
sedari tadi yang rara lakukan, hanya berdiam diri di ruangan nya dan sesekali mengecek layar ponsel nya, para karyawan nya pun di buat heran dengan sikap atasan nya hari ini, karena biasa nya atasan nya itu tidak akan tinggal berdiam diri saja, malahan akan ikut turun tangan untuk melayani para pengunjung kafe nya.
rara menghela nafas nya kasar, ini sudah hampir setengah hari semenjak arif menghubungi nya tadi pagi, padahal jelas sekali di ingatan rara, bahwa suami nya itu mengatakan bahwa setelah sampai di singapura ia akan langsung menghubungi rara, tapi ini bahkan sudah lewat tengah hari, padahal kan perjalanan ke singapura hanya butuh waktu kurang lebih sekitar 2 jam tapi ini bahkan sudah lewat batas waktu penerbangan nya, tapi kenapa arif belum mengabari nya, bahkan mengirim kan nya pesan seperti kemarin-kemarin pun tidak.
tak bisa rara pungkiri bahwa ia juga benar-benar cemas, karena bagaimana pun arif tetap lah suami nya, terlepas bagaimana sikap buruk arif terhadap nya dahulu. apalagi suami nya itu sudah membuktikan bahwa diri nya memang sudah benar-benar sudah berubah.
rara benar-benar tidak bisa berfikir dengan tenang sebelum benar-benar mengetahui kabar dan keberadaan suami nya saat ini juga, sehingga rara memutuskan untuk menghubungi ibu mertua nya di singapura. untung lah panggilan cepat tersambung.
"halo bu" ucap rara
"rara ini kamu nak, syukur lah kamu menelpon, karna sedari tadi ibu sudah menelpon mu, tapi nomormu sibuk terus" tutur ibu arif
__ADS_1
"maaf ibu, nomor lama rara sudah tidak rara gunakan lagi dan sudah tidak aktif lagi, oh ia tadi ibu bilang menghubungi rara untuk apa?" tanya rara
"arif tadi" ucapan ibu arif langsung terpotong
"arif kenapa dengan nya bu" tanya rara penuh kekhawatiran
"tenang lah dulu nak, tadi arif mengabari ibu, untuk menghubungi mu tapi ternyata nomormu sudah tidak aktif lagi, tadi di bandara, tidak sengaja ada yang menabrak suami mu, sehingga handphone nyarwejatuh dan rusak, padahal tadi baru saja ia ingin mengabarimu" ucapnya panjang lebar
"tetttertabrak, apa nya yang tertabrak, lalu arif sekarang di mana bu, bagaimana keadaan nya sekarang" suara rara terdengar penuh kekhawatiran.
"arif tadi bilang, setelah pertemuan nya dengan klien nya sudah selesai, arif akan langsung mengabarimu" ucap sang mertua lagi, yang di angguki rara
__ADS_1
cukup lama mereka bertukar suara di telpon, dan saling menanyakan kabar masing-masing sampai akhirnya panggilan telpon tersebut berakhir
rara bernafas lega setelah mengetahui keadaan suami nya baik-baik saja, namun ada hal lain yg membuat rara kepikiran
"siapa yang sudah berani membocorkan data-data perusahaan" gumam rara pelan
***
2 hari sudah berlalu, namun arif belum juga menghubungi rara sama sekali, dan sekarang saat ini rara sedang membaringkan tubuh nya di tempat tidur milik nya sambil mengecek-ngecek ponsel nya
"apa masalah nya benar-benar serius sampai-sampai tidak punya waktu untuk menghubungiku" ucapnya sendu
__ADS_1
baru saja rara ingin memejamkan mata nya, namun suara dering telpon menggema di kamar nya, cepat-cepat ia mengecek handpone nya, dan ternyata nomor asing yang tak di kenal yang menghubunghi nya melalui sambungan video call, namun rara tidak langsung mengangkat nya, membuat orang yang menghubungi nya kalang kabut, segera orang tersebut mengirimkan pesan kepada rara
"angkatlah, ini aku arif suami mu" pesan yang di tulis seseorang yang tak lain adalah arif