Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 108


__ADS_3

“apa semuanya sudah siap?”


“ahh baiklah” arif tersenyum penuh arti “Aku harap semuanya berjalan dengan lancar” tiba-tiba arif memutuskan


sambungan telephone nya saat melihat istri nya mendekat ke arahnya.


“arif” panggil rara namun tak di gubris oleh suami nya itu “jangan marah, aku bisa menjelaskan semua nya” mohon rara, namun tak di gubris oleh arif “aku dan bagas hanya” ucapan rara langsung terpotong


“jangan berani sebut namanya di depanku” arif langsung teriak penuh emosi, teriakan arif bagaikan palu raksasa


yang menghantam tubuh rara, sakit, karena lagi-lagi arif kembali membentak nya, namun ia sadar, ini semua terjadi murni karena kesalahan nya sendiri. Ya tanpa sepengetahuan suami nya, rara dengan berani nya menemui bagas, laki-laki yang memeluknya tempo hari di rumah sakit, bahkan sudah beberapa hari ini mereka saling berbalas pesan, ya dan puncak nya kemarin, saat arif tak sengaja melihat istri nya itu sedang bersama seorang pria di kafe, tanpa pikir panjang arif langsung saja menghampiri istri nya, untung saja rapat bersama client nya sudah


selesai.


Arif mengepalkan kuat-kuat tangan nya, dan menghembuskan nafasnya dalam, lalu mengambil posisi di samping istri nya itu.


“sayang, kenapa kau bisa ada di sini, harusnya jika ingin kemari, katakan dulu padaku” ucapnya penuh penekanan,  arif bahkan tak segan-segan merangkul kuat-kuat rara, dan bersikap acuh dengan pria yang duduk berhadapan dengan istri nya itu. “dan siapa pria ini, bukankah dia pria yang sudah aku hajar, di rumah sakit waktu itu” arif menatap tajam pria tersebut.


“tuan arif saya bisa menjelaskan semua nya” ucap pria tersebut dengan raut wajah datar


“tidak perlu” jawab arif ketus “ayo kita pulang” paksa arif, ia menarik paksa tubuh istri nya itu

__ADS_1


“bagas, aku pergi dulu, sampai bertemu lagi” ucap rara sedikit berteriak.


Rara yang di seret paksa, hanya bisa pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa.


Di dalam mobil, selama perjalanan rara ingin menjelaskan semua nya mengapa ia bisa bertemu dengan bagas, namun arif tak mau mendengarkan nya


“diam” ucap arif dingin, rara hanya bisa menghela nafas nya lesuh


“dasar pemarah” umpat rara kesal, mendengar itu sontak membuat arif menatap tajam ke arah nya.


Saat sampai di halaman rumah, arif langsung mengendarai mobil nya pergi,  tanpa berkata apa-apa setelah menurunkan istri nya, lagi-lagi rara hanya bisa menghela nafas nya gusar, kenapa juga ia bisa mencintai lelaki pemarah seperti suami nya itu, pikir nya.


Sudah beberapa hari ini, suami nya itu memang sering pulang larut malam kata nya karena ada proyek penting yang harus ia tangani, namun semenjak kejadian di kafe kemarin, suami nya itu seperti sengaja tidak pulang.


menjelaskan nya, kau selalu saja seperti ini” teriak nya, lalu bergegas pergi meninggalkan ruang kerja suami nya itu dengan kaki yang di hentak-hentakkan.


Arif hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah baru istri nya itu.


“wahh, apa yang terjadi dengan istri ku itu, bukankah dia mau menjelaskan semuanya, tapi kenapa dia malah


pergi”  arif hanya menggeleng-gelengkan kepala nya heran “ehh apa dia marah, tapi bukankah seharus nya  aku yang marah, kenapa malah dia yang marah” ucapnya lalu segera menyusul istri nya itu.

__ADS_1


Perlahan-lahan arif naik membaringkan diri nya di samping rara yang terlihat sedang meringkuk membungkus


tubuhnya dengan selimut.


“kau sudah tidur?” tanya arif, tapi tak ada suara maupun pergerakan dari istri nya itu. “sayang, kau sudah tidur


ya, haaaa padahal aku pulang karena sangat merindukan mu, kalau kau seperti ini lebih baik aku pergi lagi saja” ucap nya pura-pura “aku pergi” arif beranjak dari pembaringan nya.


Arif tiba-tiba terkesiap mendengar suara isak tangis istri nya, “sayang, ada apa? Kau kenapa? Apa ada yang sakit?”


arif membuka selimut dengan paksa


“pergilah, jika ingin pergi, tidak perlu memperdulikanku, selama nya aku memang tidak pernah menjadi orang  penting bagi dirimu, sana pergilah ke teman-teman mu itu” ucapnya dengan suara parau, bahkan uara isak tangis nya semakin nyaring terdengar, membuat arif jadi kelabakan sendiri


“astaga kenapa seperti ini” gumam nya dalam hati, arif menggaruk-garuk tengkuknya merasa bersalah


“sayang, apa yang kau katakan, aku tidak akan pergi, aku tadi hanya bercanda, maafkan aku” kali ini arif memeluk


paksa istri nya, tapi rara terus memberontak


“sana pergilah, tidak usah hiraukan aku” ucapnya mendorong kasar tubuh suami nya itu, sampai-sampai arif

__ADS_1


terjerambah jatuh tersungkur ke lantai


__ADS_2