Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 59


__ADS_3

Seusai makan malam, mereka semua berkumpul di ruang tamu, mereka semua kaget mendengar penuturan ayah fahri dan juga arif yang sudah mereka anggap sebagai orang tua sendiri, terutama rara, ia sangat sedih mendengar penuturan dari mertuanya itu


“ibu dan ayah sudah memutuskan untuk menetap di singapura, rencananya besok kami akan berangkat kesana, mungkin ini terkesan mendadak tapi ada hal yang mengharuskan kami juga untuk menetap di sana, begitu pun dengan fahri” ucap sang ayah


“tapi kenapa mendadak sekali ayah” tanya arif, begitupun dengan temannya yang lain


“sama sekali tidak mendadak nak, sebenarnya hal ini sudah lama kami rencana kan dan kalian pun sudah mengetahui hal ini sebelum nya, dan tujuan ayah mengundang kalian semua ke mari, untuk menyampaikan hal ini, sekaligus mau menghabiskan waktu bersama kalian semua, sebelum kami bertiga berangkat ke singapura karna


kalian sudah ayah anggap sebagai anak sendiri, ayah, ibu dan juga fahri pasti akan sangat merindukan moment-moment seperti ini” ucap ayah sendu, setelah mengatakan hal itu ia menghela nafasnya dengan kasar untuk mengurangi rasa sedih di hatinya


Satu-satunya yang tidak berkomentar dalam ruangan tersebut hanyalah rara, entah mengapa mendengar bahwa mertuanya akan pindah ke singapura, membuat hatinya berkecamuk tak karuang, ia sedih, sangat sedih dan juga takut, pasti setelah kepindahan mertuanya beserta kakak iparnya arif dan teman-teman nya pasti akan kembali


berbuat jahat lagi padanya, pikirnya dalam hati.


“rara, kau kenapa nak? kau baik-baik saja kan” tanya ibu mertuanya, ya memang sedari tadi ia tak henti-hentinya memperhatikan menantunya itu, yang hanya berdiam diri dan terus menunduk tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun


Namun rara tak mendengarnya, ia sibuk akan lamunan nya, hingga membuat arif yang di dekatnya menggenggam erat tangan istrinya itu


“hei, kenapa? Tanya arif lembut kepada istrinya, namun lagi-lagi tak di sadari oleh rara


Tiba-tiba tanpa di sadari rara ada buliran bening jatuh di pipinya, arif tahu apa yang sedang di rasakan istrinya saat ini, ia pasti sangat sedih akan kepindahan orang tuanya


Tiba-tiba arif menangkup wajah istrinya, di hapusnya air mata istrinya itu dengan lembut

__ADS_1


“kenapa menangis? Tanyanya lembut


Tiba-tiba rara berjalan ke arah ibu mertuanya itu, yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya, lalu memeluknya dengan erat


“berapa lama ibu dan ayah berada di sana? Tanya rara, ia pasti akan sangat merindukan pelukan dari mertuanya ini


“nak, jangan sedih seperti ini, kau kan masih bisa menyusul kami ke singapura bersama arif” ucap ibu mertuanya, ia melenggangkan pelukangnya dan menangkup ke dua pipi menantunya, mengahpus air mata itu dengan lembut menggunakan ibu jarinya


Namun rara semakin terisak dan kembali memeluk ibu mertuanya itu dengan manja bergantian dengan ayah mertuanya


“rara pasti akan sangat merindukan kalian” ucapnya manja saat memeluk kedua mertuanya, mendengar ocehan menantunya, membuat mereka tersenyum dan membalas pelukan menantunya itu


“apa kau juga tak ingin memelukku” ucap fahri tiba-tiba


“kak fahri” ucap rara lirih, kemudian bergantian menghambur memeluk kakak iparnya itu


Sebenarnya Arif sangat tidak suka melihat ada yang memeluk istrinya, sekalipun itu kakak nya sendiri, namun apa boleh buat ia tak bisa marah, jadilah ia hanya bisa menahan gejolak panas di hatinya


***


setelah cukup lama berbincang-bincang, semuanya kini sudah kembali ke kamar masing-masing, ya karna besok pagi-pagi mereka akan mengantarkan ayah, ibu dan juga fahri ke bandara, ya malam ini radit, indra, egi dan juga celsea memutuskan untuk meginap di kamar yang sudah di siapkan oleh para pelayan


begitu pun dengan arif dan rara, entah mengapa suasana hati arif sangat tidak karuan saat ini, apalagi melihat sikap istrinya yang masih saja bersikap formal dan tak banyak bicara terhadap nya.

__ADS_1


Tiba-tiba ia membaringkan dirinya di samping istrinya itu, yang membuat rara terkejut dan langsung duduk dari pembaringan nya, karena biasanya suaminya itu akan memilih tidur di sofa


“kau kenapa bangun, ini sudah larut, sebaiknya tidurlah cepat” perintah arif dengan ketus, di sertai sorotan mata tajam yang di layangkan kepada istrinya itu


“saya akan tidur di sofa” ucap rara, lalu segera bangkit dari tempat tidur, baru saja ia ingin melangkahkan kakinya ke sofa, namun tangannya sudah di cekal kuat oleh arif


“memangnya kenapa tidak tidur di sini?, tempat tidur ini sangat luas, sangat muat untuk kita berdua, kenapa kau ingin pindah” ucap arif, lama ia menunggu, namun tak ada jawaban dari istrinya itu


Tiba-tiba arif menarik rara, hingga membuat istrinya itu jatuh ke dalam dekapannya


“tidurlah di sini” ucap ari ia semakin mengencangkan pelukan nya, sedangkan rara masih tak bergeming dari posisinya yang sedikit menindih tubuh suaminya, hingga ia tersadar


"tolong lepaslan saya, saya mau tidur di sofa" rara terus memberontak


"kenapa, apa kau lebih suka jika kak fahri yang memelukmu" ucaf arif sedikit emosi namun tak melepaskan dekapan tubuhnya dari istrinya, meskipun istrinya itu berkali-kali menolak, malahan ia semakin mengencangkan dekapannya


"berhenti memberontak, jika kau terus-menerus memberontak aku akan melakukan lebih dari pada ini" ancam arif tiba-tiba ia mengubah posisinya menjadi mengungkun tubuh rara di bawahnya, membuat mata rara terbelalak, karena merasakan sesuatu aneh di tubuhnya


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa terus dukun novel author ya teman-teman


dengan cara klik tombol LIKE dan VOTE nya agar authornya nulis makin semangat 😇✌


__ADS_2