
melihat keakraban antara istri nya dengan gino atau karena diri nya kesal terhadap dokter karena sudah membolehkan nya pulang, padahal arif masih ingin berlama-lama di rumah sakit karena ingin di perhatikan terus oleh istri nya.
“semenyenangkan itu kah bertemu dengan gino, sampai-sampai mengabaikanku di sini, sungguh menyebalkan, dan kenapa juga dokter sudah membolehkanku untuk pulang, ini benar-benar sungguh menyebalkan” batin arif, bagaimana tidak rara terlihat nyaman sekali berbincang-bincang dengan gino, bahkan rara tak henti-henti nya
tersenyum bahagia tanpa rasa canggung sedikit pun karena gino yang terus menerus menyanjung nya membuat arif merasa kesal dan juga takut. Takut jika istri nya akan berpaling dan merasa jauh lebih nyaman jika bersama gino, karena sedari dulu gino memang sudah sangat baik kepada istri nya, sedangkan ia, terlalu banyak luka yang sudah ia ciptakan untuk istri nya
“arif, ada apa?, kenapa tiba-tiba raut wajah mu berubah masam seperti itu, apa kau masih merasakan sakit, apa perlu aku memanggilkan dokter untuk mu? Tanya gino tiba-tiba
“tidak, aku tidak apa-apa, jadi tidak perlu memanggil dokter” jawab arif sedikit ketus, memaksakan sedikit senyum nya.
“baik lah, kalau begitu karena semua nya sudah beres, aku akan berbaik hati mengantar kalian pulang” tutur gino, membalas senyum arif
“tidak perlu” lagi-lagi arif menjawab nya dengan ketus, membuat rara mengernyitkan alis nya heran dengan tingkah arif yang tiba-tiba berubah menjadi dingin
“ehmmm, maksudku, tidak perlu repot-repot, aku tahu kau pasti sangat sibuk dan pasti masih banyak urusan, jadi sebaik nya tidak perlu mengantarku pulang, aku akan menghubungi andi untuk menjemputku dan juga istriku” jawab arif menekankan kata istri.
“hei, apa yang kau pikirkan, kau sudah ku anggap sebagai saudaraku sendiri, jadi tidak perlu merasa sungkan terhadap ku” jawab gino sembari menepuk bahu arif dengan pelan
Mau tidak mau arif harus menerima tawaran dari gino
“baiklah, kalau begitu” jawab arif pasrah, namun seketika pandangan nya ia alihkan ke arah istri nya
“tapiii, sayang bisakah kau membantuku untuk mengganti bajuku terlebih dahulu” ucap arif tiba-tiba, membuat tubuh rara meremang
“sayang, kenapa diam saja, ayo cepat bantu aku” ucap arif lagi, membuat gino langsung membuang pandangan nya, karena tidak ingin menyaksikan pemandangan yang akan mengkontaminasi pikiran nya.
“mmm, ii.iiyyya” jawab rara gugup, karena pertama kali nya mendengar arif memanggil nya sayang.
__ADS_1
“mmm tapi aku ingin ke kamar mandi terlebih dahulu, untuk membasuh tubuh ku dengan air, jadi bantu aku ya” ucap arif, tersenyum lembut ke istri nya.
Rara benar-benar merasa bingung, namun saat ini rara tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi menolak permintaan suami nya, karena ada gino di sini, padahal kan kemarin-kemarin ada perawat pria yang rara panggil untuk membantu arif membersihkan tubuh nya. Tapi kali ini rara harus turun tangan langsung, membuat rara menghela nafas nya, dan menghunuskan tatapan tajam kearah arif, membuat arif tersenyum melihat ekspresi istrinya yang terlihat sangat menggemaskan.
“kena kau, kali ini kau tidak bisa menolakku, karena tidak ada lagi selang infus yang bisa kau jadikan alasan” ucap arif dalam hati nya
“pak gino, saya tinggal sebentar ya" "ayooooo” ucap rara lalu segera mengajak dan membantu memapah suami nya ke kamar mandi.
*****
Di dalam kamar mandi, rasa nya rara benar-benar tidak sanggup dan ingin segera keluar namun tidak mungkin kan ia keluar meninggalkan suami nya
“sayang, kenapa diam saja, ayo bantu aku” ucap arif yang terlihat mencoba melepas kancing atas baju nya
“jangan memanggil ku seperti itu” rara terlihat memelototkan mata nya, lagi-lagi membuat arif tersenyum bahkan tergelak melihat ekspresi rara
“jangan menertawakan ku” ucap rara yang seketika membuat arif langsung menahan tawa nya
di tubuh suami nya. Begitu pun juga dengan arif, yang kini merasakan degub jantung nya yang berdetak 2 kali lebih cepat, ya meskipun kedua nya sudah perna sama-sama merasakan tubuh masing-masing.
dengan hati-hati rara mulai membilas tubuh suami nya menggunakan handuk yang sudah tersedia, membuat debaran jantuk arif semakin cepat karena jarak diantara kedua nya yang terlihat sangat dekat
“kau kenapa?” tanya rara yang kini sudah bisa menormalkan perasaan nya.
“tidak, tidak apa-apa” jawab arif sambil menahan nafas nya, dan lagi-lagi hanya ada keheningan di antara kedua nya.
“sudah selesai” jawab rara tersenyum senang, setelah berhasil membilas seluruh tubuh bagian atas suami nya, namun lagi-lagi tubuh rara di buat meremang karena tindakan arif yang tiba-tiba memeluk nya, bahkan rara dapat merasakan degub jantung suami nya yang berdetak sangat kencang, apalagi dengan kondisi arif yang belum sama sekali mengenakan pakaian atas milik nya, membuat rara dapat merasakan dada bidang milik suami nya
"biarkan sebentar saja aku memeluk mu, aku hanya ingin berterima kasih, karena kau sudah mau bersedia merawatku, terimakasih juga karena selama ini kau sudah sabar menghadapi sikap burukku selama ini, aku tahu luka yang ku torehkan untukmu tidak bisa kau lupakan, tapi aku benar-benar berharap kalau kau mau memaafkan semua kesalahan ku pada mu" ucap arif tulus, sementara rara hanya bisa terdiam, tak berniat untuk membalas kalimat yang di lontarkan suami nya.
__ADS_1
tiba-tiba terdengar suara gedoran pintu dari arah luar kamar mandi
“hei, apa yang kalian lakukan di dalam sana, kenapa lama sekali” teriak gino sedikit kesal
mendengar teriakan gino, membuat rara secara terpaksa melepaskan pelukan suami nya, lalu segera membantu suami nya untuk mengenakan pakaian baru untuk nya, rara tidak mau jika seandai nya gino berrfikir yang tidak tidak dengan apa yang di lakukan nya di dalam kamar mandi berdua dengan arif.
arif hanya berdecak kesal
"dasar pengganggu"ucap arif dalam hati
*****
saat ini mereka sudah berada di atas mobil yang di kemudikan oleh gino, gino hanya menggeleng-gelengkan kepala nya heran, melihat tingkah arif yang sudah ia anggap sebagai saudara nya sendiri dari arah kaca spion
ya saat ini arif terlihat sedang bersandar di bahu istri nya
"dasar manja" desis gino
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa terus dukun novel author ya teman-teman